Cover Story: Ary Setiyono, Founder Ompreng.com

Gerry Rezaldi Agung
Aug 8, 2017 · 5 min read

Bisa dikatakan hampir semua orang tidak suka dengan yang namanya macet, begitu pula dengan Ary Setiyono atau biasa disapa Ase, CEO dari Ompreng.com, sebuah layanan ride sharing berbasis aplikasi. Apa hubungannya antara macet dan aplikasi? Mari simak wawancara saya bersama Ary Setiyono.

Gerry (G) : Halo Mas Ary Setiyono, boleh perkenalkan diri Mas Ary, semacam biodata singkat mungkin?

Ary Setiono (A) : Halo, nama saya Ary Setiyono, lahir di Jakarta pada tahun 1986, kuliah S1 teknik di Telkom Bandung, kemudian melanjutkan S2 MBA di University of Malaya, Malaysia dan Jerman. Kemudian experience 2 tahun di bidang telekomunikasi.

G : Kenapa sih memilih untuk menjalankan startup, boleh diceritakan awalnya?

A : Awalnya niat ambil MBA karena gak pengen terus-terusan kerja sama orang, setelah lulus MBA gatau bisnis apa, nah saya lulus MBA 2013 akhir, ketika di Jerman mengenyam pendidikan MBA saya liat aplikasi ride sharing atau bisa dibilang nebeng-menebeng, menurut saya itu hal yang sangat menarik karena mereka memberikan alternatif yang lebih murah dibanding kereta, atau naik pesawat. Setelah lulus, saya balik ke Indonesia dan ketika itu Gojek sedang booming, lalu startup juga booming, akhirnya pengen membuat startup karena udah ada ilmunya dari MBA dan saya ingin membangun bisnis sendiri.

G : Nah untuk ompreng.com, ceritakan mengenai startup yang Mas Ary jalankan, mengapa memilih dibidang tersebut dan Mas Ary berperan sebagai apa disana?

A : Sebenernya di Jakarta saya gak suka banget sama macetnya, bisa sejam dua jam dijalan buat berangkat kantor dan sekolah, nah saya pengen berkontribusi untuk Negara, yaitu dengan membuat solusi aplikasi yang bisa berbagi kendaraan dengan orang lain. Makanya awal berdirinya ompreng.com saya bikin Ocar dan Obike kaya ride sharing gitu, makin kesini ompreng.com menciptakan produk baru bekerja sama dengan rental mobil berijin dan berplat kuning untuk menyediakan armada, pelanggan bisa membayar iuran bulanan dan lebih murah.

G : Apakah strategi bisnis itu hal yang utama dalam memipin sebuah startup?

A : Ya, strategi bisnis sudah pasti sangat penting dan menentukan sekali untuk kelangsungan suatu bisnis berjalan atau engga, tanpa ada strategi, kita akan mati melawan kompetitor ataupun dengan pasar. Oleh karena itu kita sudah harus memiliki strategi untuk setahun kedepan, atau lima tahun kedepan. Bagaimana followers yang mengikuti kita, strategi pricingnya, strategi branding dan lainnya

G : Model bisnis di startup menurut mas ary, yang paling efektif itu apa?

A :Model bisnis ada macem-macem, sebenernya yang paling efektif adalah tergantung bisnisnya, misalnya bisnis game, awalnya free, kemudian ke premium dan dicharge, nah untuk ompreng.com kita modelnya adalah subscription, jadi langganan bisa bayar bulanan, atau dua mingguan dan lainnya. Jadi sebenernya model bisnis tergantung bisnisnya itu sendiri, kalo misalnya satu model bisnis tidak bagus dan tidak berlangsung dengan baik, bisa langsung diganti dengan model yang lain aja gitu.

G : Apakah model bisnis dan revenue saat ini sudah bagus di perusahaan Mas Ary, boleh berbagi tips untuk strategize the business?

A : Sebenernya kita masih terus menggali model bisnis yang paling bagus, so far kita masih sharing dengan operator penyedia layanan transportasinya, akan terus di review, jadi masalah efektif atau engga ya kita masih on process dan on preview. Sering review, preview feedback apa kesalahan sebelumnya, apa yang bisa di improve, jadi sistemnya continuous improvement.

G : Kembali ke startup yang dijalankan Mas ary, untuk sekarang sudah berapa karyawan yang bekerja di sana? Apasih kiat-kiatnya agar karyawan disana tetap produktif dan semangat dalam bekerja?

A : Untuk karyawan sendiri ada, fulltime 2 orang, intern 2 orang, freelance bisa 3–4 orang. Kita ga matokin jam kerja, kasih achieve target, apa yang di require tiap individu, setelahanya kita bebas mereka mau ngapain asalkan memenuhi achieve target, jadi ga maksa banget orang untuk dateng ke kantor, kemudian supaya mereka lebih produktif adalah dengan sering open heart, open discussion, kalau ada kendala jadi ga harus ditanggung sendiri oleh tiap karyawan, jadi kalo ada masalah dipecahin bareng-bareng aja.

G : Dalam pengembangan produk, apakah terhitung cepat? Berapa lama, dan apa saja kendalanya dalam mengembangkan produk tersebut?

A : Pengembangan produk kita menurut saya cukup cepat sih, jadi kita bikin apa, dalam proses sebulan produk sudah bisa launching. Intinya sih mencoba aja produk kita ini berhasil apa engga, jadi jalanin aja, karena kita ga akan tau produk kita berhasil atau engga jika ga dicoba, terus kita lihat market demand-nya seperti apa, lalu existing pemainnya berapa banyak, masih bisa atau tidak, kalo masih bisa kita buat aja produknya. Kendalanya dalam aplikasi adalah bug ya, kadang ada yang error, ga support di Android ini, IOS ini segala macam, jadi itu sih kendalanya.

G : Menurut Mas Ary, seberapa penting produk Mas Ary dalam mendukung bisnis itu sendiri, bisa diceritakan?

A : Ya pasti penting ya, karena produk itu adalah yang kita jual, sudah pasti sangat penting, tanpa ada produk kita mau jualan apa, jadi menurut saya sudah pasti produk itu penting.

G : Kalau sedang tidak bergelut dengan startup, Mas Ary mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan apa? Hobi, musik favorit, atau mungkin ada buku favorit yang Mas Ary suka.

A : Untuk waktu luang sih biasanya saya nonton bioskop, fitness, atau paling travelling.

G : Nah terakhir, ada pesan, dan tips dan trik untuk mereka yang baru akan memulai sebuah startup?

A : Bikin startup sih intinya yang sesuai dengan passion kamu, apa yang kamu suka kamu jalanin aja, karena bikin startup itu ga gampang, ga bikin terus langsung dapet pendanaan, karena investor itu sekarang udah sangat picky, jadi tanpa passion mungkin saja kita langsung nyerah, karena belom tentu bisa langsung mendatangkan uang, beda sama jualan gorengan misalnya, kita jualan terus langsung dapet untung itu bisa, beda sama startup harus ngumpulin user, kemudian partnernya baru bisa dapet untungnya, jadi it’s takes more time untuk bikin startup making money, jadi kalo ngarepin duit aja gak mungkin deh, jadi harus sesuai passion, kalo bisa sesuai background experience pekerjaan, dan edukasi, harus tau seluk beluknya, jadi investor makin yakin, oh ini orang ahli nih, jadi tau celah dan kelemahannya segala macem sama produk yang ditawarkan, dari segi pasar dan lainnya.

G : Okay, terimakasih Mas Ary atas kesempatan untuk mewawancarai Mas Ary, have a good day!

Teknologi.id

Menggali potensi teknologi Indonesia

Gerry Rezaldi Agung

Written by

Teknologi.id

Menggali potensi teknologi Indonesia

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade