Istirahat Seorang Pemburu di Kampung Halamannya


“Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi”
-Pidi Baiq-

Kota Bandung merupakan kota kelahiranku. Jika kamu bertanya kemana aku pergi disaat liburan tentu jawabannya pulang kampung. Ya tentu, Aku tidak kemana-mana, semua keluarga ada disini. Kota yang selalu memberikan cerita-cerita baru, kota dimana Aku belajar akan pelajaran hidup.

Kegiatan yang Aku lakukan selama libur itu mungkin tidak seperti yang lain, mereka yang pergi berlibur keluar kota bersama keluarga? Tentu Aku tidak. Tujuh hari pertama libur, Aku dikampus. Selain karena ingin berkumpul dengan dulur di LSS, kegiatan yang Aku lakukan adalah lari sore.Menjelang hari raya, buka bersama dengan teman-teman sudah pasti dilakukan. Berkumpul, bercanda, dan lainnya yang bisa menjaga kekeluargaan kami.


Hari Raya

Setelah shalat Ied, Aku pergi mengunjungi keluarga-keluargaku yang lain. Shalat Jum’at pada hari itu Aku laksanakan di Masjid Agung. Hari itu adalah hari dimana Kota Bandung sepi, walau banyak sekali orang-orang berplat B berkunjung untuk foto-foto di Sepanjang Jalan Asia-Afrika. Hari ke-2 pun sama, tetapi sialnya kota kelahiranku ini sudah sangat ramai. Hari minggunya, semua keluarga berkumpul di rumahku. Merekatkan tali persaudaraan yang sudah ada.


Seminggu Terakhir

Tak ada kegiatan yang Aku lakukan, tidak pergi keluar rumah selain hanya untuk lari pagi. Hanya ada laptop di depan mataku. Lima belas jam dalam sehari hanya untuk bermain game online yang sudah lama aku mainkan sejak SD. Kapan lagi aku bisa bermain, jika sudah ngampus….. tak ada waktu. Karena di kampus aku harus belajar, menjadi seorang pemburu seperti yang pernah Pak Koko Martono bilang, beliau adalah seorang dosen kalkulus yang mengajariku. Seorang pemburu yang belajar dan meraih ilmu yang bukan hanya di dapat dari dosen. Bukan hanya pelancong yang selalu mengikuti tour guide.


Karya di Liburan Kali ini

Walau liburan yang sesederhana itu, Aku masih mencoba menulis yang ada dipikiranku. Memang masih banyak koreksi dari kegelisahan itu.

Nyamuk-Nyamuk Sialan

Mereka yang Aku Lupakan

Kumpul dengan Teman atau Kumpul dengan Smartphone

Mengkritisi Transit Apartment Kang Emil

Maaf Maafannya Cuman Lebaran Aja?

Mau Curhat Juga Tentang Latihan Fisik

BELAJAR DARI BUKU PAK BEYE DAN ISTANANYA

Kesia-siaan adalah Pantangan (kalimat ini aku dengar ketika kadwil SAPPK)


Diaz Ekaputra — 19914033–15414066 — Sadeva Satyagraha