Kesucian Milenial

source : www.pexels.com | creative commons license

Tuhan, kata-katanya sekarang ini zamannya milineal.
Yang sudah tidak main nasab-nasaban.
Karna yang diakui dan diuji.
Adalah presisi dan prestasi.
Saling sinergi dan kontribusi.

Tapi, tak sedikit yang merasa suci.
Merasa sudah bersih dan benar sendiri.
Termasuk hamba ini.

Iblis sudah menyerah.
Keblingsatan mengaku kalah.
Kalah sebelum memasuki medan.
Dulu dia yang mempermainkan.
Sekarang dia yang dipermainkan.

Tuhan, terima kasih.
Terima kasih atas metode bersuci.
Menjadi pilihan ketika dosa ini.
Sudah menutupi muka diri.

Ditulis ulang dari akun Line pribadi

Tembang Kalbu | IDN

Terima kasih atas gemerlap indahnya bintang di tengah gelapnya hati dan pikiran

Muhammad Iskandar Dzulqornain

Written by

Adaptive Learner since 1996 | http://www.isdzulqor.me | https://www.linkedin.com/in/isdzulqor/

Tembang Kalbu | IDN

Terima kasih atas gemerlap indahnya bintang di tengah gelapnya hati dan pikiran

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade