Perbedaan Manual Testing dan Automated Testing

Pietro Ryanditha
Jul 24, 2018 · 3 min read

Mungkin ada yang masih belum mengetahui apa itu Manual testing dan Automated Testing. Saya juga masih belajar untuk lebih mengenal lagi mengenai manual Testing dan Automated Testing, karena jika kita ingin menjadi QA Tester yang baik setidaknya kita mengerti pengertian dan perbedaan dari masing-masing testing tersebut karena kedua testing tersebut memberikan manfaat dan kelemahan tersendiri. Jadi ada sebaiknya kita mengetahui perbedaan dan kapan harus menggunakan salah satunya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Sebelum melanjutkan pembicaraan mengenai perbedaan kedua Testing tersebut, alangkah baiknya kita terlebih dahulu mencari tahu apa itu Manual testing dan Automated Testing.


Apa itu Manual Testing?

Manual Testing atau pengujian manual adalah langkah untuk mencari cacat atau bug pada program perangkat lunak, pada metode ini tester/penguji memiliki peran penting sebagai pengguna akhir untuk pengecekan semua fitur aplikasi bekerja dengan benar. Penguji melakukan pengecekan secara manual tanpa menggunakan bantuan dari tools atau scripts, tujuannya adalah untuk memastikan jika aplikasi yang di uji bebas cacat dan aplikasi perangkat lunak dapat bekerja sesuai apa yang diharapkan. Manual testing juga berperan penting saat pengujian visual dimana automation tools tidak dapat melakukan.

Manual tester dapat mengetahui kontras antara button dan background yang lebih terang sehingga membuat user kesulitan mencari button dan memahami tindakan yang perlu diambil. User Interface (UI)feedback adalah hal yang tidak dapat ditemukan menggunakan automated testing.

Manual Testing Pros

  • Mendapatakan Visual Feedback. Tools dan Scripts tidak dapat membantu dalam memberikan opini maupun input mengenai tampilan UI.
  • The human element. Bisa mendapatkan feedback dari orang secara langsung sehingga mengetahui apa yang user suka dan tidak suka (Dimana automated tools tidak dapat memberikan feedback).
  • Less expensive in the short-term projects. Jika hanya melakukan tes aplikasi sederhana yang tidak terlalu banyak updates maka manual testing tidak perlu menggunakan tools ataupun software yang mahal.

Manual Testing Cons

  • Kurang teliti daripada automantion testing. Kadang adanya human error atau ketidaktelitian, sehingga jika menggunakan automation testing akan mengurangi bug yang akan terlewat.
  • Not reusable. Jika menemukan banyaknya perubahan maka harus melakukan pengecekan secara manual kembali dari awal agar memastikan perubahan baru tidak akan merusak aplikasi yang sudah jadi.
  • Kelelahan terhadap tester. Jika QA tester sudah sangat familiar dengan aplikasi yang selalu dia tes secara terus menerus sehingga membuat QA tester sangat memahami alur dari aplikasi tersebut. Sehingga hal ini akan menyebabkan kelelahan dan kesalahan maka melewatkan beberapa hal dan membuat kesalahan.

Apa itu Automated testing?

Bergantung pada pra-scripted tes yang berjalan secara otomatis, fungsinya untuk membandingkan hasil yang diharapkan dengan hasil yang sebenarnya. Sehingga dapat mengetahui apakah aplikasi berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, menggunakan automated testing dapat dilakukan secara berulang. Sehingga jika hasilnya tidak sama dengan yang diharapkan maka akan mendapatkan bug.

Automated testing Pros

  • Dapat menemukan bug lebih banyak dari manual tester. Script dapat mencari lebih dalam, sehinga dapat menemukan bug yang tester tidak dapat temukan.
  • Kecepatan dan efisiensi. Script lebih cepat dari tester, sehingga dapat cepat selesai dalam menemukan bug.
  • Tes yang dapat dilakukan berulang dengan coding yang dapat di update secara berkala. Jika selalu mendapatkan update dan perubahan masing-masing unit/feature, maka tidak perlu menulis ulang scripsts setiap saat dan dapat digunakan kembali pada regression testing.

Automated testing Cons

  • Lebih Mahal. Karena menggunakan tools maka pengerjaan menggunakan atuomation testing akan mahal, namun tetap menghemat waktu serta usabilitas.
  • Kurangnya human element. seperti pada info sebelumnya, manual testing memberikan human element untuk dapat melakukan interaksi user dengan aplikasi termasuk secara visual.
  • Tidak adanya feedback mengenai UI. Tanpa adanya human element, maka kita tidak bisa melakukan pengecekan terhadap UI seperti warna, kontras, pemilihan font, dan button sizes.

Kapan kita bisa menggunakan Manual atau Automated Testing?

Untuk menggunakan Manual testing akan baik digunakan pada area ataupun skenario berikut :

  • Exploratory Testing. Sangat membutuhkan pengetahuan seorang tester analitikal/logika skil, kreatifitas, dan intuisi.
  • Usability Testing. Area ini dibutuhkan untuk melakukan pengecekan user-friendly, efisien, ataupun kenyamanan untuk software atau produk untuk end users.
  • Ad-hoc Testing. Skenario ini dilakukan tanpa persiapan atau tidak menuliskan test case, sehingga QA secara acak melakukan tes pada fugnsi di sistem. Dimana tujuannya adalah untuk secara kreatif untuk “Merusak” sistem dan mencari kesalahan.

Untuk menggunakan Automated testing baik digunakan pada area atau skenario berikut :

  • Regression Testing. Automated testing sangat cocok jika banyaknya perubahan pada koding dan abiliti untuk mengerjakan secara tepat waktu.
  • Load Testing. Sangat membutuhkan automated testing untuk load test, seperti penggunaaan untuk tes respon API.
  • Repeated Execution. Untuk tes yang berulang lebih baik menggunakan Automated testing.
  • Perfomance Testing. Pengujian yang membutuhkan simulasi ribuan pengguna sangat membutuhkan Automated testing.

Jadi beberapa hal tersebut yang dapat kita pelajari perbedaan antara 2 testing tersebut dan kapan harus menggunakannya, sesuai ketepatan waktu ataupun mengenai anggaran yang diperlukan.

Terima kasih telah membaca artikel saya yang pertama, semoga bisa membantu teman-teman untuk dapat memahami mengenai QA tester.

SkyshiDigital

We help scale up your startup to the next level

Pietro Ryanditha

Written by

SkyshiDigital

We help scale up your startup to the next level

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade