Drone Tempur Ini Akan Mejadi Prajurit Masa Depan

Selain untuk videography, kini drone digunakan untuk kebutuhan pertahanan seperti combat drone, drone yang dikembangkan oleh Duke Robotics. Duke Robotics punya konsep berbeda dalam mengembangkan combat drone.
Drone yang diberi nama Tikad ini berpenampilan seperti drone pada umumnya. Namun, bukan kamera atau peralatan umum yang ia bawa, Tikad didesain buat membopong senapan serbu, dijanjikan mampu menembak target dengan sangat akurat. Pengembangnya sangat yakin pada kapabilitas Tikad, dan menyebutnya sebagai ‘prajurit masa depan’.
Penampilan Tikad hampir menyerupai drone industri. Ia memanfaatkan sistem hexa-copter, terbang dengan ditenagai enam buah rotor, wujudnya mirip DJI S800 Evo. Tikad dirancang untuk melakukan misi-misi pengawasan sebelum prajurit diturunkan di medan perang, terutama saat menghadapi kelompok teroris. Tentu saja, kehadiran Tikad dapat meminimalkan korban jiwa.
Tikad memiliki bobot sekitar 50 kilogram, mampu terbang setinggi 9–450 meter lebih, siap terbang di atas permukaan air, dan dibekali gimbal dengan 6-DOF (degree of freedom). Gimbal tersebut sanggup menstabilkan beban tiga kali bobotnya. Operator dapat memasangkan berbagai jenis senjata otomatis hingga melengkapinya dengan pelontar granat 40mm, lalu mengendalikannya jauh dari area berbahaya.
Dukungan persenjataan bukan satu-satunya kemampuan andalan Tikad. Teknologi robotik di gimbalnya diklaim memungkinkan drone membidik dan menembak secara super presisi, karena sanggup menahan dorongan dan menyerap getaran saat senapan memuntahkan peluru. Sistem penstabil dari Duke Robotics itu sebetulnya juga bisa digunakan secara stand-alone untuk membantu tim penembak jitu saat melakukan operasi di darat atau bahkan digunakan warga sipil untuk menstabilkan kamera.
Sumber: Dirangkum dari dailysocial.id

