Surat untuk diriku di umur 27 tahun.

Dwinawan
Dwinawan
Sep 6, 2018 · 2 min read

Halo Wan, apa kabar?

Bagaimana rasanya tinggal di Jakarta? setelah 26 tahun hidup di Jogja.

3 bulan pertama berat badan turun drastis ya?, hahaha… jangan kaget, aku adalah dirimu beberapa tahun dari hari ini.

Aku mengirim surat ingin menyampaikan cerita.


Apa kabar Jakarta? , Masih suka makan masakan padang yang deket apotek kemanggisan itu kah?

Atau masih suka makan sushi miyabi di deket binus anggrek?

Btw, di deket binus syahdan ada warung makan enak lho, warung makan jatim namanya, cobain deh tahu telor nya. Juara!


Wan, beberapa bulan dari hari ini kamu akan melewati salah satu masa terberat di pekerjaanmu.

Di hari itu, kamu sedang mengerjakan design suatu fitur, setelah sebelumnya mengerjakan design fitur yang lain.

Di hari itu, kamu sedang merasa penat karena kamu sudah menghabiskan lebih dari 2 minggu untuk mengerjakan design fitur tersebut, tetapi tidak kunjung selesai.

Lalu di hari itu, ada developer yang memberitahukan bahwa terdapat design yang kurang di pengerjaan fitur sebelumnya, padahal fitur tersebut akan di-launch beberapa hari lagi.


Jangan stress dulu…. tenang :D

Di hari itu enggak semuanya menyedihkan kok.

Salah satu hal yang menyenangkan adalah, di hari itu kamu akan sadar kalau kamu dikelilingi orang orang baik.

Developer yang memberitahukan bahwa terdapat design yang kurang akan mengatakan kalimat berikut…

“Gua cuma ngasih tahu kalau ada design yang kurang. Gak harus dikerjain sekarang. Gua tahu lu ada pekerjaan lain. Gua cuma ngasih tahu, jadi lu bisa atur kapan bisa ngerjainnya. Enggak semua permintaan harus diselesaikan saat ini juga. Semua ada prioritasnya”

Wan, itu hanya sebuah kalimat, Tapi kalimat itu masih tinggal di memoriku sampai saat aku menulis surat ini.

Menyadarkan kalau orang orang yang kita temui selama ini adalah salah satu cara Tuhan untuk menyampaikan pelajarannya kepada kita.


Btw Wan, jika hari berat itu tiba, ingatlah beberapa hal ini…..

Jika di hari itu kamu merasa marah, maka jangan mengatakan apapun.

Jika di hari itu kamu merasa sedih, maka jangan memutuskan apapun.

Jika kamu berhasil melewati hari itu dengan suka cita, maka jangan berjanji apapun.

Btw, 3 kalimat pesan barusan bukan kalimatku lho, beberapa hari yang lalu aku membaca di sosial media :D

Suaralain

Tempat menulis segala opini dan pemikiran. Jangan langsung mempercayai segala hal yang ditulis, karena ini hanyalah opini dan pemikiran. Telaah dahulu, ambil yang sekira nya berguna.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade