Negeriku, Negeri Laskar Pelangi

Landmark (noun\ land·mark \-ˌmärk\) : an object or structure on land that is easy to see and recognize ; a building or place that was important in history.
Kata landmark memiliki definisi yang cukup luas sehingga sampai saat ini belum ada frasa yang tepat dan permanen untuk dapat digunakan dalam adaptasi terhadap bahasa Indonesia. Beberapa pakar mencoba untuk memberi standard definisi pada kata landmark ini, salah satunya dari seorang begawan marketing, Prof. Hermawan Kartajaya, yang mengartikan ‘landmark’ sebagai sebuah simbol visual yang mengindentifikasikan suatu kota berdasarkan bentuk visual tertentu yang kuat karena memiliki suatu yang khas dan tidak dimiliki daerah lain serta berada pada tempat strategis sebuah kota, dimana arah atau aktivitas saling bertemu.
Seiring dengan perkembangannya, pengertian kata landmark mulai menyempit menjadi kata serapan yang berarti sebuah simbol penanda kota atau ciri khas penanda suatu daerah. Dalam tulisan ini, saya akan membahas beberapa landmark yang terdapat di Negeri Laskar Pelangi, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia.



Sudah nonton film Laskar Pelangi? Sebuah film drama inspiratif yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata ini bukan hanya mempunyai plot cerita yang bagus namun juga menjadi spesial karena proses pembuatan filmnya yang dilakukan di daerah pesisir dengan pemandangan alam yang indah. Yap, kita semua sama-sama tahu bahwa Laskar Pelangi merupakan sebuah film yang berlatar tempat di Pulau Belitung.
Pulau Belitung sendiri merupakan sebuah pulau yang termasuk ke dalam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dekat dengan Sumatra Selatan lebih tepatnya di lepas pantai timur Sumatera, diapit oleh Selat Gaspar dan Selat Karimata. Untuk kamu yang sudah menonton filmnya pasti sangat familiar dengan sekolah, jalanan dan pantai-pantai yang menjadi latar belakang pengambilan gambar film Laskar Pelangi ini. Dan benar sekali, berkat pembuatan film tersebut, beberapa tempat seperti replika SD Muhammadiyah Gantong dan Pantai Tanjung Tinggi kerap dijadikan landmark dan tujuan wisata di Pulau Belitung.
Selain tempat-tempat tadi, penulis cerita Laskar Pelangi, Andrea Hirata, juga membuat sebuah tempat yang tidak kalah menarik. Ia mendirikan sebuah museum yang berisikan lebih dari milyaran kata, tak heran museum ini diberi nama Museum Kata Andrea Hirata. Menyuguhkan karya-karya tulis juga banyak penghargaannya, penataan dan pemilihan warna di dalam bangunan ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Kita akan menjumpai banyak tulisan atau foto-foto yang memenuhi setiap dinding di museum tersebut dari mulai surat-surat hingga buku-buku terjemahan Laskar Pelangi Internasional dalam 20 bahasa yang tersebar di lebih dari 100 negara. Selain itu di sana juga terdapat banyak ruang untuk membaca dan menulis, sering kali ruangan ini dipergunakan untuk sebuah acara bersama pelajar setempat maupun wisatawan asing.
Landmark berikutnya yang merupakan salah satu ciri khas dari Pulau Belitung adalah keberadaan mercusuar yang berusia sangat tua dan masih aktif hingga kini, yakni mercusuar peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1882. Pesona memikatnya tedapat pada hamparan laut biru nan jernih dengan bebatuan granit yang memesona. Dengan luas wilayah yang kurang dari 1 hektare, tempat wisata di Belitung ini menyuguhkan panorama laut yang memikat. Cukup dengan menaiki mercusuar setinggi 50 meter tersebut, kita dapat menikmati pemandangan spektakuler di Pulau Lengkuas.



Selanjutnya kita akan menjelajahi keindahan pantai di Pulau Belitung. Sesuai dengan pengambilan gambar dalam film, ada sebuah pantai yang dijadikan tempat bermain para Laskar Pelangi, pantai tersebut bernama Pantai Tanjung Tinggi. Pantai Tanjung Tinggi merupakan pantai berpasir putih dengan air berwarna biru yang sangat jernih. Di pantai ini terdapat banyak sekali batu-batu granit besar yang membuat pemandangan menjadi semakin indah dan unik.
Batu-batu granit tersebut membuat kecantikan pantai Tanjung Tinggi semakin terpancar dan membuat pengunjung ingin terus dimanjakan dengan keindahan pemandangan tersebut. Jumlah batu granit yang ada di pantai Tanjung Tinggi mencapai angka ratusan dengan ukuran yang variatif. Keindahan panorama di Tanjung Tinggi membuat pantai ini menjadi lokasi wisata unggulan di Pulau Belitung.
Namun, ternyata destinasi di Provinsi Bangka Belitung bukan hanya itu, Kepulauan Bangka Belitung mempunyai sebuah destinasi wisata yang sangat menarik dan mempunyai keindahan yang tak kalah dengan pantainya. Danau Kaolin namanya, Danau Kaolin adalah sebuah danau yang memiliki warna daratan yang putih bersih dan air yang berwarna biru menyala. Danau ini bukan berasal dari kawah gunung seperti Danau Kawah Putih Ciwidey atau Kawah Putih Tinggi Raja, danau terbentuk dari bekas tempat pertambangan Kaolin yang telah ditinggalkan dan alam menyempurnakan dengan keindahannya.
Kaolin adalah suatu mineral sebagai bahan industri seperti kosmetik, kertas, makanan, pasta gigi dan Kaolin digemari karena sifatnya yang halus, putih, kuat, halus serta daya hantarlistrik dan daya hantar panas yang rendah.
Pemandangan danau yang begitu biru memesona tersaru dengan birunya hamparan langit sepanjang mata melihat. Timbunan-timbunan galian seperti bukit disekitar area danau yang sekilas seperti Gunung Bromo mini tetapi berwarna putih. Daratan bawah danau yang tertutup oleh air seperti lekukan seekor binatang yang sedang melintas, apabila air sedang surut daratan tersebut akan kelihatan seperti gula putih yang bersih. Ditengah danau nampak sebuah daratan yang seakan menghubungan antar ujung danau.
Bagaimana? Sudah mendapat sedikit pencerahan tentang beberapa landmark di Pulau Belitung? Selain untuk pengetahuan, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kamu yang hobi jalan-jalan menelusuri setiap sudut negeri tanah air ini. Nah, jadi sekarang jangan lagi cuma tahu tentang landmark Monumen Nasional atau Gedung Asia Afrika saja, ya! Ingat, Indonesia memiliki ribuan kekayaan alam yang perlu kita explore lebih dalam lagi. Karena bukan hanya tentang pemandangannya, lebih dari itu Negeri ini melibatkan keindahan yang tak ternilai harganya.
Salam hangat dari kampung halamanku,
Negeri Laskar Pelangi, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia.
Tiara Hasna R // 15414041
referensi: