Oculus Menginginkan Konten dan Teknologi Virtual Reality-nya Eksklusif

Teknologi Virtual Reality (VR) memang masih sangat muda dan masih berkembang. Untuk itulah diperlukan inovasi dan dukungan dari para pengembang di industri tersebut terhadap konten serta pengembangan perangkatnya agar konsumen lebih tertarik dan penasaran dengan teknologi tersebut.
Tetapi di sisi lain, Oculus ingin konten dan teknologi VR-nya tidak terbuka untum umum atau menjadikan perangkatnya sesuatu yang eksklusif. Hal tersebut disampaikan langsung oleh VP Oculus, Jason Rubin. Menurutnya, eksklusivitas pada konten dan teknologi perangkat merupakan cara paling cepat untuk mengembangkan pasar VR.
“Tujuan kami sejak awal masih tetap sama, yaitu menginvestasikan dana dengan jumlah yang tepat untuk membuat sebuah ekosistem VR yang kuat. Kami memang akan tetap bermain secara eksklusif dan kami rasa hal tersebut merupakan cara yang tepat,” ujar Rubin saat diwawancarai.
Cara ini memang berbeda dengan Valve yang ingin teknologi dan konten VR dengan sifat yang lebih terbuka. Menurut pengamat industri VR, Valve bisa disebut sebagai perusahaan yang berani mengambil risiko. Mereka berani mengeluarkan dana meski berisiko untuk membuat pasarnya jatuh. Sementara Oculus lebih memilih untuk mendukung ide yang sudah jelas akan membuat pasarnya berkembang.
Sumber: Dirangkum dari Metrotvnews.com
