Mengenal Kerajaan Zaman Dahulu di Museum Virtual

Sejarah yang identik dengan kesan kuno, tradisional, dan primitif saat ini dapat dikolaborasikan dengan teknologi yang moderen canggih yaitu Virtual Reality (VR). Hal inilah yang sedang dilakukan oleh Pusat Studi Peradaban Universitas Brawijaya, dengan membuka Pameran Museum Brawijaya V.
Di dalam pameran ini, pengunjung diajak mengunjungi peninggalan sejarah melalui teknologi VR. Pengunjung dapat melihat foto secara 360 derajat Museum Mpu Tantular dan Candi di era Majapahit dengan teknologi ini.
Kepala Pusat Studi Peradaban UB, M. Fadli mengatakan, peninggalan sejarah perlu di dokumentasikan ke dalam bentuk digital. “Peninggalan sejarah dapat lapuk termakan oleh waktu maka solusi yang tepat agar tetap bisa dinikmati adalah direkam secara digital” ujar Fadli.
Upaya untuk mendekatkan sejarah terutama untuk generasi muda tidak dapat dilakukan dengan strategi konvensional. Akan tetapi, melalui cara yang kreatif dan teknologi yang moderen seperti VR, dirasa dapat lebih mendekatkan generasi muda dengan sejarah.
Virtual museum ini bertujuan agar pengunjung dapat mengeksplorasi setiap benda yang dipamerkan dan menyadarkan bahwa budaya dan sejarah bukan lagi sesuatu yang kuno melainkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sumber: Dirangkum dari Republika.
