Mengenal STLC (Software Testing Life Cycle)

Mozaze Sanora Putra
Jan 27 · 3 min read
Photo by David Travis on Unsplash

Kita semua sudah tahu dan paham tentang software testing yang merupakan sebuah proses pengujian perangkat lunak yang juga termasuk dalam susunan tahapan-tahapan pengembangan perangkat lunak (software development). Tujuan utama dari tahapan pengujian (testing) dalam sebuah proses pengembangan perangkat lunak adalah untuk memastikan kualitas.

Sebuah perangkat lunak (software) yang di katakan berkualitas adalah perangkat lunak yang bukan hanya tidak terdapat bug, tapi juga harus memiliki fleksibilitas seperti: mudah di gunakan, mudah di perbaiki, dan mudah untuk di kembangkan ulang. Artinya, untuk sebuah perangkat lunak dapat memenuhi kriteria-kriteria kelayakan seperti yang telah di sebutkan tadi maka perlu di lakukan pengujian yang mendetail terhadap perangkat lunak tersebut.

Pada tahapan pengujian (testing), umumnya memiliki tahapan-tahapan lagi di dalamnya. Tahapan dalam proses pengujian di sebut dengan STLC (Software Testing Life Cycle). Berbeda dengan SDLC yang merupakan tahapan dalam pengembangan perangkat lunak. STLC lebih berfokus pada tahapan / proses yang harus di lalui dalam fase testing.

Beberapa tahapan dalam testing yang harus di lalui di gambarkan dalam bentuk terstruktur seperti ini:

tahapan STLC

Pada ilustrasi di atas, tahapan dalam testing di bagi menjadi 6 bagian yaitu requirement / design review, test planning, test designing, test environment, test execution, test reporting. Dalam setiap tahapan tersebut memiliki aktifitas dan menghasilkan dokumen-dokumen yang berbeda, semuanya tergantung dari proses (tahapan) yang sedang berlangsung. Mari kita bahas satu per satu tahapannya, mulai dari:

  1. Requirement / Design Review

Tahapan ini adalah tahapan awal dalam fase testing (pengujian). Pada tahapan ini, tim penguji — yang jumlah anggotanya menyesuaikan kebutuhan — melakukan aktifitas mereview atau meninjau ulang tentang requirement atau kebutuhan dalam proses pengembangan perangkat lunak. Aktifitas ini di lakukan untuk mendapatkan gambaran model pengujian dan gambaran sistem secara utuh untuk proses pengujian pada tahapan-tahapan yang lain.

2. Test Planning

Di tahapan ini tim akan mengumpulkan semua kebutuhan dan gagasan untuk proses testing, kemudian akan di buat estimasi waktu untuk proses pengujian. Selain itu, juga akan di buatkan rencana pengujian (test plan) yang sesuai dengan waktu yang telah di jadwalkan. Hal ini tentunya bertujuan untuk memberikan batasan yang pasti terhadap setiap proses dalam testing.

3. Test Designing

Setelah semua proses dalam tahapan testing di tentukan dan sudah di buatkan jadwal (test schedule) tahapan berikutnya adalah test designing. Tahapan ini di lakukan untuk mendapatkan komposisi yang sesuai untuk proses pengujian. Poin-poin apa saja yang akan di uji dalam sistem di tentukan di sini, semua itu di lakukan untuk tujuan terjaminnya kualitas sistem yang sedang di kembangkan.

4. Test Environment Setup

Sampai pada tahapan ini, tim yang bertugas menguji perangkat lunak yang sedang di kembagkan akan membuat pengujian tentang environment. Maksudnya adalah, menyiapkan perangkat lunak untuk dapat di pasang pada environment (server / client / jaringan) yang di butuhkan oleh sistem nantinya. Tahapan ini juga merupakan tahapan penting yang tidak bisa di lewati dalam proses pengujian perangkat lunak.

5. Test Execution

Di tahapan ini, tim akan mulai menjalankan test case yang sudah di buat pada tahapan sebelumnya. Proses testing akan di mulai dan mengacu pada test case yang telah di buat. Durasi pada proses ini bergantung dari skala sistem yang sedang di uji, jumlah dalam tim pengujian dan model pengujian yang di gunakan. Pemilihan model pengujian mempengaruhi durasi waktu pada tahapan ini.

6. Test Reporting

Tahapan terahir adalah test reporting, dimana semua proses dan hasil dari setiap fase dalam tahapan pengujian di kumpulkan. Pada tahapan ini, dokumen-dokumen seperti: test result, test matrik, test closure report di kumpulkan.

Tahapan-tahapan testing yang di sebutkan di atas adalah tahapan-tahapan yang di lakukan secara umum. Seperti yang sudah di jelaskan di awal, bahwa tidak ada aturan pasti dalam tahapan pengujian perangkat lunak. Namun tujuan utamanya adalah untuk memastikan kualitas perangkat lunak yang di kembangkan menjadi terjamin.

http://softwaretestingfundamentals.com/software-testing-life-cycle/

QA Malang

Sharing Knowledge About Software Quality Assurance

Mozaze Sanora Putra

Written by

Penulis jalan hidupnya sendiri. Di mentori oleh Tuhan

QA Malang

QA Malang

Sharing Knowledge About Software Quality Assurance

More From Medium

More on Softwarequalityassurance from QA Malang

More on Softwarequalityassurance from QA Malang

Driving Software Quality Across Platform

More on Software Testing from QA Malang

More on Software Testing from QA Malang

Writing a Succesfull Test Scenario

More on Qamalang from QA Malang

More on Qamalang from QA Malang

QA Workshop #4

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade