Berkunjung ke ETOS Coworking Space

M. Rafiq Munandar
Nov 1 · 3 min read
Tim Ruangmu bersama Mas Capung (tengah)

Pada hari Selasa, 22 Oktober 2019, kami melakukan kunjungan ke salah satu konsep nyata dari coworking space di Yogyakarta, yaitu ETOS Coworking Space. Berlokasi disekitar Jl. Pandega Marta, yang berada didekat kawasan UGM, membuat tempat ini mudah untuk ditemukan.

Di ETOS, kami disambut hangat oleh dua dari empat pendiri coworking space tersebut. Mereka adalah Mas Capung dan Mba Noven. Ditengah percakapan, Mba Noven sempat izin untuk menyelesaikan urusan lain. Sehingga sisanya diserahkan ke Mas Capung. Dari percakapan yang berlangsung hampir dua jam, diakhiri dengan tour ke tiap-tiap ruang yang ada di ETOS, kami merasa bersyukur karena bisa bertemu mereka yang benar-benar telah berpengalaman dengan dunia coworking space.

Tercetusnya ide untuk mendirikan ETOS sekitar bulan April 2019, diawali dari kegelisahan mereka akan konsep coworking space yang akhir-akhir ini semakin meluntur di Kota Pelajar tersebut. Konsep coworking space yang seharusnya memberikan fasilitas untuk bekerja dengan suasana tenang, kini berubah menjadi begitu ramai dengan begitu banyak pengunjung yang menghabiskan berjam-jam hanya untuk mengobrol sambil menikmati fasilitas internet tidak terbatas. Dari situasi tersebut, kemudian mereka berinisiatif untuk mendirikan ETOS, sekaligus untuk mengedukasi tentang konsep coworking space yang sebenarnya, seperti yang diterapkan diluar negeri ataupun kota-kota besar di Indonesia, meliputi Bali dan Jakarta.

Mereka tidak menyebut ETOS sebagai sebuah kafe yang kemudian menawarkan pula beberapa space, justru mereka menyebutnya sebagai kantin. Dengan penyebutan ETOS sebagai kantin, mereka tetap memberikan tempat bagi pengunjung untuk datang dan menikmati fasilitas internet, tetapi fasilitas tersebut ditawarkan secara terbatas hingga dua jam. Sedangkan untuk bisa menikmati fasilitas internet yang lebih lama, mereka harus membeli paket membership. Mereka menawarkan paket daily membership dan weekly membership untuk shared space. Paket daily membership memberikan pengunjung kesempatan untuk menikmati fasilitas internet hingga 10 jam. Untuk paket weekly membership, pengunjung dapat menikmati fasilitas internet yang tidak harus dihabiskan dalam tujuh hari berturut-turut, melainkan bisa dihabiskan dalam kurun waktu satu bulan, selain itu terdapat pula fasilitas printing.

Selain menawarkan paket membership untuk shared space, ETOS, yang merupakan coworking space berbentuk homey, mereka menyediakan pula private office, meeting room, dan event space. Pengunjung dapat menyewa private office dengan harga mulai dari Rp. 4 juta, dengan kapasitas pilihan untuk 6/8/15 orang, dan dapat dipesan secara bulanan, tiga bulan, ataupun enam bulan. Sedangkan untuk kebutuhan meeting, mereka menyediakan meeting room, dengan harga mulai dari Rp. 250 ribu, untuk pilihan per tiga atau per delapan jam, dan jika dibutuhkan pengunjung dapat meminta extension. Banyaknya komunitas yang membutuhkan ruang, memberikan kesempatan bagi mereka untuk menawarkan event space yang dapat disewa per tiga jam, dengan kapasitas hingga 40 orang, dan harga mulai dari Rp. 20 ribu/orang. Selain menawarkan ruang, mereka sering mengadakan acara gathering bersama para membership, untuk bisa saling mengenal, sekaligus memberikan kesempatan bagi para membership untuk mengutarakan saran mereka kepada ETOS. Mereka buka senin hingga sabtu dari pukul 08:00–21:00.

Ketika mengunjungi ETOS, jangan heran jika kondisinya tampak begitu sunyi. Kondisi tersebut tidak disebabkan oleh sepinya pengunjung, melainkan karena itulah kondisi yang mereka coba tampilkan sebagai wajah coworking space yang sebenarnya. Bahkan jika dilihat dari ketersediaan private office, yang berjumlah tujuh ruang, kini hanya menyisakan satu ruang. Diantara perusahaan yang menyewa adalah Niagahoster.

Kembali ke perbincangan mengenai coworking space yang ada di Yogyakarta, Mas Capung, yang merupakan alumni dari Antologi Collaboractive Space, mengatakan bahwa dia tidak merasa begitu terganggu atau bahkan memusuhi tempat lain yang memberikan tagline tegas coworking space atau collaboration space, meskipun tidak ada konsep nyata didalamnya. Dia justru senang dengan keberadaan mereka, artinya dengan semakin banyak tempat yang menawarkan space, Mas Capung berpikir untuk membuat sebuah kolaborasi, agar nantinya pengunjung yang membutuhkan tempat bisa berpindah-pindah sekaligus tidak bosan berada di satu tempat yang sama dengan sistem membership. Dengan begitu, Mas Capung berharap bisa mengembalikan fungsi coworking space yang saat ini sedang krisis.

Pada saat ditanya apakah ETOS itu akan tetap idealis ditengah bingar-bingar coworking space yang ada, Mas Capung mengatakan bahwa mereka tetap memiliki idealis tentang konsep coworking space yang sebenarnya, tetapi mereka pula realistis, artinya mereka harus “create something” yang bisa menjadi nilai lebih. Misalnya dengan mengadakan banyak event dengan komunitas, sehingga bisa melakukan kolaborasi dengan mereka.


Akhir kata kami mengucapkan terima kasih atas ilmu-ilmu yang dibagikan dari ETOS. Kami berharap bisa mewujudkan masukan-masukan yang diberikan. Dan semoga ETOS terus berkembang dengan inovasi-inovasi dari Mas Capung dan kawan-kawan.

ruangmu

Platform pemesanan ruangan untuk berbagai macam kegiatan mulai dari ruang kerja bersama, ruang rapat & ruang acara.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade