Liburan atau Lebaran?
17 Juli 2015. Hari-H. Bandung.
Setelah pada hari sebelumnya pengumuman hasil sidang isbat menentukan Hari Idul Fitri 1436H jatuh pada hari ini, jutaan manusia di bumi Indonesia mulai bersiap-siap untuk berkumpul melaksanakan ibadah Sholat Ied. Di Bandung, ratusan, mungkin ribuan, manusia merapat di sekitar lapangan gasibu. Tak ada lagi bangun pukul 4 pagi untuk sahur. Tak ada lagi istilah ‘ngabuburit’ menunggu kumandang adzan di sore hari. Tak ada lagi pula bermalam di masjid demi Sholat Tarawih. Yang menunggu setelah Sholat Ied hanyalah toples-toples berisi nastar, putri salju, dsb di rumah, salam-salaman dengan orang lain, dan tentunya Ang Pao atau THR.
***
H+1. H+2. H+3. H+4.

Kue-kue di toples sudah mulai habis. Uang dalam amplop mulai menipis, apalagi di dompet. Selesai sudahlah semua rangkaian silaturahim dengan keluarga, teman, dan orang-orang sekitar. Semua orang mulai menikmati liburan masing-masing. Di Bandung, puluhan tempat wisata yang kebanyakan bertempat di jalan, seperti Jalan Asia Afrika, Jalan Riau, Jalan Dago, dan jalan-jalan lainnya, dipenuhi ribuan pendatang dari sekitar Kota Bandung. Maklum, jalan-jalan di Bandung memang banyak atraksinya dibanding kota-kota lain. FO, café, taman-taman beragam nama, dll. Terkadang, untuk orang yang lahir dan terus berkunjung tiap tahunnya ke kota ini, aneh rasanya melihat kejadian ini.

“Apa yang mereka cari, sih? Sebosan itukah orang-orang ini di habitat aslinya? Haruskah membanjiri kota sebelah?”
Muncul berbagai pertanyaan di kepala. Muncul pula banyak sekali teori dan hipotesis. Keluarga? Belanja? Makan? Liburan? You name it.
Sesak. Penuh. Riweuh. Mungkin sudah waktunya kembali ke kota asal. Dalam hal ini, kota asal bagi kebanyakan orang mungkin berarti kota kelahiran, namun bagi beberapa orang lainnya kota asal adalah rumah. Rumahku, untuk 18 tahun, memang adanya di Jakarta. Muak sudah dengan kepenuhan bandung, iri dibuat teman-teman di Jakarta dengan fenomena kosongnya Jalan Sudirman-Thamrin yang biasanya macet dipenuhi para pencari uang di Ibukota.

“Pada mudik ke luar kota ya? Enak juga ya, sekali-kali lebaran harus di Jakarta nih.”
Sekian.
Abi Rafdi — 15414070