Bikin Lukisan Selotip Bendera Bajak Laut

Setelah sebelumnya saya membuat kaligrafi dengan doodle art, pada weekend kemarin saya mencoba membuat sebuah project yang nggak kalah menantang lainnya, yaitu membuat lukisan selotip. Walaupun sempet ditunda dulu untuk keliling Cimahi karena suatu keperluan bersama tim CodePolitan, pada akhirnya lukisan selotip ini selesai juga. Dan kerennya lagi, lukisan ini saya selesaikan hanya dalam waktu satu hari. Mungkin karena lagi bagus moodnya :D

Oh ya, saya memiliki inspirasi untuk membuat lukisan selotip ini awalnya karena saya nggak sengaja nonton Laptop Si Unyil di Trans7 saat makan di warteg. Dari situ saya ngerasa tertantang pengen bikin juga, maklum namanya juga programmer yang hobi menggambar, menulis dan nonton anime :D

Setelah membualatkan niat, akhirnya hari Minggu kemarin, pagi-pagi sekali saya sudah siap dengan segala peralatan yang dibutuhkan untuk melukis dengan selotip. Yang dibutuhin sih nggak ribed, gampang banget didapet di minimarket atau toserba. Cuma butuh selotip, kertas karton atau skotlet, gunting, pisau cutter dan alat tulis seperti pensil dan penghapus.

Bahan Baku

Bahkan setelah saya sudah lengkap dengan bahan baku dan peralatan saya untuk membuat lukisan selotip, saya masih belum tau akan bikin lukisan apa. Sempet terlintas bikin gambar wajah, biasa orang yang lagi jatuh cinta opsi pertama pasti yang kebayang ini. Hahaha…. Tapi selanjutnya saya batalkan opsi ini, karena akan terlalu kompleks, sedangkan untuk weekend project ini emang saya pengen bikin yang simple dan sehari jadi. So, saya cari ide yang lebih sederhana. Akhirnya karena saya suka anime saya langsung kepikiran bikin gambar tokoh anime saja. Tokoh pertama yang terpikir oleh saya adalah L dalam serial Death Note. Tapi kemudian saya pertimbangkan juga untuk bikin Luffy One Piece aja. Dan setelah pertimbangan panjang, saya malah memutuskan untuk membuat gambar logo bajak laut Topi Jerami. Alasannya sederhana, karena lukisan yang saya buat adalah hitam putih, dan karena lambang bajak laut topi jerami juga dominan warna hitam dan putih jadi sepertinya masuk akal. Juga dari dulu saya pengen banget punya poster lambang bajak laut Topi Jerami di kamar saya. Akhirnya, fix saya putuskan untuk membuat lukisan selotip bergambar bendera bajak laut Topi Jerami. Maka mulailah saya melukis (saya nggak punya istilah yang lebih tepat dari melukis) dengan selotip.

Agar gambarnya proporsional, sengaja saya buat sketsa terlebih dahulu menggunakan pensil, agar bentuk yang saya ingin buat menjadi terarah patokannya. Karena ini pake selotip bikinnya, bukan pake pensil kalo salah posisi, susah ngehapusnya lagi dan pastinya ribed. Mungkin buat orang yang sudah sangat terlatih dan punya intuisi seni yang tinggi sketsa bisa saja tidak dibutuhkan. Tapi menurut saya, itu tetap perlu sebagai patokan.

Tahap Pertama

Asik juga ternyata. Salah satu kesulitan di awal-awal adalah membuat lengkungan bulat untuk mata dan hidung tengkorak. Untuk selesai sampe tahap ini (gambar di bawah), saya butuh waktu hampir 1,5 jam. Maklum masih amatir.

Tahap Kedua

Untung saja, ada tahapan santai, yaitu membuat gigi tengkorak. Sejauh yang saya prediksi, menggambar tengkorak akan menjadi momment paling mudah dalam membuat gambar bajak laut Topi Jerami dengan selotip. Dan ternyata dugaan saya benar. Ini yang paling mudah.

Tahap Ketiga

Tepat setelah kemudahan adalah kesulitan yang paling hakiki dari membuat gambar bendera bajak laut Topi Jerami, yaitu membuat topi jeraminya. Luar biasa harus benar-benar teliti, karena kecil sekali dan banyak lengkung tipis yang meruncing yang kalau salah-salah maka akan nggak bagus hasilnya. Tapi untungnya semua tetap terkendali.

Tahap Keempat

Terakhir adalah membuat tulang yang membentuk tanda X di belakang tengkorak. Yah, ini nggak terlalu sulit, tapi nggak gampang-gampang banget juga. Untuk bikin garisnya sih cukup mudah, yang agak sulit cuma di ujung-ujung tulangnya yang seperti tanda hati itu.

Tahap Kelima

Akhirnya jadi juga Jou, setelah berjam-jam kayak orang gila ngelukis pake selotip, yang sebenernya kalo dilukis pake spidol cuma butuh waktu beberapa menit doang. Tapi lagi-lagi, itulah karya seni guys, justru di situ nilainya. Dan tentu saja ada perasaan terpuaskan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata ketika selesai mengerjakannya.

Hasil Akhir

Oh ya, sorry ya guys, kalo gambarnya kurang jelas, soalnya ini kejadiannya malam hari, dengan penerangan lampu yang alakadarnya ditambah cuma pake kamera smartphone murah, jadinya gambarnya mungkin kurang maksimal.

Dan terakhir, harus selfie dulu dong setelah selesai berkarya :D

Gambar selfie di samping diambil pagi hari besoknya setelah dipasang di dinding kamar. Kalau ada yang pengen tau, itulah muka saya kalau belum mandi… hahaha…. :D

Oke, demikianlah kira-kira. Tunggu karya-karya saya lagi selanjutnya dalam weekend project lainnya :D

FYI, ini cara saya buat bahagia, bagaimana dengan caramu?