Liburan? What the hell is that?
Liburan? Apaan tuh? Emang ada ya? Kapan emangnya itu? Kok gak pernah ngerasain sih? Atau karena emang udah lama ya gak ngerasain hal itu?
Oke, pertanyaan di atas memang yg selama ini aku rasain. There is no holiday in my life, At least for 3 years before. So, whats next? Disuruh menceritakan liburan? Maaf aja nih, aku gak bakal bisa menceritakan hal yang disebut liburan itu.
Sebagai gantinya, aku akan menceritakan apa yang aku dapat selama 3–4 minggu yang lalu. Yaitu tentang buku yang aku baca. Hmm, dan sepertinya aku juga bisa menceritakan hasil percakapanku dengan 2 orang tentara di perjalanan pulang ke kampung halaman, serta seorang polisi yang aku kenal di Kota Surabaya.
Oke, sekarang aku akan menceritakan apa yang aku dapat dari membaca buku berjudul “nasional.is.me” karya seseorang, yang juga dulunya berkuliah diFSRD ITB, Pandji Pragiwaksono. Buku ini menceritakan pengalaman Pandji sendiri. Di buku ini juga aku mendapat pelajaran apa Indonesia itu, nasionalisme, dan sudahkah aku sendiri mengenal tanah airku?

Buku ini membuat aku semakin cinta akan Indonesia. Banyak hal tak terduga yang diungkapkan dalam buku ini, yang ternyata bisa dilakukan oleh negara kita, Indonesia. Membuat sadar betapa dangkalnya pengetahuanku tentang Indonesia yang aku ketahui. Membuat aku percaya bahwa Indonesia itu indah, Indonesia menakjubkan, Indonesia itu negara yang diakui juga kehebatannya oleh dunia.
Setelah membaca buku ini, aku heran dengan diriku sendiri. Mengapa dulu menyepelekan Indonesia. Aku tau pasti masih banyak orang Indonesia sendiri yang sepertiku, yang membanggakan negara lain, bahkan ingin tinggal di negara lain tersebut, dan melihat Indonesia dengan sebelah mata. Untuk kalian yang masih belum percaya akan betapa mengagukamnya negara kita ini, this book is really really recommended for you!
Dalam perjalanan ke kampung halaman, kebetulan aku duduk bersebelahan dengan komandanan marinir yang bertugas di Surabaya. Banyak hal baru yang saya ketahui tentang angkatan bersenjata yang ada di Indonesia ini. Mereka adalah orang-orang yang tau betul bagaimana menakutkannya peperangan. Komandan ini berkata, “orang sekarang mas ya, enak banget tinggal bilang perang dengan malaysia gara-gara masalah sepele. Dikira perang itu enak apa! Gimana coba nasib warga yang di Kalimantan, yang rumahnya itu pas di perbatasan. Mati duluan mereka dong.” yang ternyata komandan ini pernah menjaga perbatasan Indonesia dan Malaysia yang ada di Kalimantan. Katanya orang-orang di sana itu sering banget menyebrang perbatasan, tanpa pasport dll, alasannya ketemu keluarga yang memang terpisah kewarganegaraan. Komandan itu juga percaya sebenarnya Indonesia itu bisa lebih maju dari sekarang. Masalahnya tentang orang-orang yang memegang kekuasaan. Mereka yang memegang kekuasaan nggak bener katanya kurang imannya, pengetahuan tentang strategi-strategi juga gatau, ilmunya tentang kemasyarakatan juga kurang. Menurut komandan ini juga, kalo ada calon presiden yang lulusan pesantren, trus kuliah di ITB, dan juga sekolah di sekolah intel yg ada di amerika atau apa gitu (lupa tepatnya apa hehe), dia pasti milih tuh calon. Pasti mantap katanya soalnya iman bener, ilmu bagus, strategi-strategi juga tau. Komandan ini juga gak suka liat pemuda jaman sekarang yang sukanya ngehina-hina polisi atau tentara, katanya pemuda itu gak tau gimana susahnya jadi mereka.
Pak Nyoman, seorang Polisi lalu lintas di Polsek Genteng, Surabaya. Itu bapak polisi yang aku kenal. Seperti biasa, waktu nongkrong, Pak Nyoman ini juga ikut ngobrol-ngobrol denganku dan teman-teman. Pelajaran yang aku dapet yaitu Indonesia sebenernya bisa menjadi negara yang kuat kalo bisa memperkuat armada laut dan udara. Contohnya aja Kerajaan Majapahit, mereka kuat karena armada laut mereka yang sangatlah kuat. Ini kata Pak Nyoman, tapi coba deh kalian pikir Indonesia tuh negara kepulauan yang dibutuhkan buat nyatuin Indonesia bukan tank leopard yang sekarang dibeli dengan harga mahal. Emang bisa tuh tank nyebrangi selat sunda buat perang di Sumatra? Melintasi Laut Jawa buat perang di Kalimantan dan Sulawesi? Yakin tank ini bisa melintasi medan gak karuan yang ada di Papua? Kaga bakal bisa coy!
Menurutku sih, pembelian tank ini hanya pemborosan, cuma buat menangin hati masyarakat aja. Emang sih berguna juga buat perang, tapi gak bisa buat nyatuin wilayah Indonesia yang luas ini. Kata Pak Nyoman, Indonesia butuh helikopter seperti di film Black Hawk Down, biar kalo ada serangan di pulau-pulau terpencil cepet nyampenya. Beliau juga bercerita ada pesawat semacam pesawat Hercules Indonesia, tapi ini milik asing, yang melintas di wilayah Indonesia. Langsung di tanggepin sama Indonesia, dikirim F16 untuk menggiring keluar. Keren! Tapi sadar nggak sih pesawat semacam Hercules nggak bakal nyerang pesawat laen, apalagi F16. Tentu pesawat Hercules kalah telak lah. Ini kata Pak Nyoman terlalu hedon, coba di Indonesia ada helicopter macem Black Hawk Down, tentu lebih setara.
Menurut Pak Nyoman permasalahannya ada di ketidak adilan. AD, AU, dan AD tidak di perlakukan sama. Kebanyakan yang di tingkatkan adalah AD, nomer 2 AL, terakhir baru AU. Kok bisa gitu? Coba kalian bandingkan markas ketiga angkatan bersenjata tersebut. Yang paling mengenaskan itu AL. AD itu Angkatan Darat kn, tapi mereka juga punya pesawat. Bukannya pesawat itu di Udara ya daerahnya? Adil? Menurutku sih nggak. Coba aja ke 3 angkatan bersenjata ini adil dan bisa berkoordinasi dengan baik. Menurutku pasti Indonesia bakal kembali jaya seperti jaman Majapahit!
Jaadii, kalian masih meragukan Indonesia? Coba pikir lagi deh. Menurutku dari pada kalian mikir Indonesia punya apa sih? Apa yang bisa di banggakan dari Indonesia? Mendingan kalian bertindak bagaimana caranya membuat Indonesia lebih baik. Dari hal yang kecil aja, seperti membuang sampah pada tempatnya. Kalo bisa bertindaklah lebih gede dan keren lagi!
“Ask not what your country do for you. Ask what you can do for your country —John F. Kennedy”
Aridiyon D. Haidar/15414056