Bos SpaceX dan DeepMind Menyurati PBB Soal Robot Pembunuh

Titan Haryawan
Aug 24, 2017 · 2 min read
Foto: okezone.com

Setelah perdebatan dengan Mark Zuckerberg mengenai kecerdasan buatan. Kini, Elon Musk sebagai CEO SpaceX mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah pencegahaan terhadap perkembangan robot-robot pembunuh.

Namun, kali ini Elon Musk tidak sendirian, ia ditemani oleh Mustafa Suleyman sebagai pendiri Google DeepMind dan 100 ahli robot terkemuka lainya.

Sepucuk surat kepada PBB dikirimkan para ahli terkemuka bidang teknologi informasi itu, menegaskan bahwa dunia makin dekat pada ‘revolusi ketiga perangkat perang’ yang sangat berbahaya yaitu robot pembunuh.

Didalam surat disebutkan bahwa ‘teknologi otonom yang mematikan’ adalah sebuah ‘kotak Pandora’ yang berbahaya dan bahwa kita sedang berpacu dengan waktu.

Sebanyak 116 ahli meminta larangan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intellegent) dalam pengembangan persenjataan.

“Sekali dikembangkan, maka konflik bersenjata akan meningkat ke suatu skala besar yang tak pernah terjadi sebelumnya, dan bisa melesat jauh lebih cepat dari yang dapat dipahami manusia,” bunyi surat tersebut.

“Hal itu bisa menjadi senjata untuk teror, senjata yang digunakan teroris dan ancaman terhadap warga biasa, dan senjata yang diretas untuk berperilaku dengan cara yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Menurut mereka yang bisa dilakukan sekarang adalah moratorium, bukan larangan langsung. Namun, mereka yang menentang penggunaannya menyebut bahwa robot jenis ini adalah ancaman bagi kemanusiaan dan karenanya robot pembunuh dan jenis mesin pembunuh ‘otonom’ lainnya harus dilarang.

Para ahli meminta apa yang mereka anggap sebagai teknologi ‘yang salah secara moral’ itu untuk ditambahkan ke daftar senjata yang dilarang berdasarkan Konvensi PBB tentang Senjata Konvensional Tertentu (CCW).

Sebuah kelompok PBB yang berfokus pada persenjataan otonom dijadwalkan bertemu pada hari Senin (21/8/2017) namun pertemuan tersebut telah ditunda ke bulan November.

Surat tersebut telah ditandatangani oleh Stephen Hawking, Steve Wozniak, dan Elon Musk.

Sumber: Dirangkum dari kompas.com

Teknologi.id

Menggali potensi teknologi Indonesia

)
    Titan Haryawan

    Written by

    Teknologi.id

    Menggali potensi teknologi Indonesia

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade