Kecerdasan Buatan Kini Mampu Diagnosis Alzheimer Lebih Dini

Akhir-akhir ini artificial intelligence atau kecerdasan buatan memang menjadi topik hangat di kalangan perusahaan teknologi dunia. Di masa depan, diperkirakan semua bidang akan mendapatkan manfaat dari penerapan kecerdasan buatan.
Salah satunya adalah bidang kedokteran. Kecerdasan buatan diklaim mampu menganalisis sejumlah besar data yang memungkinkan dokter melakukan studi, diagnosis, dan pencegahaan suatu penyakit.
Seperti dilansir dari World Economic Forum, Minggu (13/8/2017), teknologi ini diyakini mampu mendiagnosis penyakit Alzheimer lebih dini.
Hal itu bisa terjadi berkat penggunaan machine learning, yang menggunakan algoritma tertentu dalam mempelajari dan mengolah sejumlah data.
Untuk cara kerjanya, machine learning mirip seperti Siri mempelajari suara penggunannya dan Facebook yang bisa memprediksi jenis konten apa saja yang disukai penggunanya.
Untuk melakukan diagnosis penyakit Alzheimer, peneliti telah menerapkan sebuah algoritma multilayer. Dan clustering yang berguna untuk menganalisis sejumlah besar data, yang diambil dari penelitian Alzhimer’s Disease Neuroimaging Initiative. Data tersebut berasal dari tes kognisi, pemindaian otak, dan cairan tulang belakang.
Sumber: Dirangkum dari liputan6.com

