Bagaimana Studio Animasi Menggunakan 3D Printing?

Studio animasi adalah studio yang membuat film animasi yang lebih kita kenal dengan film kartun. Salah satu teknik yang digunakan dalam pembuatan suatu film animasi adalah stop motion.
Animasi stop motion memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton. Saat menggunakan teknik ini, dalam 1 detik diperlukan 24 frame gambar. Setiap frame harus disusun secara hati-hati. Boneka dan alat peraga akan digerakan secara perlahan dan hati-hati, lalu setiap gerakan kecil itu akan di foto oleh kamera.
Studio Animasi Laika, yang berbasis di Amerika Serikat telah menggunakan teknologi 3D printing dalam pembuatan film animasinya. 3D printer digunakan untuk membuat alat-alat peraga, karakter dalam cerita, dan beragam ekspresi wajah karakter yang berbeda-beda.
Pada setiap film yang mereka buat, Animasi Laika selalu menggunakan teknologi 3D printing terbaru. Pada film ke-5 nya mereka menggunakan Printer 3D dari Stratasys yang bernama Cuttlefish. Printer ini dikombinasikan dengan sinter driver universal dari Fraunhofer IGD untuk membantu mencapai warna yang akurat dan rebih rinci pada setiap hasilnya.
Cuttlefish ternyata dapat mencetak banyak model secara bersamaan secara akurat sesuai model mulai dari bentuk, hingga warnanya.
“Tes pertama kami sangat fantastis. Kami belum pernah melihat warna yang sangat akurat dan serinci ini sebelumnya, dalam menggunakan 3D Printer pada bahan plastik” ujar Brian McLean, CEO dari Animasi Laika.
Sumber: Dirangkum dari phys.org

