Amar Ma’ruf Nahi Munkar Itu Sulit?

Salah Satu Contoh Perilaku Jahiliyah Kita Sehari-hari

Sudah menjadi hal yang biasa kita melihat hal-hal negatif ada di depan mata kita, misal pelanggar lalu lintas (traffic light, pemotor yang melawan arus, puter balik ditanda yang ditidakbolehkan, dan macam-macam lainnya)

Karena sifat malas dan cuek

Seringkali saya menegur orang-orang yang seperti itu, dan alasannya bervariasi, ada yang tersenyum (merasa salah), ada yang..

“Aku cuma rene tok kok mas, daripada muter adoh, kan mending langsung lurus”

“Opo kon??!!!”

“OPO C***K!!, GAK TERIMO A??”

Dan lucunya, hampir 90% setelah ditegur, mereka tetap dengan “ke-jahiliyah-annya” itu. Mereka tetap meneruskan.

Berikut video-video tentang perilaku jahiliyah diantara kita (Semoga Allah selalu menjaga kita semua dari sifat seperti ini, Amiin)

Musibah Akibat Kebodohan Kita Sendiri

Kedepannya saya ingin pasang car cam atau motorcam biar lebih seru lagi melihat tingkah laku manusia-manusia unik ini.

Sampai-sampai budaya jahiliyah ini, langsung saya buat peraturan di Meeber, siapa yang melanggar lalu lintas dan ketahuan, langsung kena denda.

So, what’s the point terkait dengan judul?

Ya, yang membedakan umat Muhammad dan umat yang lain adalah adanya kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”. [Al-Imran :110].

Ini berarti, jika kita melihat orang yang berbuat salah berarti kita di amanahi oleh Allah untuk berbuat Amar Makruf Nahi Munkar dengan mendoakan, mencegah hingga menasehati.
Perkara berhasil atau tidak, kewajiban kita sudah gugur, karena jika kita diam, dosa. Karena ini adalah Fardhu ‘Ain, seperti hukum sholat 5 (lima) waktu.

Saya juga masih dan terus belajar untuk meningkatkan keberanian dan melawan statusquo supaya kita dapat pahala tersebut, karena biasanya obyek dari perintah Allah itu kadang kala orang-orang terdekat kita, orang tua, pasangan, bahkan bos / atasan / investor (my own experience) yang pasti jika kita menegur (apalagi hal yang menurut mereka dan khalayak umun adalah hal “biasa”) namun kita tahu itu adalah pelanggaran, maka kita mau tidak mau WAJIB melawan rasa sungkan / malu itu untuk tetap memperingatkan mereka.

Tausiyah Yang Mengubah Hidup Saya Terkait Kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Jadi, Apakah Amar Ma’ruf Nahi Munkar itu sulit?
Sama Sekali TIDAK,
Dari pengalaman saya pribadi, yang sulit adalah mengalahkan ego kita untuk merobohkan rasa ketidaknyamanan ketika menyampaikannya.

Semoga kita semua terus berada dalam naungan rahmat dan hidayah Allah.

Amiin.