Temandanus.com : Solusi Danusan Mudah di Era Digital
Platform dana usaha digital untuk menggalang dana proyek kreatif.
Kami meyakini setiap idealisme berhak untuk mengekspresikan wujudnya. Kebebasan setiap individu untuk menciptakan perubahan adalah hak yang harus dipenuhi, dan kolaborasi merupakan cara terbaik untuk demokratisasi setiap gagasan yang dimiliki. Dari pemuda, oleh pemuda, untuk Indonesia dan dunia. Itulah semangat yang kami bawa, kami ingin setiap gagasan baik dapat dieksekusi dengan baik. Sebagai bentuk dari semangat kami, maka hadirlah temandanus.com.
Temandanus.com merupakan platform dana usaha digital untuk menggalang dana proyek kreatif.
Dana usaha atau yang biasa disebut “danus” merupakan penggalangan dana dengan cara “usaha”, usaha yang biasa dilakukan adalah menjual produk. Produk yang dijual bisa berupa barang ataupun jasa. Contoh produk barang biasanya berupa makanan. Beberapa makanan yang populer untuk danusan seperti risol, donat, nasi uduk dan gorengan. Selain makanan, produk danusan barang juga beragam, seperti menjual merchendaise acara, menawarkan barang kebutuhan kuliah dan berbagai macam barang lainnya. Sedangkan contoh produk jasa danusan seperti jasa bersih kosan, ojek online, jasa laundry hingga ngamen. Bisa dikatakan untuk saat ini, danus merupakan salah satu alternatif solusi terbaik untuk menggalang dana kegiatan selain kerjasama sponsorship.
Dana usaha saat ini.
Sebelum kita beranjak mengenal lebih jauh temandanus.com, kami ingin mengajak teman-teman semua untuk bertamasya menjelajahi pengalaman yang pernah dilakukan, pengalaman melakukan danusan dimasa kemarin dan masa kini.
Saya teringat, saat itu saya hendak mengikuti kegiatan kepanitiaan dengan tujuan ingin mengembangkan softskill seperti berjejaring, menambah kemampuan kepemimpinan, manajemen waktu, kerja sama tim dan lain hal. Saya pikir mengikuti kepanitiaan menjadi hal yang menantang dan menyenangkan, dan saya menyukai saat-saat pertama kalinya saya tergabung dikepanitiaan kampus.
Pada rapat pertama saya merasa senang dan bahagia, saat itu satu persatu kepala divisi maju dan memaparkan apa yang seharusnya divisi itu kerjakan, hingga sampailah pada divisi dana usaha. Divisi dana usaha memaparkan tantangan yang harus kepanitiaan hadapi terkait pendanaan, sudah menjadi hal yang wajar jika pihak kampus tidak dapat mendukung pendanaan secara penuh dan danus merupakan solusi terbaik yang bisa kepanitiaan lakukan.
Modal awal kepanitiaan merupakan anggaran yang wajib disumbangkan oleh setiap anggota untuk dialokasikan sebagai dana awal atau modal membeli produk danus. Saat itu pihak kampus sudah melarang mahasiswanya danusan dengan cara mengamen, dengan dalih dapat merusak nama kampus. Modal yang dikumpulkan dari setiap anggota sebesar Rp. 50.000. Meski banyak dari anggota yang merasakan keberatan dengan kebijakan ini, kami tetap melakukannya dengan harapan visi kepanitiaan dapat tercapai.
Setelah itu, modal awal kepanitiaan dibelikan beberapa produk. Saat itu, risol dan nasi uduk merupakan pilihan yang tepat, sebab menurut teman-teman kepanitiaan banyak dari mahasiswa yang tidak sempat sarapan untuk datang ke kampus. Namun secara pribadi saya tidak menyukai itu, karena saya harus datang pagi dan mengambil stok risol dan nasi uduk untuk dibawa ke kampus.
Risol yang dijual dalam satu kotak berisi sekitar dua puluh lima risol, dan saya bersama teman-teman kepanitiaan yang lain harus menjualnya sampai habis di hari itu, karena makanan merupakan produk yang memiliki batas waktu untuk basi. Sialnya, saya tidak memiliki keahlian untuk berjualan saat itu. Alhasil masih banyak risol yang tersisa, dan bagi anggota yang tidak mahir menjual risol akhirnya harus menombok agar tidak rugi sebagai bentuk tanggung jawab. Lebih sialnya, saya dan teman-teman anggota yang lain harus melakukan rutinitas ini di hari-hari berikutnya.
Beberapa anggota mulai menyerah, dan tidak mengambil stok, bahkan tidak sedikit yang akhirnya tanpa kabar dan keluar dari kepanitiaan. Hal tersebut sangat wajar, karena saya pun merasa terganggu dengan hal ini. Padahal keuntungan dari setiap kotak atau dua puluh lima risol yang terjual hanya menghasilkan keuntungan laba bersih sekitar Rp.50.000, itupun dengan dijual dua kali lipat dari harga asli, dan tidak mudah menjual risol dengan harga yang sangat mahal. Beruntunglah beberapa teman mau membantu membeli karena peduli dengan acaranya, atau setidaknya peduli dengan saya juga.
Begitu sekilas pengalaman danusan yang pernah saya alami, mungkin hal tersebut juga pernah terjadi di kamu?
Solusi terbaik, namun bukan berarti benar-benar baik dan mudah untuk dilakukan.
Sewaktu kami memulai ide untuk menciptakan adanya platform dana usaha digital, kami berpikir cara danus yang ada saat ini belum benar-benar menjadi solusi yang terbaik, atau pertanyaan simpelnya yang terbesit adalah..
“Bisakah cara dana usaha yang ada saat ini dijadikan lebih mudah? Jika iya, bagaimana?”
Lalu kami mencoba untuk memulai memetakan asumsi masalah dari danusan yang banyak dilakukan oleh mayoritas kepanitiaan di kalangan mahasiswa. Berikut adalah beberapa kelemahan dari sistem danusan saat ini:
- Modal awal kepanitiaan
Modal awal merupakan dana sumbangan yang digalang dari setiap anggota kepanitiaan sebagai modal awal danusan. Berdasarkan survey kami, range dana awal panitia biasanya kisaran Rp.20.000 — Rp.50.000.
2. Ribet membawa dagangan yang harus dibawa kemana-mana
Barang danusan saat ini biasanya berupa makanan, yang untungya hanya seberapa. Seperti halnya menjual risol dari harga Rp.1500 menjadi Rp.2000, keuntungan per risol hanya diperoleh sebesar Rp.500, itupun harus menjual banyak risol dalam satu kotak box yang isinya sekitar 20 pcs.
3. Tombok-menombok
Setelah menjual, bagi barang yang tidak habis, sebagai bentuk tanggung jawab dengan terpaksa terkadang harus ditombok sendiri.
Dari ketiga masalah tersebut, kami ingin mendisrupsi sistem danusan masa kini dengan cara menghilangkan semua kesulitan yang tadi dipaparkan. Dan melalui temandanus.com, kamu dapat danusan tanpa adanya dana awal kepanitiaan, ribetnya barang dagangan yang harus dibawa kemana-mana dan gak perlu khawatir dengan barang yang tidak terjual sebab di temandanus.com tidak ada tombok-menombok.
Penasaran bagaimana cara kerjanya? mending langsung cobain aja yuk cek temandanus.com

