Ayo Dolan Rek
Sepanjang, Taman. mungkin yang orang lain pikirkan merupakan sebuah tempat yang berisikan tanaman dan digunakan untuk piknik. Namun tidak bagiku, Taman merupakan rumah. yap… benar sekali, Taman merupakan nama kecamatan dimana rumahku berada. Bagian dari kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pada awalnya tak banyak orang mengenal daerahku, namun semenjak 9 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2006 silam, daerahku menjadi sangat dikenal karena lumpurnya. Alhamdulillah rumahku masih belum terknena lumpur, namun lebih cocok dibilang “coming soon”.
Akhirnya aku berada di kampung halaman setelah lebih dari 1 semester berhadapan dengan tugas perkuliahan. Banyak sekali hal-hal yang ingin aku lakukan mumpung di rumah. Langsung saja kuhubungi kawan-kawan expiredku sejak jaman jahiliyah. Setelah berembug via LINE sudah diputuskan untuk mengadakan cangkruk sambil ngopi bareng.
Hari H pun tiba, akhirnya akupun bertemu dengan kawan-kawanku yang sudah lama tidak bertemu di sebuah warkop. obrolan ngalor ngidul pun terjadi selama cangkru’an tersebut. Tiba-tiba muncul ide dari seorang teman sekaligus pembinaku semasa SMA untuk menculik salah seorang temanku yang menjalani studi di STSN. Ternyata, dia sedang sakit radang ginjal sehingga tidak bisa ikut dolan. Namun, setelah dibujuk-bujuk akhirnya dia mau keluar dolan. langsung tanpa pikir panjang kota batu menjadi tempat tujuan dolan kali ini.
Jalanan malam sepanjang surabaya-sidoarjo-pasuruan-malang sudah ditempuh menuju kota batu. Sesampainya di alun-alun kota batu,tempat pemberhentian pertama yaitu mampir ke pos ketan yang sangat melegenda. Tapi, ada yang menarik perhatian kami di sebelah pos ketan tersebut, terlihat menu yang tak wajar, antara lain ceker setan, ndhas koplak, sayap kere, jeroan jahannam, dan menu lainnya. Harganya juga aneh, tertulis ceker setan harga perporsinya 15E. E? Euro? ternyata E adalah singkatan dari ewu, sebutan nominal ribuan oleh orang jawa. setelah memesan beberapa ketan dan ceker, kamipun menunggu makanan sambil ngobrol-ngobrol. selang beberapa menit kemudian makanan kamipun datang. Ternyata kenapa disebut ceker setan karena bumbu untuk membuat hidangan ini sangat pedas. Temanku yang sedang sakit radang ginjal pun terkejut dengan rasa yang amat pedas terasa dimulutnya. akupun khawatir dengan keadaan temanku tersebut. tapi katanya tidak apa-apa, setelah menghabiskan makanan yang dipesan, kamipun bergegas ke pemberhentian kedua.
Waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 WIB. Terlihat di kanan jalan ada sebuah universitas yang terkenal di malang, yaitu UB. pemberhentian kedua adalah warkop sekitar jalan Soetta dikawasan UB, hanya untuk menikmati dinginnya malam dengan secangkir kopi dan hangatnya obrolan diantara kami. memang sudah jadi tradisi cangkruk untuk mempererat bonding diantara kami. Tiba-tiba temanku yang sedang sakit merintih kesakitan pada bagian pinggangnya. akupun khawatir dan segera membawanya ke rumah sakit. satu kota sudah kami kelilingi untuk mencari rumah sakit, namun hasilnya nihil, tidak ada rumah sakit yang buka, sehingaa kamipun memutuskan untuk mengantarnya pulang. saat perjalanan, aku melihat ada satu rumah sakit yang masih buka. langsung saja aku membawa temanku ke rumah sakit tersebut. Setibanya di rumah sakit, temanku langsung masuk IGD, aku dan temanku lainnya menunggu diluar dengan keadaan cemas, berharap tidak terjadi apa-apa pada temanku. Setelah beberapa saat akhirnya temanku keluar dari ruang IGD, katanya dia diberi obat nyeri untuk menghilangkan sakit di pinggangnya . akhirnya kamipun bergegas untuk mengantarkannya pulang. aku berpikir kambuhnya penyakit temanku itu karena kebanyakan ceker setan dan ndhas koplak. sesuai dengan namanya, makanan tersebut membuat kami koplak. Seperti tidak ada kapoknya, kami akan merencanakan penculikan selanjutnya!
MONCOS 15414069