Gambar dari pixabay.

Pacar Pelajar Saat Ini

Bukan manusia.

Hampir semua pelajar kota sepertinya tidak ada yang jomblo. Karena hampir semuanya punya pacar!

Pacar itu hadir bukan dari spesies serupa. Melainkan dari sebuah spesies bernama smartphone.

“…Namanya iPhone terbaru.”

Dan si pacar ini, rupanya membuat anak muda berbetah-betah mengeceknya entah berapa menit sekali. Manusia betah memijit tombol sentuh untuk sekadar mengirim tausiyah ke grup, main games, nonton video klip boyband terbaru, atau menguntit aktivitas media sosial kecengan atau mantan mereka.

Hemm, apakah si ‘pacar’ ini berdampak positif, atau negatif bagi pelajar?

Ada artikel menarik yang Techlab temui dari The Atlantic. Penulisnya, Paul Barnwell, ialah seorang guru dari Fern Creek High School. Ia menceritakan dampak positif dan negatif mengenai penggunaan smartphone di sekolahnya.

Barnwell melihat, smartphone ini akan bermanfaat sekali di tangan siswa-siswi yang memang cenderung pandai.

Ia juga menyaksikan rekan sesama pengajarnya menggunakan smartphone untuk hal-hal bermanfaat. Contohnya seperti menghubungkan pelajar dengan ahli dalam bidang tertentu via media sosial, merekam presentasi, serta membuat video how-to melakukan eksperimen sains.

Namun di satu sisi, Barnwell menyimpulkan — untuk siswa-siswi yang berperforma rendah, smartphone malah semakin membuat mereka terdistraksi. Ini karena mereka menggunakan smartphone lebih banyak untuk hiburan.

Bahkan, Nathan Meyer kepala sekolah Fern Creek berasumsi, ponsel membuat pelajar lari dari kemauan untuk berhubungan intens dengan sesama. Kemampuan empati pun berkurang. Bagi Meyer, ini adalah akar dari konflik yang terjadi di sekolah.

Lantas, apa solusinya? Sebenarnya dalam artikel The Atlantic yang kami baca, tidak ada solusi tepat yang penulisnya tawarkan. Tapi Barnwell sempat menyebut soal literasi teknologi.

Jika pelajar tidak memiliki literasi teknologi yang mumpuni, maka smartphone akan menjadi ‘pacar’ jahanam pemeras akal sehat. Namun, jika ia memiliki bekal literasi teknologi yang memadai, maka smartphone akan menjadi perkakas bermanfaat bagi kehidupan mereka. ***

Sumber: https://www.theatlantic.com/education/archive/2016/04/do-smartphones-have-a-place-in-the-classroom/480231/