Upah Minimum Di AS naik, Robot Akan Semakin Cepat Mengambil Alih Pekerjaan

Titan Haryawan
Aug 29, 2017 · 2 min read
Foto: reuters.com

Upah minimum federal AS, USD 7,25 per jam berdasarkan penelitian Economic Policy Institute tahun 2015 dinyatakan nyaris mustahil untuk sanggup menanggung beban keluarga beranggotakan empat orang (sepasang orangtua dan sepasang anak).

Sebagai akibatnya, banyak pekerja meminta kenaikan upah minimum, yang berdasarkan penelitian yang dipublikasi Selasa kemarin, semakin tinggi kenaikan UMR, semakin besar kemungkinan pekerja berupah rendah kehilangan pekerjaan karena diambil alih oleh robot seperti diberitakan Inverse.

Grace Lordan sebagai salah satu tim peneliti mengatakan “Secara umum kami menemukan bahwa naiknya upah minimum akan mempercepat adopsi teknologi,”.

“Kami menduga di masa depan fenomena ini akan menyebar ke pekerjaan lain di mana orang tak terlalu peduli siapa yang menyediakan jasanya dan kemajuan teknologi sudah sangat menjanjikan misalnya pengiriman barang, supir taksi, bartender, dan waiter.” Lanjutnya.

Penelitian Lordan yang dipublikasi oleh National Bureau of Economic Research menemukan setiap terjadi kenaikan upah USD 1, akan terdapat 0,43 persen pekerjaan yang diambilalih oleh robot.

Meskipun 0,43 persen tidak terlalu dramatis akan tetapi bisa diaplikasikan untuk menggambarkan perubahan demografi tenaga kerja di AS.

Pekerjaan-pekerjaan yang disebutkan Lordan memang sedang terancam yang dikuatkan oleh laporan pemerintah AS tahun 2016 yang menyatakan lebih dari 83 persen pekerja yang berpenghasilan kurang dari USD 20 per jam kelak akan direbut pekerjaannya oleh robot.

Menaikkan upah minimum dapat mempercepat terebutnya pekerjaan oleh robot. Jika pabrik harus membayar pekerja lebih mahal, mereka cenderung mengganti manusia dengan robot yang sama sekali tak perlu digaji.

Pihak industri sendiri bukannya menutup mata akan hal ini. Bulan Januari, presiden dari Association for Advanced Automation Jeff Burnstein mengatakan kepada Inverse bahwa Automate, pameran robot industri terbesar di Amerika Utara sedang menyaksikan melimpahnya dukungan kepada program yang dapat menolong para pekerja AS bertahan di era serba otomatis.

Burnstein percaya bahwa otomasi dapat meningkatkan pekerjaan sebab robot yang melakukan kerja kasar kadang butuh pengawasan dari manusia yang bisa dilatih ulang untuk melakukan kerja baru tersebut.

Sumber: Dirangkum dari kumparan.com

Teknologi.id

Menggali potensi teknologi Indonesia

)
    Titan Haryawan

    Written by

    Teknologi.id

    Menggali potensi teknologi Indonesia

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade