Benci Kalah
Aug 31, 2018 · 1 min read

Tuhan, aku benci kalah.
Karena itu melelahkan.
Memalukan. Melecehkan.
Menghina pikiran.
Menyia-nyiakan ikhtiar.
Mengkerdilkan harapan.
Tapi, aku tidak tega menang.
Tidak kuat menang.
Kemenanganku hanyalah neraka.
Neraka bagi mereka yang sudah berkorban.
Yang merelakan waktunya.
Untuk surga yang aku dambakan.
Tuhan, izinkan aku sedikit rakus, eh banyak.
Aku ingin surga.
Bagi semuanya.
Tidak ada siksa.
Hanya foya-foya.
Tidak ada neraka untukku.
Tidak ada juga untuk sekitaranku.
Tuhan, terima kasih.
Kau sengajakan surga dan neraka ada.
Mungkin agar kami saling mengasihi dan berbagi.
Supaya tak salah arah.
Tuhan. Bukan surga atau neraka.
Ditulis ulang dari akun Line pribadi

