Sepenggal Kisah Sederhana di Liburan yang Sederhana

Karena bahagia itu sederhana. Sesederhana perasaan nyaman yang mengalir dihatimu ketika kau berbagi tawa bersama orang — orang yang kau cintai.
Kota Bandung yang damai. Kota Bandung yang penuh cinta. Disini kuhabiskan seluruh liburanku. Di kampung halamanku. Di Kota Kembang.
Ya, ketika banyak dari temanku yang mudik ke kampung halaman, aku dan keluargaku menghabiskan liburan di Kota Bandung. Dari tahun ke tahun, kami selalu menghabiskan liburan disini. Ayah dan Ibuku asli orang Bandung. Begitupun dengan sebagian besar keluargaku yang lain. Hampir seluruhnya tinggal di Kota Kembang.
Hal inilah yang menjadi alasan mengapa liburan kali ini menjadi momen yang tepat bagiku untuk banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Ntah mengapa, tapi rasanya aku tak ingin menjadikan liburan kali ini menjadi liburan biasa tanpa kesan. Apalagi libur panjang ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Banyaknya aktivitas kampus membuatku sedikit jenuh. Kejenuhan itulah yang membuat aku ingin mengisi liburanku lebih banyak bersama dengan mereka, keluargaku.
Karena keluarga selalu menjadi alasan untukmu kembali pulang.
Tak banyak tempat wisata yang aku kunjungi bersama keluargaku di liburan kali ini. Tapi itu bukan berarti tak banyak momen berharga yang kami ciptakan. Rasanya aku selalu menikmati kegiatan ku bersama dengan mereka, dimanapun dan kapan pun. Sekalipun itu hanya kegiatan sederhana, seperti sahur dan berbuka. Sahur dan berbuka menjadi waktu yang tepat bagi kami untuk saling bertukar cerita dan berbagi kehangatan. Selalu ada hal yang menjadi bahan perbincangan kami. Obrolan-obrolan santai, candaan, dan tawa yang kami temui disela-sela waktu sahur dan berbuka menjadi hal yang selalu aku rindukan.
Tak dapat dipungkiri, kesibukan dari masing-masing anggota keluarga terkadang menjadi alasan kami tak banyak menghabiskan waktu bersama. Apalagi dengan jadwal kegiatan kami yang berbeda-beda. Momen yang kami nikmati disetiap sahur dan berbuka terkadang agak sulit kami temukan dihari hari biasa. Mungkin hal itu bukan saja dirasakan oleh keluargaku, tapi juga keluarga-keluarga lainnya.
Hal lain yang aku lakukan selama liburan adalah belajar membuat kue. Ini juga menjadi salah satu kegiatan favoritku. Apalagi ketika hari raya semakin dekat, aku, adik perempuanku serta ibuku sampai begadang bikin kue. Dari kue-kue ciri khas lebaran seperti nastar dan kastengel sampai resep coba-coba kami buat. Mungkin ini juga adalah kegiatan mainstream yang sudah biasa dilakukan oleh keluarga-keluarga lainnya. Tapi sekali lagi, aku sangat menikmatinya.
Hari lebaran pun tiba. Hari dimana kami keluarga besar saling bersilaturahmi. Hal yang biasa kami lakukan adalah berkunjung kerumah saudara-saudara kami. Selesai solat Ied, terlebih dahulu kami mengunjungi rumah Kakek dan Nenek dari Ibu, setelah itu dilanjutkan dengan mengunjungi rumah Kakek dan Nenek dari Ayah. Disana kami juga banyak bertemu dengan sanak famili lainnya. Ya, seperti itulah tradisi sebagian besar masyarakat Indonesia di Hari Raya Iedul Fitri. Saling berkunjung dan menjalin kembali tali silaturahmi.
Hari Raya yang Indah. Hari Raya yang bahagia.
Itulah sepenggal kisahku diliburan kali ini. Mungkin terdengar biasa, tapi ntah mengapa aku sangat menikmatinya. Setiap waktu yang kuhabiskan dengan keluarga di tengah liburan kali ini seolah menjadi charger yang mengisi kembali semangatku untuk kembali menjalani rutinitas sebagai mahasiswa. Ya, sederhana tapi berkesan. Kucoba untuk selalu menghargai dan menikmati setiap momen yang ada, sesederhana apapun itu. Mengapa? Karena tidak setiap tahun kita akan selalu bersama.
Radesma Syophira
15414006