Misteri Kelahiran Sang Jagoan

Sampe saat ini gue percaya bahwa semua tentang kelahiran gue dan apa yang ada di dalam diri gue sekarang salah satunya berkat kehebatan rencana bokap dan nyokap gue dulu. Biar gue jelasin tentang misteri yang selama ini gue selalu simpan dan jadikan rahasia ini, karena sepertinya sudah waktunya dunia untuk tau hal ini. Karena dari pada dunia tau hal ini langsung dari bokap dan nyokap gue, sebagai anak yang berbakti biarlah gue yang akan membeberkan misteri ini kepada dunia.

Semua orang selalu menyangka bahwa yang namanya kelahiran seseorang itu sulit diprediksi. Itu benar-benar mutlak Maha Kuasanya Tuhan. Gue nggak membantah hal itu, tapi gue masih percaya bahwa Tuhan sekalipun telah menciptakan sistem yang berjalan dengan ketentuan-ketentuannya. Itulah yang disebut dengan hukum alam, atau dalam istilah lain adalah qodr.

Contohnya adalah bila kertas dibakar oleh api, maka kertas tersebut akan hangus dan menjadi debu. Perkara apakah kertas yang dibakar itu basah sehingga tidak terbakar itu lain soal. Tapi pada prinsipnya kertas apabila dibakar maka akan hangus menjadi debu. Itu hukum alam. Contoh lainnya adalah gravitasi. Jika sebuah benda dilempar ke atas, maka secara hukum alam, maka benda itu akan jatuh kembali ke tanah. Ya tentu saja itu karena ada gaya gravitasi yang menariknya. Perkara benda yang dilempar itu ternyata nyangkut di pohon, dan tidak jatuh ke tanah itu perkara lain. Tapi secara hukum alam, sebuah benda yang dilempar ke atas, maka ia akan jatuh ke tanah. Itulah yang gue maksud dengan Tuhan telah menetapkan aturan-aturan tertentu dalam alam ini, dan semua yang ada di alam ini akan senantiasa mengikuti aturan tersebut. Perkara kertas yang dibakar api ternyata basah sehingga tidak mempan itu adalah perkara kuasa Tuhan. Tuhan bisa membuat kertas yang kebetulan mau dibakar ternyata basah, sehingga kita tidak bisa membakarnya.

Yang mau gue sampein adalah bahwa pada dasarnya kita bisa membuat rencana sedemikian hingga asalkan tetap mengacu pada kaidah hukum alam. Nah itulah kenapa saat di sekolah kita diajarkan tentang Fisika, Biologi dan Kimia, serta berbagai ilmu lainnya. Tidak lain dan tidak bukan agar kita mampu memahami aturan-aturan yang telah Tuhan tetapkan di alam ini, sehingga diharapkan kita mampu memanfaatkannya untuk kehidupan kita. Contoh sederhananya adalah saat kita mencuci pakaian, maka agar pakaian kita cepat kering maka salah satu yang bisa kita lakukan adalah menjemurnya. Dalam ilmu Fisika itu dikenal dengan proses penguapan. Tuhan telah menetapkan hal itu. Perkara saat dijemur kemudian turun hujan sehingga pakaian kita tidak kering itu adalah perkara lain. Itulah sebabnya sebenarnya ketika seseorang benar-benar mengerti tentang hukum alam, dia akan lebih mengenal siapa yang menciptakan hukum alam tersebut.

Kembali ke masalah kelahiran. Tuhan telah menetapkan aturan-aturan tertentu dalam hal itu. Seperti proses kelahiran itu dimulai dari bertemunya sperma dan ovum, kemudian terjadilah pembentukan janin. Selanjutnya ada sebuah masa yang dinamakan hamil, dan itu lamanya rata-rata adalah 9 bulan 10 hari. Memang ada juga yang lahir sebelum 9 bulan, dan itu disebut dengan istilah prematur. Ada juga yang bahkan lebih dari 9 bulan. Disitulah kuasa Tuhan. Biarlah itu hak prerogatif Tuhan. Tapi pada dasarnya sudah ada aturan yang menjadi acuan dalam hal itu.

Bokap dan nyokap gue adalah orang keren yang visioner yang memiliki pandangan dan rencana yang jelas tentang hidup ini. Termasuk dalam hal kelahiran gue. Mungkin mereka berdua ingin gue menjadi pribadi yang keren dan memiliki hal keren bahkan sejak lahir. Itulah kenapa kemudian bokap dan nyokap gue memiliki visi dan misi khusus dalam kelahiran gue. Mereka tidak hanya membiarkan semuanya berlalu begitu saja. Karena mereka percaya, bahwa Tuhan sudah menetapkan hukum alam, dan jika kita mengikutinya maka kita bisa meramalkan apa yang akan terjadi. Seperti jika sebuah kendaraan melaju dengan konstan dengan kecepatan 50 km/jam, maka dalam waktu 3 jam motor tersebut akan menempuh jarak 150km. Memang dalam perjalannanya tentu saja belum tentu tepat 100%, karena mungkin saja dalam perjalanan akan macet, atau kehabisan bensin dan lain sebagainya. Tapi jika sudah dipersiapkan dengan matang, misalnya bensin sudah diisi penuh dan jalan yang ditempuh pun dipastikan tidak akan ada halangan yang berarti seperti macet. Maka dengan berusaha menjaga kestabilan kecepatan seharusnya tingkat errornya menjadi rendah.

Oleh karena itu bokap dan nyokap gue menyusun sebuah misi terkait kelahiran gue, dan misi itu bernama “KELAHIRAN 88”. Bokap dan nyokap gue pengen gue lahir dengan sangat keren. Bermula dengan tanggal lahir. Mereka ingin ketika gue besar nanti dan ada yang bertanya tentang tanggal lahir gue, maka gue bisa jawab dengan keren “Gue lahir tanggal 8, bulan 8 tahun 88”. Kemudian orang yang bertanya tadi akan langsung terkesima. Dan jika yang bertanya tadi adalah seorang cewek cantik, maka dia akan langsung meminta gue menjadi pacarnya, selanjutnya dengan keren akan gue jawab “Maaf, Anda belum beruntung. Silahkan dicoba lagi.” Maka cewek tadi akan semakin menjadi-jadi, dan akan penasaran seumur hidupnya. Atau kalau yang bertanya tentang tanggal lahir gue adalah seorang bapak-bapak kaya, maka akan gue jawab “Saya lahir pada tanggal 8, bulan 8, tahun 88. Itu!” gue jawab sambil memperagakan gaya Mario Teguh saat bilang “itu!”, maka si bapak-bapak kaya itu akan terkesima, dan langsung meminta gue buat jadi menantunya, selanjutnya dengan keren akan gue jawab “Maaf Pak, silahkan ambil nomor antriannya dulu. Mari kita budayakan antri. Terima kasih”, maka bapak-bapak tadi akan semakin terkesima, dan akan mengingat gue sepanjang hidupnya sebagai orang keren yang layak menjadi calon suami anaknya. Sebuah misi yang sangat mulia sekali bukan? Ya, gue pun selalu kagum dengan bokap dan nyokap gue kalo inget hal ini.

Ternyata nggak sebatas itu saja, bokap dan nyokap gue pun menginginkan gue menjadi seorang pemimpin yang baik, bahkan sejak saat kelahiran gue. Itulah kenapa akhirnya mereka merencanakan gue lahir pada bulan Agustus, karena dengan Agustus, gue akan memiliki zodiak Leo, yaitu zodiaknya para pemimpin. Bokap dan nyokap gue emang nggak percaya dengan ramalan bintang, tapi mereka tau sesuatu yang eksotis dan keren. Dari semua zodiak yang ada, Leo adalah zodiak yang memiliki lambang paling keren, yaitu seekor singa. Dan singa adalah raja hutan. Artinya zodiak Leo akan keren, sehingga kalo ada orang nanti akan bertanya ke gue tentang zodiak gue, maka gue bisa jawab dengan keren “Zodiak gue Leo!”, maka jika yang nanya adalah cewek, dia akan langsung kesengsem sama gue saat itu juga dan akan langsung bilang “Kerrreeeeeennnn!!! Jadi pacar gue dong… jadi pacar gue dong!!!”, maka gue pun bisa jawab dengan lebih keren “Maaf, silahkan isi formulir pendaftarannya dulu. Jika saya ada waktu, akan saya periksa nanti dan akan saya hubungi untuk proses interview. Hingga saat itu, silahkan menunggu. Terima kasih.” Maka si cewek tadi akan merinding, dan pingsan tak kuasa menahan getaran cinta.

Gimana, sebuah misi mulia bukan? Bokap dan nyokap gue emang keren. Dan nggak Cuma sampe di situ. Masih ada 1 lagi, tapi ini hanya akan berguna bagi golongan tertentu saja atau yang punya pengetahuan tertentu saja. Tidak semua orang akan sadar dengan hal ini. Tapi bokap dan nyokap gue sudah mempersiapkannya. Meskipun bokap dan nyokap gue sama sekali nggak punya darah keturunan China, apalagi ngerti tentang tradisi China apalagi ngerti bahasa China, tapi bokap dan nyokap gue tau tentang shio. Walaupun nggak ngerti secara mendetail tentang shio, tapi paling nggak mereka tau, bahwa orang China punya istilah shio yang biasanya menamakan tahun tertentu dengan nama binatang, ada shio kuda, tikus, kambing, naga, dinosaurus, kudanil, beruang kutub, singa laut, anjing laut, kupu-kupu laut, capung laut, dll. Dan lagi-lagi karena bokap gue pengen gue lahir dengan keren, maka shio yang paling cocok adalah Naga. Alasannya simple, naga adalah binatang legenda china dan dia keren. Tahun yang cocok untuk shio naga adalah 1988. Sehingga nanti jika ada cewek china yang cantik yang nanya ke gue tentang shio gue apa, maka akan gue jawab dengan gagah sambil memegang tangannya “Gue shio Naga!”, maka dia akan langsung klepek-klepek, dan langsung mengutarakan cintanya ke gue, tapi seperti biasa akan gue jawab dengan keren “Beginilah cinta, deritanya tiada akhir”. Dia akan langsung berlinang air mata dan nelpon orang tuanya supaya cepet-cepet dinikahin sama gue.

So… Misi KELAHIRAN 88, sudah diputuskan menjadi misi pertama bokap dan nyokap gue dalam berumah tangga. Dengan misi KELAHIRAN 88, gue akan menjadi orang yang keren bahkan sejak lahir. Dengan tanggal lahir 8–8–88, zodiak Leo dan shio Naga itu akan menjadi pertanda keren buat gue. Apalagi jika dikaitkan dengan tempat lahir, yaitu Planet Bekasi, maka akan menjadi sempurna.

FYI buat yang belum tau, planet Bekasi adalah sebuah planet yang menyerupai bumi, tempat tinggalnya ras Bekasian, yaitu sebuah ras terkuat di alam semesta. Biasanya ras Bekasian akan menjadi gorila raksasa apabila melihat bulan purnama. Orang-orang hebat dari ras Bekasian, biasanya dapat meningkatkan kemampuan tempurnya dengan berubah menjadi super bekasian, biasanya rambutnya agak berdiri dan berwarna kuning. Beberpa orang ras Bekasian yg sangat terkenal adalah Son Goku, Son Gohan dan Vegeta.

Demi suksesnya misi Kelahiran 88, maka bokap dan nyokap gue mempelajari banyak hal dan merencanakan banyak hal. Termasuk hari pernikahan dan lain sebagainya. Itu dimaksudkan agar nanti tepat gue lahir pada tanggal 8 bulan 8 tahun 88.

Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan berganti, semua sudah sesuai rencana. Ya nyokap gue memiliki usia kandungan 9 bulan, tepat pada bulan Agustus. Dan sepertinya misi KELAHIRAN 88 akan benar-benar terlaksana, karena jika diterawang berdasarkan ilmu pengetahuan, maka seharusnya gue akan lahir pada kisara tanggal 7–10 Agustus. Artinya, tanggal 8 akan sangat mungkin menjadi hari kelahiran gue.

Hari yang telah dijanjikan tiba, hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, tanggal 8 Agustus. Seperti yang diharapkan, nyokap gue mulai mules dan seperti akan melahirkan. Tapi ternyata setelah dipikir dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, ternyata ini hanya mules biasa dan pertanda mau buang air, bukan untuk melahirkan. Semua orang harap-harap cemas. Masalahnya waktu terus berlalu, tanggal 8 sudah berjalan. Dan jika gue nggak juga lahir pada hari itu, maka misi KELAHIRAN 88 tidak akan sempurna.

Nyokap gue berusaha memancing gue supaya cepet lahir, dengan menekan-nekan perutnya perlahan. Ada juga yang menyarankan supaya nyokap gue makan yang pedes-pedes atau makan rujak, supaya lancar. Tapi lagi-lagi itu adalah nasihat tanpa dasar, karena ternyata itu bukannya memperlancar kelahiran, tapi memperlancar buang air.

Sore hari, semua orang sudah hampir kehilangan harapan. Semua orang sudah memperlihatkan ekspresi putus asa, bahkan beberapa di antaranya bahkan sampai gantung diri di pohon cabe, walaupun pada akhirnya tidak mati juga, karena ternyata pohon cabe rata-rata berbatang kecil dan tingginya tidak lebih tinggi dari tinggi manusia. Bukannya mati, malah terlihat seperti sedang memanen cabe. Semua orang kembali fokus dengan harap-harap cemas. Pukul 17.00, saat semua orang hampir pulang karena sudah hampir Magrib, nyokap gue ternyata mulai mules dan gue yang ada di dalam perut mulai bergerak seolah-olah mau keluar. Orang-orang yang tadinya sudah mau pulang, tidak jadi pulang, yang tadinya mau mandi, nggak jadi mandi, yang mau nyuci juga nggak jadi, karena memang tidak tepat mencuci sore-sore menjelang magrib, karena nggak ada matahari malam hari buat jemurnya.

Semua orang menunggu. Satu jam terlewat, dua jam terlewat, tiga jam terlewat, nyokap gue malah ketiduran. Akhirnya para tetangga pun pulang, karena sepertinya gue akan ada delay pada kelahiran gue. Menjelang tengah malam, nyokap gue kembali mules-mules dan gue yang ada di dalam perutnya bergerak lebih agresif mau keluar. Orang-orang kembali datang kerumah, menunggu detik-detik kelahiran gue. Semua yang ada saat itu memiliki satu keyakinan dalam hati “Yah… masih ada harapan… masih sempat…”. Jika suasana itu bisa digambarkan dalam film laga, itu seperti ada bom waktu yang akan meledak dan harus dijinakan, waktu yang tersisa tinggal 30 menit, namun jagoannya masih dalam perjalanan dan belum menemukan bomnya, maka saat itu semua orang akan berdoa, “Cepatlah datang jagoan… masih ada waktu untuk bisa menyelamatkan dunia….”. Gue di dalam perut meronta-ronta ingin keluar. Semua orang berdoa sebisa mereka. Ada yang berdoa dengan doa minta hujan, ada yang berdoa dengan doa tidur, ada yang berdoa dengan doa masuk WC. Ya, semuanya berdoa sesuai dengan doa yang mereka bisa, untuk menyambut sang jagoan lahir.

Tepat tengah malam, nyokap gue ketiduran, bokap gue ketiduran, nenek dan kakek gue juga ketiduran, semua orang sekampung ketiduran, dan gue pun gagal lahir pada malam itu. Itu seperti semua orang sudah datang ke GBK untuk menyaksikan pertandingan bola antara Real Madrid VS Barcelona, Elclasico pertama yang diadakan di Indonesia, semua orang sudah menanti dan sudah berkumpul, namun ternyata Messi mendadak diare, Ronaldo mendadak ketiduran di ruang ganti, Casilas kehilangan seragam dan sarung tangan karena ternyata ada pemulung yang masuk ruang ganti, pemain-pemain lainnya tiba-tiba hilang ingatan dan pelatihnya mendadak dipecat tanpa peringatan. Pertandingan Batal!

Tanggal 8 pun sudah lewat, dan gue belum juga lahir. Orang-orang sudah tidak terlalu bersemangat lagi buat dateng ke rumah memberi semangat. Walaupun masih ada yang datang, tapi tidak seperti sebelumnya. Karena sang jagoan sepertinya lupa akan jadwal tayangnya.

Hari kedua pun terlewat, tangga 9 sudah lewat. Dan gue masih belum juga lahir.

Hari ketiga, orang-orang sudah benar-benar kehilangan harapan. Tapi tentu saja tidak dengan bokap gue. Tidak masalah tidak lahir tanggal 8 atau tanggal 9, karena tanggal 10 juga keren, karena itu lambang kesempurnaan dalam memberi nilai, karena bokap gue seorang guru dan biasa memberikan nilai dari 0–10. Tapi ternyata gue belum juga lahir pada tanggal 10.

Tanggal 11. Hanya tinggal beberapa orang saja yang datang, itu pun sudah dengan semangat yang beda. Bukan lagi ingin menunggu kehadiran sang jagoan, tapi ingin bertanya pada sang jagoan ada masalah apa kok sampai delay segala. Beberapa orang yang tidak datang malah sudah lupa bahwa sang jagoan akan lahir.

Tanggal 12. Pagi hari, ketika ibu-ibu masih masak sarapan. Bapak-bapak masih sibuk dengan kopinya sambil membayangkan agenda hari ini ke sawah ngapain. Anak-anak SD baru saja mandi. Suasana dunia masih lengang, masih pagi-pagi buta. Siapa yang sangka, ternyata gue lahir. Jagoan yang kelahirannya dinantikan dengan meriah, malah lahir dalam keadaan sepi. Tidak ada yang tau, hanya bokap, nyokap, kakek dan nenek.

Ketika diumumkan bahwa gue telah lahir, reaksi dari orang-orang berbeda-beda. Ada yang dengan ekpresi datar berkata “Jadi juga dia lahir”. Ada yang marah-marah “Ini udah telat 4 hari! Anak itu harus tanggung jawab….!”. Ada yang sangat antusias, tapi bukannya antusias dengan kelahiran gue, tapi lebih kepada pengen nanya gue naik pesawat apa, kok delay-nya sampe 4 hari.

Apapun itu, bokap dan nyokap gue adalah yang paling bahagia dengan kelahiran gue. Mereka udah nggak peduli lagi apakah gue lahir pada tanggal 8 atau bukan, asalkan gue lahir dengan selamat itu sudah cukup buat mereka. Baginya gue lahir tanggal 12 bukan sebuah masalah besar, karena nanti kalo ada yang nanya gue lahir tanggal berapa bilang saja “lahir tanggal 8, bulan 8, tahun 88, lewat 4 hari”.

Kemudian gue diberi nama Kresna Galuh D. Herlangga. Inisial D, selalu dibiarkan disingkat. Dan biasanya orang selalu bertanya D-nya apa kepanjangannya. Dan supaya keren, gue selalu jawab “Nggak tau, pokoknya semua keluarga gue ada nama D-nya, itu emang udah seperti itu. Gue memiliki takdir mewarisi nama D”. Yang ngerti akan bilang “Kerreeeeen…. Will of D!!!”. Yang nggak ngerti akan bilang “Apaan sih… Lo emang udah nggak jelas sejak lahir -___-“

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Kresna Galuh D. Herlangga’s story.