Jeff Beck, Live at Ronnie Scott’s November 2008, Fenomenal?

Jeff Beck, inventor dan pionir gitar rock, musisi eksperimental, unorthodox guitar player, panutan bagi para gitaris era sesudahnya, serta banyak label lain yang tersemat padanya.

Para dewa gitar rock dekade paling awal, Eric Clapton, Jimmy Page, George Harrison, Ted Nugent, Peter Green, Jeff Beck, dan lain sebagainya mungkin telah memasuki masa post-produktif karir mereka. Masa pensiun (atau semi pensiun) mereka kebanyakan diisi dengan berbagai proyek nostalgia atau kolaboratif dengan musisi-musisi yang lebih muda. Jeff Beck salah satunya, dan yang mungkin salah satu yang paling aktif di antara mereka.

Jeff Beck rutin tampil dalam beberapa acara berbau nostalgia, semisal festival gitar Crossroad (yang diprakarsai oleh Eric Clapton), atau Tribute to Les Paul, yang (tentu saja) diprakarsai oleh Gibson Guitars.

Menilik beberapa konser yang ia lakoni di beberapa tahun belakangan ini, ada satu yang tergolong luar biasa….

Performing This Week, Live at Ronnie Scott’s

ge

Kafe (jazz) berkapasitas penonton yang lumayan sedikit ini mungkin bukan tempat yang (sebenarnya) cocok untuk menampilkan musik-musik agresif milik Jeff Beck. Kafe yang rutin menampilkan musisi-musisi jazz sejak tahun 60-an ini (mungkin) sekikit lupa genre bila mengundang seorang musisi macam Jeff Beck.

Mereka, para penonton yang (mungkin) kebetulan tidak mengenal Jeff Beck mungkin akan sedikit terhibur dengan beberapa repertoar yang jazzy, atau jamming-nya bersama Eric Clapton.

Dengan ruangan/venue yang sedemikian sempit, konser ini malah sangat istimewa (menurut saya), bila kita bandingkan dengan penampilannya di Crossroad Guitar Festival.

Jempol ‘Gila’ Jeff Beck

Jeff Beck, sebagaimana kita tahu, mendedikasikan jempolnya sebagai main course repertoar-repertoarnya. Dari jempol gilanya tercipta tune unik gitar Jeff Beck. Tengoklah Cause We’ve Ended as Lovers (repertoar keempat). Kemungkinan besar Jeff Beck menghindari suara ‘tuk-tuk’ yag dihasilkan oleh petikan gitar menggunakan pick agar petikan gitarnya terdengar sangat lembut.

Naik turunnya nada dengan tuas whammy

Asik banget, Jeff Beck memang master (dan pionir) teknik bergitar ini. Kombinasi sentuhan jempol gila dengan ‘lembutnya’ whammy bar Fender Stratocaster (ditambah venue yang kecil) menghasilkan konser eksklusif yang rasanya benar-benar bisa dicicipi (sekalipun lewat Youtube).

Komposisi beraroma Jazz, sisi eksploratif (dan masa kecil) seorang Jeff Beck

Jeff Beck mungkin salah satu dari sedikit gitaris yang menyukai eksplorasi musik lintas genre. Jeff Beck mengaku dulu sekali, sewaktu masih kanak-kanak, musik Jazz (dan sedikit musik klasik) adalah pengaruh paling awal yang ia dapatkan.

Where Were You? (repertoar penutup)

Mengomentari repertoar penutup (yang tergolong ambisius) sebuah pertunjukan adalah tindakan arogan yang mungkin merusak gambaran pertunjukan secara keseluruhan. Bagi saya repertoar ini malah terdengar sentimentil (didukung oleh judul repertoar yang tergolong sentimentil). Akan tetapi repertoar tersebut, dalam kaitannya dengan memberi rasa pada teknik bergitar andalannya (jempol gila dan penggunaan tuas whammy) merupakan salah satu masterpiece, trademark, atau monumen Jeff Beck yang hanya ada di konser ini.

Posisi Where Were You? sebagai penutup sebuah konser (fenomenal) bolehlah kita hormati sebagai persembahan terakhir, repertoar pamungkas, atau yang lebih sentimentil lagi: langit senja salah satu icon gitar rock yang paling banyak disebut ini.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.