Canggih! Kecerdasan Buatan Bisa Digunakan Untuk Memprediksi Panjang Umur Pasien

Titan Haryawan
Aug 29, 2017 · 2 min read
Foto: ppp.or.id

Para periset dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Ilmu Komputer Universitas Adelaide, bersama dengan kolaborator Australia dan internasional, telah menggunakan kecerdasan buatan atau yang dikenal dengan atificial intelligence (AI) untuk menganalisis pencitraan medis dari 48 dada pasien.

Analisis berbasis komputer ini dapat memprediksi pasien mana yang akan meninggal dalam jangka waktu lima tahun, dengan akurasi 69% yang sebanding dengan prediksi manual oleh seorang dokter. Dan ini adalah studi pertama dari jenisnya yang mengkolaborasikan gambar medis dengan kecerdasan buatan.

Menurut periset dari Universitas Adelaide bernama Dr. Luke Oakden-Rayner sekaligus ahli radiologi dan PhD dari fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas, pada dasarnya memprediksi masa depan pasien berguna karena memungkinkan dokter menyesuaikan perawatan dengan individu. Penilaian akurat usia biologis dan prediksi umur panjang pasien sejauh ini dibatasi oleh ketidakmampuan dokter untuk melihat ke dalam tubuh dan mengukur kesehatan masing-masing organ.

Penelitian tersebut telah menyelidiki penggunaan deep learning, sebuah teknik dimana sistem komputer dapat belajar bagaimana memahami dan menganalisa gambar. Meskipun untuk penelitian ini hanya sebagian kecil sampel yang digunakan, namun penelitian yang ada menunjukkan kalau sistem komputer telah belajar mengenali pencitraan kompleks dari berbagai penyakit, sesuatu yang memerlukan pelatihan ekstensif untuk seseorang yang ahli.

Sementara para periset tidak dapat mengidentifikasi dengan tepat apa yang dilihat oleh sistem komputer dalam gambar untuk membuat ramalannya, prediksi yang paling meyakinkan dibuat untuk pasien dengan penyakit kronis berat seperti emphysema dan gagal jantung kongestif. Alih-alih berfokus untuk mendiagnosis penyakit, sistem otomatis dapat memprediksi hasil medis dengan cara yang tidak dilatih oleh dokter, dengan memasukkan data dalam jumlah besar dan mendeteksi pola halus.

Penelitian tersebut membuka jalan baru untuk penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam analisis citra medis, dan dapat menawarkan harapan baru untuk deteksi dini penyakit serius, memerlukan intervensi medis yang spesifik. Para peneliti juga berharap bisa menerapkan teknik yang sama untuk memprediksi kondisi medis penting lainnya, seperti timbulnya serangan jantung.

Kelompok peneliti AI di University of Adelaide mencoba untuk memodifikasi dan memperluas fokus sistem AI, juga dengan membawa analisis ke sekitar puluhan ribu gambar pasien. Dengan tingkat akurasi prediksi AI untuk menghitung masa hidup manusia dipercaya bakal sebaik prediksi yang dilakukan oleh seorang dokter, dan kita hanya bisa membayangkan apa yang menanti di masa depan dengan mempelajari lebih lanjut tentang apa yang dapat dilakukan sistem AI.

Sumber: Dirangkum dari beritateknologi.com

Teknologi.id

Menggali potensi teknologi Indonesia

)
    Titan Haryawan

    Written by

    Teknologi.id

    Menggali potensi teknologi Indonesia

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade