2018: Tetapkan Sistem, Ketimbang Goal!

Mengapa menetapkan sistem bagi diri sendiri, jauh lebih sehat ketimbang menetapkan goal?

Ketika kamu ingin menguasai sesuatu lebih baik — seperti menggambar kartun, atau melakukan olahraga rutin — berpikirlah dalam kerangka sistem, bukan dalam kerangka goals.”

Begitu ujar Scott Adams dalam bukunya How to Fail at Almost Everything and Still Win Big: Kind of the Story of My Life.

Kartunis kondang berpendapat, ketika seseorang mengolah hidupnya sebagai sarana untuk mencapai goal demi goal, maka ia terjebak pada ‘fase gagal’.

Kemudian ketika goal itu tercapai, kita menggapai goal yang lain. Kehidupan tidak hanya terjadi ketika kita menggapai goal tersebut.

Sedangkan hidup dalam kerangka sistem, berarti, kita “melakukan sesuatu secara rutin. Dan itu meningkatkan kebahagiaan secara jangka panjang.” — walaupun hasilnya belum terlihat.

.

Nah, apa sih yang membedakan sistem dan goal? James Clear, penulis yang dikenal dengan tips produktivitasnya membedakan sebagai berikut.

  1. Jika kamu seorang pelatih, tujuan kamu adalah memenangkan kejuaraan. Sistemmu adalah apa yang tim kamu lakukan saat berlatih setiap hari.
  2. Jika kamu seorang penulis, tujuan kamu adalah menerbitkan buku. Sistemmu adalah jadwal penulisan yang kamu ikuti setiap minggu.
  3. Jika kamu seorang pelari, tujuan kamu adalah menjalankan maraton. Sistemmu adalah jadwal latihan kamu untuk bulan tersebut.
  4. Jika kamu seorang pengusaha, tujuan kamuadalah membangun bisnis bernilai jutaan dolar. Sistemmu adalah proses penjualan dan pemasaran Anda.

Scott Adams berkata dalam bukunya, “Kesuksesan orang berkerangka sistem adalah ketika mereka mempraktikkan sistem mereka.” Dan itu bisa setiap hari.

Lebih dari itu, fokus pada sistem, berarti kita berfokus pada apa yang dapat kita kontrol (aksi kita), ketimbang apa yang tidak dapat kita kontrol (hasil yang juga dipengaruhi dunia eksternal).

Jadi, tunggu apa lagi, buat sistemmu sendiri!