Ternyata Chipset Buatan Indonesia Tak Kalah Hebat Dengan Luar Negri Loh!

Chipset memang merupakan perangkat pendukung penting peralatan yang berhubungan dengan komputasi. Tetapi hingga saat ini produk luar negeri memang sangat terkenal dipasaran. Beberapa contoh chipset yang di gunakan pada smartphone seperi Qualcomm dan MediaTek merupakan produk yang tidak asing lagi.
Padahal nyatanya Indonesia juga memiliki chipset buatan sendiri yang bernama Xirka. Pengembangan chip tersebut dilakukan sejak tahun 2006. Sementara, dirilisnya pada tahun 2009. Saat itu, chip buatan Indonesia ini diciptakan dengan jenis kegunaannya untuk fixed wimax dan mobile wimax pada jaringan internet.
Tetapi, hingga detik ini Xirka belum menciptakan chipset yang digunakan untuk smartpone. Pengembang baru bisa menciptakan chipset Scard XCT136 yang digunakan untuk smart card dan bisa juga untuk kartu mahasiswa. Kegunaan lainnnya, Xirka bisa dijadikan sebagai alat pemindai absensi dan transaksi cashless.
Xirka menjalani berbagai kerja sama dengan Siltera-Malaysia, Singapura, Taiwan bahkan Jepang untuk merambah di pasaran Asia Pasifik. Ternyata pihaknya telah menciptakan protokol smart card Indonesia dalam bentuk aplikasi key management system, card management system, serta sistem operasi smart card yang bisa mendukung fitur aplikasi pada tahun 2016.
Kemenkominfo menyatakan “Sangat disayangkan, di tahun 2015 pengguna Xirka sendiri lebih banyak di pakai di luar negeri dari pada di Indonesia. Jika dihitung mencapai angka 50 juta sim card per tahun yang digunakan Jepang dan Malaysia.” Chipset Scard XCT136 telah diresmkan pada Mei 2017 lalu yang didukung oleh Kemenristekdikti dan juga bekerja sama dengan Kemenkominfo.
Beberapa institusi pendidikan di tanah air telah menerapkan chipset tersebut untuk dijadikan kartu mahasiswa. Seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, serta Telkom Unversity.
Sebagai buktinya dalam transformasi digital di Indonesia, Xirka juga akan terus berupaya pengembangannya dalam pembuatan chip smartphone dan Internet of Things. Ini juga sebagai salah satu pergerakan Xirka dalam menunjang kebutuhan teknologi IoT yang akan menguasai pasar di dunia.
Targetnya, Perusahaan chip asal Indonesia ini akan bersaing dengan MediaTek yang berasal dari Cina, juga Qualcomm dari AS. Kedua produk tersebut memang sedang sangat mendominasi pasaran chipset di Indonesia. Untuk itulah Xirka ingin bersaing dengan produk produk handal tersebut.
Sumber: Dirangkum dari Berbagai Sumber.
