Robot Mampu Membedah Mata Dengan Keakuratan 10 Kali Tangan Dokter

Dengan kemajuan teknologi di bidang robotik, pengembangan ilmu robotik saat ini sudah dilakukan ke ranah kesehatan. Mulai dari distribusi obat, pendampingan pasien, pengurangan efek stres, hingga pembedahan.
Perangkat bedah robotik tersebut dikembangkan oleh Preceyes, perusahaan teknik mesin dari Belanda. Saat ini, para dokter melakukan operasi mata tanpa bantuan robot. Masalahnya, bagian internal mata seperti retina sangat halus dengan celah yang sangat kecil. Besar kemungkinan bagi ahli bedah memotong terlalu dalam dan menyebabkan luka dan pendarahan yang tak diinginkan, menyebabkan kerusakan semakin parah.
Kabar baiknya, dokter-dokter di Inggris berhasil membuktikan bahwa proses operasi yang dilakukan robot lebih efektif. Pembedahan dilakukan pada 12 orang pasien untuk mengangkat lapisan tipis di retina. Hasilnya, pasien yang ditangani oleh robot ternyata lebih sedikit mengalami pendarahan.
Keberhasilan tersebut sebagai sebuah visi mengenai masa depan bedah mata. Terobosan ini merupakan langkah awal pemanfaatan teknologi canggih, di mana sistem dapat memberikan operator robot keakuratan hingga 10 micron, seperti disampaikan oleh Dr. Robert E. MacLaren, profesor ophthalmology di Oxford University
Mereka masih melakukan uji coba agar robot juga bisa digunakan dalam prosedur pembedahan lainnya. Setelah masa tes selesai, Preceyes berencana untuk memsarkannya.
Sumber: Dirangkum dari dailysocial.id

