Berkunjung ke Eplus.Co Coffee and Coworking

Pada hari Selasa, 22 Oktober 2019, selain mengunjungi ETOS Coworking Space, kami juga melakukan kunjungan ke Eplus.Co Coffee and Coworking. Mereka berlokasi di sekitar Jl. Candi Gebang, tidak jauh dari Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Eplus, sebenarnya bukan brand baru di Yogyakarta, karena mereka sudah membuka usaha sejak September 2018. Tetapi pada saat itu, mereka hanya merambah di dunia coffee shop. Seiring berjalannya waktu, mereka berusaha untuk mulai menapaki dunia coworking space, sehingga pada bulan Juni 2019, mereka melakukan renovasi bangunan, dan baru aktif kembali awal bulan Oktober 2019.
Setibanya di Eplus, kami tidak langsung bertemu dengan pemilik mereka, karena kami datang terlalu awal. Sehingga kami memutuskan untuk memesan beberapa menu sekaligus mengelilingi tiap sudut dari Eplus. Tidak mengherankan jika tempat tersebut sangat ramai. Desainnya yang unik memberikan sensasi santai untuk sekedar berkumpul atau mengerjakan tugas. Pilihan menu yang mereka tawarkan pun bermacam-macam, meskipun dari segi harga, lumayan mahal di kantong para mahasiswa. Tetapi menurut kami itu adalah harga yang umum untuk tempat yang memang awalnya merupakan coffee shop, dengan tampilan ruang yang unik, menu yang mewah, dan tentunya fasilitas internet yang mumpuni.
Mereka menawarkan dua sisi ruang yaitu ruang dalam yang terpisah beberapa sekat dan ruang luar yang menawarkan pemandangan sungai disebelahnya. Dari segi coworking space, selain menawarkan open space, yang dapat digunakan pengunjung umum, mereka pun menawarkan virtual office, office space, dan meeting space. Paket virtual office yang ditawarkan meliputi paket bulanan dengan harga mulai dari Rp. 600 ribu. Sedangkan untuk paket office space, mereka memberikan pilihan space untuk 8 atau 15 orang, yang dapat dipesan secara bulanan mulai dari Rp. 3,5 juta. Khusus untuk meeting space, mereka menawarkan banyak pilihan dari space untuk 8–10 orang dan 15–20 orang, yang kemudian bisa dipesan per tiga jam, per enam jam, hingga sehari penuh, dengan harga mulai dari Rp. 100 ribu. Pemesanan ruangan tersebut tidak termasuk menu makanan dan minuman. Mereka buka setiap hari dari pukul 09:00-00:00.
Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, pemilik Eplus, yaitu Mas Aank tiba dan menyambut kami dengan tangan terbuka. Kami berbincang banyak hal sekaligus menjelaskan tentang produk yang akan kami tawarkan. Dari perbincangan tersebut, kami dapat menangkap bahwa yang menjadi kesulitan bagi Eplus dalam merambah dunia coworking space adalah terkait promosi mereka terhadap masyarakat terkait manfaat yang dapat diberikan dari menggunakan fasilitas coworking space yang ada, termasuk virtual office, office space, dan meeting space. Apalagi mereka baru mengusung konsep tersebut kurang dari satu bulan. Tetapi mereka berpikir bahwa itu merupakan tantangan yang memang mereka harus hadapi.
Pada saat ditanya apakah mereka memiliki fokus tersendiri untuk mengumpulkan suatu komunitas tertentu di Eplus, misalnya komunitas UI/UX atau sepeda. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak memiliki fokus tertentu, tetapi tidak menutup kemungkinan jika memang ada suatu komunitas tertentu yang ingin melakukan kolaborasi dengan Eplus di masa mendatang.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan. Semoga Eplus semakin berkembang, termasuk dalam menerapkan konsep coworking space.

