
Hallo Tellizen, setelah sekian lama akhirnya Mumu ditugaskan kembali mengisi konteng disini. Ya, konteng blog Tell. Karena mulai sekarang semua pemberitahuan secara ofisial akan dilakukan melalui blog yang bekgronnya putih kaya warna Mumu yang lucu *aseeeek*. 😆
Oke pada kesempatan kali ini kita akan sedikit mengupas beberapa pertanyaan Tellizen yang terkejut terkaget terheran-heran ngeliat Tell kok beda banget sih sama versi pertamanya.
Yep, bukan rahasia umum kalo Tell sekarang udah menggunakan swipe dan tidak lagi menggunakan scroll untuk timelinenya.
Pro — Kontra? Hal yang biasa! Dari awal para founder Tell sudah paham dan ngga kaget kalo ini akan menimbulkan pro dan kontra, serta mendapatkan kritik habis-habisan dari para Tellizen.
SWIPE BANGET NIH?
Inilah reaksi Tellizen lama ketika baru download Tell. Yap bisa dibilang emang swipenya Tell nyentrik banget, aplikasi yang biasanya scroll timeline tiba-tiba diubah menjadi swipe kanan kiri atas bawah. Tapi tau ngga sih alasannya dibuat gitu sama tim tell? Tentu saja masalah konten! Coba yuk kita tengok dibawah ini
KONTEN
Bagi Tell, konten adalah hal terpenting, karena salah satu misi Tell yaitu ingin membantu orang lain agar ceritanya didengar secara anonim. Dengan ngebuat timeline menjadi swipe, kamu jadi lebih fokus membaca cerita di sekitar kamu, tanpa asal ngeskrol. Selain itu swipe mode akan membantu cerita yang punya potensi dibaca namun belum mendapat banyak respon, agar dibaca dan dibookmark atau dilike sama pengguna loh! Tim Tell tau rasanya kalo konten ngga dibaca padahal kontenmu menarik, makanya mereka pengertian banget sama kamu xixixixi. 😗
Selain itu Tell pengen banget jadi yang berbeda! Tim Tell jujur aja udah bosen terus disandingkan dengan aplikasi anonim yang sudah lama menjamur, sekarang saatnya jadi diri Tell sendiri. Selain itu, Tell juga cukup berani loh karena menjadi aplikasi anonim pertama yang punya fitur swipe seperti ini.
Yah meskipun sempat mendapat nyinyiran netizen bahwa ini cukup ribet. Padahal menyenangkan kok, kamu hanya ngga perlu swipe cepet-cepet, kegiatan gabutmu bisa diisi dengan swipe pelan-pelan untuk baca cerita di sekitar kamu. Kan ngga enak, punya cerita tapi ngga ada yang notice. 😢
KONTEN SAMPAH GIMANA MU?
Tentu aja tim Tell mulai meningkatkan kualitas konten yang dibagikan. Meskipun detik ini kamu belum melihat fitur BEST. Tapi akan segera hadir fitur EDITOR PICKS. Yup, fitur editor picks ini dapat diakses secara global alias tanpa nearby-nearby yang isinya merupakan konten-konten cerita terbaik yang ada di Tell. Mau ceritamu didengar sejagat raya Tell dan mendapat respon dari Tellizen? Buat konten yang menarik! Tinggalkan “Hi aku F22”, “Aku m18 nih chat yuk”, “nemenin chat yuk, gabut” kalo konten kamu mau dilirik sama tim Tell.
Fitur EDITOR PICKS ini juga akan dibagikan berdasarkan kategori yang ada, mau baca cerita tentang cinta? tentang horror? Gampang banget tinggal klik dan pilih cerita berdasarkan kategori yang kamu suka! Gimana? Masih mau bilang Tell produk gagal? Tim Tell selalu punya kejutan buat penggunanya, jadi sabar aja ya nunggu kejutan lainnya hehehe. 😸
NEARBY
Nah ini juga salah satu permasalahan bagi para Tellizen, katanya Nearby akan membuat cerita kita tidak didengar.
Sebenarnya tidak, Tim Tell memang membuat Tell dari awal konsepnya nearby kok! Kenapa Tell sempat berubah? Tim Tell kala itu, sedang melakukan riset internal, apa yang terjadi jika story dibuat secara global, dan story dibuat secara nearby. Hasilnya memang tidak dibagikan ke publik, namun para founder memilih Tell dijadikan Nearby. Biar kamu bisa nambah temen orang deket daerahmu juga loh!
Apalagi sekarang nearby-nya benar-benar terlihat jelas di tagline Tell, apa itu? Yep, STORIES AROUND YOU.
Dari tagline itu aja jelas banget kalo tim Tell emang pengennya ngebuat itu nearby, kenapa sih?
SETIAP DAERAH PUNYA CERITA
Cerita lucu di Jogja belum tentu nyambung buat anak daerah Jaksel yang sering dengerin lagu “izinkan aaaaku untuk terakhir kalinya~”.
Oleh karena itu, tim Tell mau agar tiap daerah punya ceritanya masing-masing yang dapat diakses oleh orang disekitar mereka saja. Ya kalo kamu mau pindah lokasi dengan Fake GPS silahkan saja, tim Tell tidak melarang kok. Tapi, memang fitur didalam Tell untuk pindah lokasi belum tersedia, jadi sabar aja ya! 😿
Selain itu tim Tell juga mau cerita anak-anak Jatim seperti di Malang, cukup anak Malang aja yang jadi diskusi. Siapa tau cerita ini malah cerita memalukan, kalo orang se-domisili Malang tau aja sudah memalukan, gimana sejagat raya Tell?
Tapi tenang aja, Tim Tell akan terus berupaya mengembangkan penggunanya di berbagai daerah Indonesia. Menurut Founder Tell, karena Tell baru awal rilis, pengguna pada daerah dibawah ini akan diupayakan untuk terus meningkat:
- Jabodetabek
- Bandung
- Bali
- Malang
- Semarang
- Surabaya
- Jogja
- Samarinda
- Banjarmasin
- Medan
- Padang
- Bandar Lampung
Kalau kotamu belum ada ya mohon bersabar saja ya~ 🐝
PREMIUM
Nah kalo ngomongin duit pasti sensitif banget nih. Pada Tell 1.0 emang sempat terdengar gossip bahwa Tell akan memiliki fitur premium.
Hal itu akan direalisasikan di Tell 2.0, meskipun belum tau fitur apa yang akan diberikan kepada pengguna yang bersedia membayar mulai dari Rp. 10.000 / bulan. Apakah Tim Tell sangat tamak karena ingin membuat premium? Eits eits tunggu dulu.
DATA
Tau ngga jumlah data di Tell 1.0 itu berapa? Jumlah data di Tell 1.0 berkisar lebih dari 20 juta data loh! 15 juta diantaranya merupakan data chat dari Tellizen. Bisa dibayangkan kalau 20 juta data itu dijual kepada pihak ketiga, wah udah kaya loh tim Tell. Tapi sayangnya tim Tell paham betul data itu bersifat sangat privasi dan tidak boleh diperjual belikan sembarangan, oleh karena itu tim Tell tidak menjual satupun data mereka kepada pihak ketiga. Sayang banget lho tim Tell sama kalian, kaliannya aja yang terus ngerasa tim Tell itu jahatin kalian, hiks hiks. 😢
Selain itu data tersebut tidak pernah disentuh oleh siapapun yang ada di tim Tell bahkan founder Tell loh! Data yang berjumlah lebih dari 20 juta itu hanya dibackup dan disimpan pada tempat penyimpanan rahasia Tell.
Apabila terjadi kasus yang melibatkan Tell dan data Tell 1.0, barulah Tell akan bersedia membuka data tersebut dan membantu pihak berwajib untuk menyelesaikan kasus itu.
JADI NOMOR SATU
Tentu saja premium ini akan digunakan sebagai pemasukan Tell untuk terus berkembang menjadi nomor satu. Ngga cuma nomor satu di Indonesia, tapi juga di dunia! Meskipun ini baru mimpi, tapi ya ngga apa lah bermimpi dulu siang bolong xixixi, siapa tau nanti kesampaian, kan keren kalo platform berbagi cerita asal Indonesia bisa sejajar dengan platform berbagi cerita asal luar negeri.
Tim Tell meghargai sekali antusias sebagian Tellizen yang ingin support Tell dengan cara membeli premium, hal tersebut merupakan bukti nyata untuk mengupayakan Tell terus untuk berkembang. Tapi kalau kamu ngga beli premium bukan berarti kamu ngga bantu loh! Bisa aja kan kamu maksa temen kamu beliin kamu dan dia premium atau cari pacar yang bisa beliin premium xixixixi.
Jadi setelah melihat alasan diatas, masih yakin mau bilang Tim Tell matre atau tamak karena premiumnya? 😆
FUTURE DEVELOPMENT
Tell akan terus berkembang sedikit demi sedikit, sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal untuk membuat Tellizen semakin nyaman bermain Tell. Karena ini baru awal rilis, maka mohon menunggu aja ya, gebrakan dan fitur-fitur baru yang ada di Tell!
Tell pasti ngga akan ngecewain kamu kaya doi kok, soalnya Tell kan lebih pengertian dari doi kamu hahahaha. 😆
Ohiya, kalo mau ngelaporin sesuatu kamu bisa kirim ke email tell yaitu community@tellstories.id, tim Mumu atau Mumu langsung akan balas email kamu.
Udah dulu ya Tellizenkuh! 😘

