CALISTRET
baca, tulis, potret

‘Momen’ rehat kali ini terasa cukup singkat. Mungkin karena aku terlalu menyukai kegiatan yang kulakukan di setiap harinya atau justru karena aku ingin liburan segera berakhir? Oh tidak, jelas bukan karena yang kedua. Aku mengerjakan hal-hal yang bisa membuatku relax dan bahagia — sekalipun itu adalah tugas. Singkatnya, selain meminta maaf dan bersilaturahim, ada tiga hal yang kulakukan dengan suka cita selama 20 hari kemarin. YAP! Membaca, menulis, dan memotret.
Apa yang kubaca?
Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap. -Milea (Dilan 2)
Dalam rangka beristirahat sejenak, aku memilih untuk tenggelam dalam dunia novel yang bukan bertema detektif atau pembunuhan teka-teki. Dan, Dilan jilid kedua lah pilihanku. Aku sangat tertarik dengan buku ini, penulisnya — Pidi Baiq — memiliki bahasa dan gaya cerita yang santai namun penuh emosi. Aku membacanya dari mulai perjalanan menuju Jakarta, saat menunggu pesawatku datang sebelum ke Bangka Belitung, dan juga setiap hari hingga hari H Lebaran tiba. Lama sekali ya? Memang, aku sengaja untuk tidak menghabiskannya cepat-cepat supaya ceritanya tidak cepat selesai. Memang cukup menye-menye, sih. Tapi namanya juga liburan, bebas bahagia tanpa paksaan, kan, ya?

Setelah bukunya tamat, aku mencari bahan bacaan lain. Oiya, sebelumnya akan kuberi tahu satu hal, aku sangat menyukai cerita tentang benda-benda luar angkasa, dari mulai Matahari, Bumi hingga segala hal yang berhubungan dengan langit. Kemudian, aku sangat antusias setelah mengetahui informasi dari NASA mengenai Planet Kepler 452-b yang diyakini sangat mirip dengan Bumi. Aku langsung membaca banyak sumber untuk mengetahui segalanya lebih dalam dari mulai mengapa, kapan, apa, hingga bagaimana fakta itu sebenarnya. Sedikit pengetahuan tentang Kepler 452-b, planet ini memiliki ukuran 60 persen lebih besar dari Bumi dan berada sejauh 1.400 tahun cahaya dalam konstelasi Cygnus. Yayaya, intinya, itulah dua hal menyenangkan yang kubaca selama liburan kemarin.
Lalu menulis apa?



Kegiatan liburanku selanjutnya adalah menulis. Menulis yang kumaksud bukan seperti menulis cerita untuk novel atau medium, melainkan “menulis momen”. Tipografi merupakan hobiku yang sekarang mulai tersalurkan ke dunia bisnis. Selama liburan ini aku lumayan banyak mendapat job untuk membuat poster kegiatan atau pun tulisan ucapan. Awalnya, aku tidak akan menerima order selama libur lebaran, karena saat mudik ke Bangka pun aku tidak membawa alat-alat menulisku satu pun. Namun tiba-tiba temanku memesan ucapan ulang tahun untuk temannya, alhasil, setelah mudik aku langsung kejar tayang untuk membuat pesanan tersebut. Untungnya, aku senang melakukan hal ini, tidak ada rasa paksaan atau tekanan saat membuatnya. Selain itu, dengan menulis hal-hal seperti ini aku jadi lebih sering melihat orang lain bahagia. Bukankah kamu akan turut senang saat berada di lingkungan yang sedang berbahagia?
1..2..3.. CEKREK!
Zaman sekarang semua hal rasanya perlu diabadikan ya? Apalagi seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti saat ini, foto bisa selfie, bisa dengan lensa tambahan, tongsis, sampai kamera-kamera yang beragam macamnya. Begitu juga di keluargaku, seusai sungkeman di hari Lebaran, kami pasti melanjutkannya dengan sesi foto-foto. Buatku, fotografi adalah cara untuk menyampaikan apa yang ingin terus diingat dengan cerita di dalam gambarnya. Saat lensanya bertemu semesta, maka apa yang dilihatnya telah direkam lengkap dengan suasana dan momen saat itu.

Nah, setiap liburan ke Bangka, aku selalu pergi ke pantai, entah itu Pantai Matras, Pantai Parai atau Pasir Padi. Aku tidak pernah bosan bertemu dengan laut dan menyapa horizon antara langit dan ujung samudera. Aku tidak bosan mengambil gambar setiap kali air laut berpapasan dengan pasir dan kakiku. Belum lagi langit sore yang menyuguhkan matahari terbenam sehingga warnanya menjadi sangat indah seperti aurora. Pasti kamu dapat membayangkan kan? Damai sekali.

Berbeda dengan liburanku sebelumnya, kali ini aku mencari satu tempat baru di Bangka Belitung yang belum pernah kukunjungi. Tempat tersebut adalah Bangka Botanical Garden (BBG). Di sana terdapat banyak sekali pepohonan dan tumbuhan-tumbuhan menarik untuk dijadikan tempat wisata atau latar berfoto-foto. Cukup tertata rapi dan bersih, lumayan mirip juga dengan Jeju Island-nya Korea Selatan, bedanya kalau di BBG tidak mungkin ada salju di tanahnya, namun taman ini sangat indah dan cocok menjadi tempat bersantai. Aku mengambil tempat ini sebagai tugas foto mapping landmark karena tempatnya yang khas, belum banyak orang mengetahuinya dan juga jarang terdapat di Indonesia terutama di kota-kota besar.
CALISTRET. Itulah yang kulakukan selama di Jakarta, Bangka Belitung dan Bandung selama 20 hari. Saatnya kembali menjalani rutinitas sebagai seorang mahasiswa. Semoga bisa bertemu liburan dan lebaran berikutnya. aamiin
Momen rehat telah selesai, sungguh? Tidak terasa, ya?
Tiara Hasna Rachman // 15414041