Fokus Menuju Satu Titik

Untuk menjadi hebat, persempit fokusmu

Pernah suatu ketika, aku dan kedua temanku membahas soal fokus dalam hidup.

Kedua kawanku, Ahmad Saiful Haqqi (Saiful) dan Roziyan Hidayat (Ojan) ini kan mahasiswa. Biasanya, yang namanya mahasiswa S1 itu banyak maunya, banyak minatnya, dan banyak fokusnya.

Hoho.

Ojan mengakui itu.

Oleh karena itu, sebagai qaqa yang baiq — aku berkewajiban menyampaikan sesuatu: jika jumlah fokus utama yang maksimal dimiliki manusia adalah empat.

Aku mendapatkan konsep ini dari Faris Sundara Putra, CEO cubic.inc. Faris-nya sendiri sih tahunya dari buku 8 to be Great-nya Richard St. John. Aku sendiri belum membacanya.

Jadi katanya, salah satu karakter orang-orang sukses di dunia adalah: mereka fokus. Menempa apa yang mereka kuasai, merelakan apa yang mereka tidak kuasai.

Nah, si 4 fokus ini pun harus sinkron satu sama lain. Tidak boleh tidak.

Oleh karena itu, kita harus punya misi hidup utama — dimana 4 fokus tersebut dapat menopang visi tersebut.

Misal: misi hidup saya adalah menjadi pebisnis yang memberdayakan petani!
Maka 4 fokus utama saya adalah:
1. Kepala dari sebuah keluarga yang mendukung apa yang saya kerjakan. Tempat saya berpulang.
2. Komisaris perkebunan saya di Puncak
3. Kadiv Wirausaha dari sebuah komunitas pertanian organik
4. Pemateri rutin di majelis ta’lim wirausaha

Udah, deh.

Aku sendiri pernah mencoba me-list fokus-fokus utama dalam hidupku, jumlahnya ada 10an lebih! Parah!

Maka aku pangkas satu per satu, entah ada yang di-merge atau dikorbankan — sehingga jumlahnya menjadi hanya 4. Hingga fokus-fokusku menuju pada satu misi besar hidupku.

Cobain juga, deh. 
Insyaallah, hidup makin lebih tertata.

Wallahu’alam bish shawab.***

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Tristia Riskawati’s story.