Benci Kalah

source : www.pexels.com | creative commons license

Tuhan, aku benci kalah.
Karena itu melelahkan.
Memalukan. Melecehkan.
Menghina pikiran.
Menyia-nyiakan ikhtiar.
Mengkerdilkan harapan.

Tapi, aku tidak tega menang.
Tidak kuat menang.
Kemenanganku hanyalah neraka.
Neraka bagi mereka yang sudah berkorban.
Yang merelakan waktunya.
Untuk surga yang aku dambakan.

Tuhan, izinkan aku sedikit rakus, eh banyak.
Aku ingin surga.
Bagi semuanya.
Tidak ada siksa.
Hanya foya-foya.
Tidak ada neraka untukku.
Tidak ada juga untuk sekitaranku.

Tuhan, terima kasih.
Kau sengajakan surga dan neraka ada.
Mungkin agar kami saling mengasihi dan berbagi.
Supaya tak salah arah.
Tuhan. Bukan surga atau neraka.

Ditulis ulang dari akun Line pribadi

Tembang Kalbu | IDN

Terima kasih atas gemerlap indahnya bintang di tengah gelapnya hati dan pikiran

Muhammad Iskandar Dzulqornain

Written by

Adaptive Learner since 1996 | http://www.isdzulqor.me | https://www.linkedin.com/in/isdzulqor/

Tembang Kalbu | IDN

Terima kasih atas gemerlap indahnya bintang di tengah gelapnya hati dan pikiran

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade