Melakukan Pengembangan Bertahap

Saya salah satu penggemar Lean Startup. Konsep yang ditawarkan lebih masuk akal dan lebih manusiawi. Tidak hanya untuk mengembangkan sebuah startup, tetapi bisa juga diadopsi untuk hal-hal yang lain. Seperti halnya pengembangan perangkat lunak, sebenarnya dalam pengembangan startup yang berbasis teknologi pasti berkaitan dengan perangkat lunak. Fitur sempurna tentunya fitur yang didambakan oleh semua developer atau pengembang. Akan tetapi jika kita sebagai manusia melakukan hal tersebut, sangatlah tidak mungkin. Dalam tahap pengembangan pasti akan selalu kita temui kekurangan dan hal ini adalah wajar.

Dalam Lean Startup kita diajarkan untuk mevalidasi pasar dengan melempar produk MVP (Minimum Viable Product), agar kita dapat tahu apa reaksi pasar setelah kita lempar produk kita. Setelah MVP, barulah kita mulai kembangkan fitur-fitur yang menjadi unggulan produk kita nantinya. Bemodal reaksi pasar (negatif ataupun positif), perlahan kita masing-masing mengembangkan produk kita.

1. Tentukan prioritas

Tentukan prioritas fitur apa yang akan dikembangkan terlebih dahulu, urutkan berdasarkan kepentingan. Jika dalam sebuah startup maka yang terpenting adalah fitur yang bisa menghasilkan pendapatan terlebih dahulu. Semakin kecil prioritas, maka semakin kecil pula feedback yang dapat diberikan oleh suatu fitur tersebut.

2. Buat perencanaan yang matang dan fleksibel

Membuat perencanaan wajib hukumnya untuk perusahaan manapun. Agar kita dapat mengukur tingkat keberhasilan yang didapat dari pengembangan yang kita lakukan. Tahapan dan urutan rencana yang kita buat janganlah kaku, ikuti kebutuhan atau perkembangan pasar mungkin juga kompetitor. Fleksibilitas dan Kelincahan adalah sebuah keharusan di era yang serba cepat sekarang ini.

3. Pengelompokan daftar fitur

Buat daftar fitur dan kelompokan fitur dengan yang sejenis. Jadikan satu kelompok tersebut untuk sebuah pengembangan fitur utuh yang saling berkaitan.

4. Tentukan estimasi setiap fitur

Dengan menentukan estimasi, setidaknya kita bisa memperkirakan lamanya pengerjaan walaupun masih banyak variabel dibelakang yang masih perlu diperhitungkan. Perlu digarisbawahi bahwa ini hanyalah estimasi bukan sebuah tenggat waktu pengerjaan. Apa yang developer lakukan itu adalah sebuah inovasi, inovasi berarti sebuah hal baru yang belum tentu orang lain pernah melakukan. Jadi harap bersabar.

5. Rilis dan perkenalkan fitur baru

Setelah fitur yang kita kembangkan selesai, lakukan rilis ke tahap produksi dan perkenalkan kepada pengguna kita bahwa fitur telah selesai dikembangkan dan sudah bisa dinikmati. Biasakan untuk mendengar apapun reaksi pengguna setelah mereka menggunakannya. Jika sudah baik maka kita perlu menuju langkah berikutnya, namun jika buruk apa yang masih perlu diperbaiki. Gunakan selalu reaksi pengguna sebagai acuan kemana langkah selanjutnya.

Lakukan terus berulang-ulang langkah tersebut diatas, hingga daftar fitur habis dan ada tambahan fitur lain. Saya akan beritahu Anda semua sebuah rahasia bahwa pada dasarnya tahap pengembangan tidak akan pernah habis, jika habis bersiap-siaplah mencari pekerjaan baru ;D.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Yudhi Satrio’s story.