Sprint Review Terakhir

ini mungkin menjadi tulisan terakhir, dikarenakan minggu ini adalah minggu terakhir sprint review. Kalau boleh, izinkan saya mengklaim semua mandatory.

Kali ini, saya membuat bagian view untuk nonregistrar dalam melihat aplikasi pada sistem. Nonregistrar tidak perlu login, cukup memasukkan NIP

Error Handling dan Test

Gambar diatas menunjukkan contoh error handling dan test. Pada kasus ini, error bahwa object yang dipanggil akan ditangani. Pada test dilakukan pengecekan apakah objek yang dipanggi sesuai. Tentunya, penamaan sesuai dengan aturan yang disepakati

Gambar diatas adalah error code yang kelompok kami pakai dalam pengerjaan produk ini

Penggunaan git

Saya secara pribadi beberapa kali mem-push git sesuai dengan konvensi (red dan green).

Authentication and Role Management

Tentunya untuk menggunakan produk yang dibuat, diperlukan proses authentikasi. Pada saat penerapan task ini, terdapat kendala, yakni proses authentikasi harus disesuaikan agar tidak merusak model yang sudah ada. Selain itu, ketika saya pribadi melakukan pencarian di beberapa tutorial, proses login hanya bisa dilakukan oleh superuser saja, tidak sesuai dengan kebutuhan. Kami menggunakan django oauth untuk mendesain ini.

Agile Manifesto

Pada prinsip agile, interest dan kepentingan client lebih diutamakan. Hal ini terjadi setelah sprint review 2 ketika Pak Heru menyampaikan beberapa kekurangan produk kami. Kami langsung bekerja lebih keras, saling berkomunikasi secara tatap muka untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Project Vision

Apa itu project vision? Untuk mempermudah, mari kita lihat gambar dibawah, berdasarkan konsep dari Martin Fowler

Client kelompok kami adalah Pak Heru, yang merequest pembuatan produk ini. Tetapi tidak hanya beliau, dikarenakan produk ini akan digunakan oleh pihak SDM, DGB, Fakultas, serta para Dosen yang nantinya menggunakan sistem ini (CYD)

Masalah yang dihadapi adalah penulisan catatan-catatan kenaikan jabatan yang kurang efisien, sehingga mempersulit pendataan.

Nama produk adalah Lipsy (Lectureship Promotion System) atau Sistem Pemantauan Kenaikan Jabatan.

Produk ini adalah produk berbasis web, dengan pertimbangan bahwa produk berbasis web paling mudah digunakan.

Hal terpenting yang menjadi keunggulan produk ini adalah mempermudah penyimpanan berkas serta tracking aplikasi kenaikan jabatan. Dengan hal ini, diharapkan user tidak perlu lagi menggunakan penulisan manual.

Product Packaging

Kami menggunakan docker sebagai packaging. Menggunakan docker repository, developer dapat dengan mudah mengakses produk ini di berbagai server.

Code Coverage

Code coverage adalah perhitungan berapa persen jumlah kode yang dicover(dapat di-test). Pada dasarnya, semakin tinggi code coverage akan semakin baik, dikarenakan kode yang di-test memiliki peluang yang lebih kecil untuk mengalami error atau bug.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.