Buku Pertahanan

source : www.pexels.com | creative commons license

Tuhan, bukuMu benteng pertahananku.
Baru ku sadar akan sesuatu.
Tak usah jauh-jauh ke ujung kutub.
Tak usah jauh-jauh ke langit tujuh.
Untuk kenali musuhku.

Ketika ku lihat prilakuku.
Kulihat kebusukanku.
Kulihat kehinaanku.
Yang tertutup.
Oleh perban kebagusanku.

Kubukalah bukuMu.
Kau perintahkan aku baca petunjukMu.
Dengan menyebut nama indahMu.
Berharap tumbuh budi baikku.

BukuMu.
Tidak terbatas pada yang tertulis ada.
Tapi juga yang terlukis nyata, dan maya.
Tidak hanya pada qouliyah.
Tapi juga kauniyah.

Terima kasih wahai Tuhanku.
Kau anugerahi aku ilmu.
Tinggal aku yang mau.
Atau acuh meniadakanMu.

“The more books you read, the more you can read minds”

Ditulis ulang dari akun Line pribadi

Tembang Kalbu | IDN

Terima kasih atas gemerlap indahnya bintang di tengah gelapnya hati dan pikiran

Muhammad Iskandar Dzulqornain

Written by

Adaptive Learner since 1996 | http://www.isdzulqor.me | https://www.linkedin.com/in/isdzulqor/

Tembang Kalbu | IDN

Terima kasih atas gemerlap indahnya bintang di tengah gelapnya hati dan pikiran

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade