Pertandingan 1–0 Paling Seru di Dunia

Dua penalti, lima kartu merah, satu kompi polisi, dan 25 menit perpanjangan waktu demi satu gol untuk meraih tiket promosi ke divisi utama Liga Brazil.

Tak banyak orang mengenang partai yang berakhir dengan skor 1–0. Alasannya, pertandingan seru biasanya diwarnai hujan gol. Tapi di Brazil, orang-orang mengenang ‘Battle of Aflitos’, pertarungan antara klub divisi dua Gremio dan Nauticos yang berakhir 1–0 sebagai salah satu partai terbaik.

Dalam partai ini, Gremio dan Nauticos yang sama-sama butuh kemenangan untuk lolos ke divisi utama Liga Brazil bermain ngotot. Jual beli serangan terjadi, namun, bukan hujan gol yang didapat, melainkan hujan kartu merah. Sejak menit ke-80, Gremio bermain dengan tujuh orang pemain.

Tiga orang pemain langsung diusir keluar oleh wasit Djalma Beltrami. Situasi sempat ricuh hingga polisi terpaksa dipanggil ke dalam lapangan untuk meredam agresivitas pemain Gremio. Kericuhan ini bermula karena pemain-pemain Gremio tak terima diganjar penalti oleh Beltrami. Pertandingan pun sempat terhenti selama lebih dari 20 menit.

Para pemain Gremio tak terima dengan keputusan wasit Djalma Beltrami. Tiga pemain Gremio diusir akibat melakukan protes secara berlebihan.

Pada menit ke-116, pertandingan dilanjutkan dengan tendangan titik putih bagi Nauticos. Sayangnya, sepakan Ademar masih bisa ditahan oleh kiper Gremio. 72 detik sejak kegagalan penalti Nauticos, lewat sebuah serangan balik, Gremio yang bermain dengan tujuh pemain berhasil mencetak gol.

Pencetak gol tunggal dalam pertandingan tersebut adalah mantan pemain Manchester United, Anderson. Ia langsung diarak oleh para pemain lain untuk merayakan kesuksesan Gremio kembali ke kasta tertinggi di Liga Brazil. Salah satu rekan yang mengarak Anderson, adalah kompatriotnya yang kini berlaga untuk Liverpool, Lucas Leiva.

Simak pertandingan lengkapnya di sini:

#QUATRICK adalah rubrik sepakbola di Qlat.co. Terbit sekali setiap minggu, menyajikan peristiwa-peristiwa unik di lapangan hijau yang belum sempat diberitakan di media lain, ;).

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.