Project Vision & Ideation

Project vision merupakan dokumen yang memuat deskripsi-deskripsi mengenai suatu project serta tujuan dan ekspektasi apa saja yang akan dicapai dari project tersebut. Selain itu, project vision juga memuat keuntungan apa saja yang akan diperoleh dari pengerjaan project tersebut dari sisi bisnis. Secara singkat, project vision merupakan dokumen yang memuat vision statements dari pengerjaan project. Dalam membuat project vision kita menggunakan pandangan yang idealis, artinya kita memandang bagaimana luaran ideal yang diharapkan.

Tujuan utama dari project vision adalah sebagai pedoman pengerjaan project untuk dua pihak, pengembang dan product owner. Artinya, apabila terjadi sesuatu atau terdapat sesuatu yang perlu diputuskan pada pengerjaan project, terlebih dahulu harus kembali merujuk ke project vision karena dokumen tersebut merupakan pedoman dalam pengerjaan project. Dengan demikian, project vision juga berfungsi sebagai starting point, dimana project vision ditulis sedemikian sehingga kita mendapatkan persetujuan dari product owner untuk memulai aktivitas pengerjaan project.

Dalam suatu project, project vision ditulis pada awal pelaksanaan project. Jika berpanduan pada 4 fase scrum, project vision ditulis pada initiation phase. Dapat dikatakan bahwa project vision sebenarnya merupakan dokumen terstruktur yang didasarkan pada hasil dari fase inisiasi project. Terkadang pembuatan dokumen project vision dilakukan beberapa kali sehingga menghasilkan beberapa dokumen. Dari beberapa dokumen project vision yang telah dibuat kemudian akan direview dan dinilai oleh product owner dan kemudian akan dipilih yang terbaik.

Pembuatan project vision dapat didasarkan pada proses ideation yang dilakukan ketika awal project. Pada kuliah PPL misalnya, proses ideation ini dapat dilakukan dengan mendefinisikan hal-hal berikut:

  • Masalah utama yang akan diselesaikan

Contoh: Pengemudi di Jakarta membutuhkan petunjuk arah untuk menghindari kemacetan

  • Solusi utama yang akan ditawarkan

Contoh: Memetakan tweet dari @lewatmana ke Google Maps

  • Unique value proposition

Contoh: User generated content dan up-to-date

  • Target pengguna

Contoh: Pengemudi di Jakarta

Dari hasil ideation tersebut kita dapat menuliskannya dan menambahkan beberapa hal lain secara terstrukur dalam dokumen project vision.

Tidak ada format pasti dalam membuat dokumen project vision. Setiap project dapat memiliki style tersendiri dalam membuat project vision, namun tetap memuat hal-hal pokok yang telah disebutkan di atas. Dalam kuliah PPL, projcet vision yang kami buat memuat beberapa hal berikut

  • Project Description

Deskripsi dari project, apa latar belakangnya, apa yang dituju dan seberapa penting, dan bagaimana manfaatnya.

  • Deliverables/Outcomes

Hasil akhir apa yang dikeluarkan, website, android application, atau lainnya.

  • Functionality & Technology

Deskripsikan fungsionalitas yang akan dihasilkan, platform yang digunakan, dan bisa juga teknologi apa yang digunakan untuk menambah keunikan dari project.

  • Audience:

Siapa target penggunanya dan mengapa.

  • Data, Information, Content

Data utama apa yang diperlukan, darimana dan bagaimana didapatkan. Jika data diambil dari suatu institusi, kita dapat mempertimbangkan mereka sebagai partner.

  • Partners

Partner dari project dan apa peran mereka dalam project.

Project vision tidak terfokus pada keuntungan spesifik dari project. Selain itu, project vision juga tidak memuat secara detail mengenai beberapa hal sperti bagaimana cara kita melakukan implementasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan, kemudian framework apa yang digunakan dalam implementasi, detail resource apa saja yang diperlukan, dan penjadwalan detail mengenai pengerjaan project.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.