Libur Tanpa Istirahat


Libur lebaran kali ini benar-benar ingin saya gunakan untuk melepas penat. Ditengah kesibukan diklat dan interaksi, tentu saja momen libur ini harus saya gunakan untuk beristirahat … inginnya. Nyatanya? Memang libur ini dapat dikatakan melepas penat, namun tidak benar-benar digunakan untuk beristirahat.

Pada jangka waktu 3 minggu libur yang saya miliki, Surabaya menjadi tempat transit serta melepas penat saya yang pertama. Dari bandara saya dijemput oleh keluarga untuk kemudian menginap selama beberapa hari di kota pahlawan tersebut. Bersama ayah, ibu, dan kakak, saya menghabiskan beberapa hari tersebut dengan jalan-jalan, wisata kuliner, serta berbelanja. Baru setelah puas, kami pulang ke Jember untuk mempersiapkan lebaran yang semakin dekat.

Menjelang lebaran, saya lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah untuk bertemu teman, serta keluarga besar lain. Mengingat banyak sekali ajakan untuk berbuka bersama yang direncanakan oleh saya dan teman-teman. Setelah lebaran pun, lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk bersilaturahmi ke keluarga di luar kota. Kegiatan setelah lebaran lah yang banyak menghabiskan waktu dan tenaga saya.

Keluarga besar ayah saya telah merencanakan liburan ke Sumenep Madura untuk mengunjungi kuburan saudara ayah saya yang meninggal sewaktu kecil disana. Perjalanan ditempuh menggunakan bis sewaan dengan jumlah keluarga yang ikut yaitu 13 orang. Agenda diantaranya juga mengunjungi suatu pulau kecil di timur Madura yang bernama Gili Lebak. Perjalanan menuju pulau itu sendiri di tempuh dalam waktu 2 jam atau 4 jam pulang pergi dengan menggunakan perahu tradisional. Dengan ombak yang sangat besar, perjalanan berangkat terasa sangat menyiksa dan membuat pusing semua keluarga saya. Namun hal tersebut terbayar dengan terumbu karang yang sangat indah saat kami ber-snorkeling disana, begitu juga pemandangan serta pantainya yang serasa belum tersentuh manusia.

Dalam perjalanan pulang menuju Jember, saya dan kakak saya diturunkan di perumahan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember tempat kos kakak saya berada. Saya menginap disana selama dua malam untuk kemudian naik pesawat kembali ke Bandung. Saya tiba di Bandung tanggal 24 Juli pagi dan alasan saya ingin kembali lebih cepat dari teman-teman saya adalah saya ingin mengisi tenaga untuk persiapan diklat dan interaksi mendatang. Tanggal 25 Juli saya habiskan dengan tidur dan beristirahat.

ROSSITA PUTRI ANDANNI — 15414005