Harapan dan Kritik Alumni untuk Ikasatya

SUARA-IKASATYA. Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Kristen Satya Wacana (PP Ikasatya) baru saja terpilih. Sejumlah alumni menanggapi. Ada harapan hingga kritik.
Stevan Ruutana alumni Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) angkatan 2005 menilai bahwa Ikasatya belum begitu berperan. Semestinya Ikasatya punya kegiatan yang bisa menghimpun alumni di seluruh daerah.

Ia berharap Ikasatya punya database yang jelas untuk menghimpun alumni tersebut. “Seharusnya ada tim di setiap daerah atau buat regionalnya yang bisa menjangkau semua alumni,” kata pria yang saat ini berdomisili di Bali.
Selain Stevan, salah satu alumni yang berdomisili di Italia, Yolanda Herman menilai positif. “Saya amati Ikasatya cabang telah berusaha keras secara sukarela menunjukkan kehadirannya melalui berbagai kegiatan positif,” katanya.
Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)1999 ini merasa sudah ada sejumlah kegiatan dari Ikasatya seperti bisnis, kuliner, bakti sosial, jaringan alumni, lowongan kerja, juga kepeduliannya terhadap almamater.
“Di Jakarta saya banyak bertemu dengan berbagai alumni khususnya alumni senior yang hebat-hebat namun rendah hati. Saya juga mengamati kegiatan alumni seperti cabang Surabaya yang juga sangat aktif,” katanya.

Ia berharap pengurus pusat yang terpilih bisa terus mengoptimalkan potensi alumni. Salah satunya lewat jaringan alumni lain seperti alumni East Asia Student Encounter (EASE).
Sementara itu, Iannita Dèda Bettay alumni FBS angkatan 2002 beranggapan peran Ikasatya belum terasa. Ia berharap program Ikasatya bisa disampaikan kepada alumni-alumni yang berada di tempat-tempat terpencil.
Saat ini Iannita berdomisili di Tembaga Pura, Papua. “Jujur, semenjak saya wisuda tahun 2008 sampai sekarang saya cuma dengar kita punya Ikasatya tapi tidak tahu organisasinya seperti apa,” katanya.
(Yud/Win-JKT)
