Kuliah Bagus, IPK Bagus, Yakin Mudah Cari Kerja?

Sebelumnya, perkenalkan dulu, saya adalah lead backend developer di PT. Skyshi Digital Indonesia. Saya juga termasuk tim yang ikut menyeleksi kandidat yang masuk ke Skyshi.

Latar belakang saya menulis artikel ini adalah saya cukup sedih dengan banyaknya lulusan IT yang kuliah hanya mengejar nilai tapi tidak cukup paham dunia IT itu sendiri. *sedikit tarik napas dulu

IPK tinggi, bukannya bagus ya?

Ya, IPK tinggi berarti Anda memang pandai, tapi jangan lupakan faktor lain di dunia kerja IT. IPK tinggi tidak menjamin Anda langsung diterima di perusahaan, kenapa?

Saya punya beberapa kenalan yang bekerja sebagai HRD, hampir semuanya berkata IPK tinggi tidak cukup menjamin, akan ada banyak pertimbangan lain termasuk soft-skill, pengalaman organisasi, pengalaman kerja tim, dsb.

Proses untuk mencapai nilai itu akan lebih dinilai dan terlihat daripada sekedar hasil akhir yang berupa angka nilai.

Terlalu banyak yang IPK tinggi, tapi bahkan ketika ditanya hal-hal yang sifatnya dasar, dia tidak mengerti sama sekali.

Ketika saya membaca CV seseorang, bahkan saya hampir tidak pernah memperhatikan IPK. Kenapa? Karena IPK tidak bisa diukur, saya tidak tahu prosesnya mencapai IPK tersebut, tapi ketika saya melihat portfolio dan pengalaman kerja atau pengalaman lainnya, saya akan bisa mengukur kemampuan seseorang.

Bagi saya pribadi, khususnya IT, yang penting adalah FUNDAMENTAL. *kata-kata khas dari bos Skyshi (lariii…).

Kenapa Fundamental?

Saya sedikit share dulu, saya dulu lulus dengan IPK cuma sekitar 3.5. Pengetahuan coding sebenarnya juga blm banyak, tapi untungnya saya termasuk bisa belajar dengan cepat.

Di satu-dua tahun pertama di Skyshi, saya harus belajar CMS Drupal (PHP), Go Language, Elasticsearch, AngularJS, Ruby (sedikit), Python (sedikit), dll.

Pusing? Pasti pusing, tapi dari pengalaman saya, karena saya kuat di PHP, saya mudah pindah ke bahasa pemrograman lain, dan saya punya cukup fundamental untuk belajar.

Misal, di Go Language saya butuh fungsi manipulasi tanggal, maka saya bisa google dengan keyword semacam “Go strtotime like function” karena saya tau ada fungsi bernama strtotime di PHP. Berdasar pengalaman saya, biasanya logic antar bahasa pemrograman sama, cuma kendaraannya yang berbeda dan itulah yang menjadi unik. (sekaligus ruwet..hahay…)

Terus Caranya Bagaimana?

Yang paling sederhana, tentunya tetap kuliah sebaik-baiknya, aktiflah dalam banyak kegiatan juga, bertemanlah dengan banyak dosen sehingga punya banyak pengalaman proyek.

Anda juga bisa ikut freelance online seperti upwork, freelancer.com, toptal.com, weworkremotely.com, angel.co, dll

Apakah proyek pribadi itu penting? Ya, sangat penting. Dengan proyek pribadi, mau tidak mau Anda akan selalu belajar hal baru, cara coding yang bagus, kerjasama tim, komunikasi, dll.

Perusahaan juga akan semakin mudah memutuskan dengan melihat portfolio pekerjaan Anda, dan akan menjadi nilai jual Anda.

Selanjutnya jika mau lebih advanced, silakan luangkan waktu sejenak, selain waktu untuk berdoa :p, untuk browsing-browsing teknologi terbaru. Ingat, di IT perkembangan teknologi cepat sekali. Contohnya, dulu Javascript cuma sebagai client-side, sekarang bahkan bisa jalan sebagai server-side dengan NodeJS. Contoh lain, dulu AngularJS sudah kliatan wow sekali, sekarang bahkan sudah bermunculan pesaingnya seperti VueJS, Meteor, React. Bahkan React Native sudah bisa digunakan untuk membuat aplikasi mobile (iOS dan android).

Oh ya, jangan lupakan komunitas. Ada banyak komunitas Web Developer yang bisa Anda ikuti. Ada komunitas PHP, NodeJS, bahkan untuk para wanita ada FemaleDev, atau FemaleGeek, dll. Di komunitas ini Anda bisa berbagi pengalaman dan meningkatkan kemampuan dan kualitas code Anda dan bahkan membantu mendapatkan tren teknologi terakhir.

Tips Lainnya Apa?

OK, berhubung kayaknya sudah kepanjangan dan saya sudah mulai malas menulis, langsung aja deh.

  • Perhatikan CV yang Anda buat.

CV Anda tidak harus plain dan formal putih, silakan buat CV dengan ragam kreasi Anda. Ada banyak tools membuat CV secara online, salah satunya gethired.id.

Pastikan kemampuan yang Anda tulis di CV juga sesuai scope pekerjaan yang Anda lamar. Contoh, saya sering menemukan kemampuan MS. Word, MS. Excel di CV seorang web developer. Menurut saya pribadi ini tidak penting dan hanya bertujuan tambah-tambah saja karena tidak ada yang bisa ditulis.

Perbanyak portfolio dan pekerjaan yang Anda tulis. Saya berikan contoh CV dari orang India meski CV-nya plain putih.

  • Buatlah akun LinkedIn.

Selalu update dan perbanyak koneksi Anda di LinkedIn. Ketika pengalaman kerja dan kemampuan Anda sudah cukup banyak, LinkedIn akan sangat membantu. Biasanya para talent-hunter akan menggunakan LinkedIn sebagai basis data mereka untuk mencari developer. Bahkan Anda akan sering mendapat tawaran pekerjaan dari LinkedIn.

  • Terakhir, selalu improve kemampuan berbahasa Inggris Anda.

Ingat, bekerja di IT berarti Anda harus siap berkomunikasi dengan siapa saja, dan pastinya bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Dokumentasi code untuk belajar yang lengkap juga hampir semuanya menggunakan bahasa Inggris.

Dan…karena saya sudah malas menulis, sepertinya cukup ini saja, sampai jumpa di tulisan berikutnya :D