Penjara Pesakitan
Aug 31, 2018 · 1 min read

Tuhan, ingin kubakar penjara pesakitan.
Yang kubangun untuk suatu tujuan.
Tahanan dan hukuman.
Ternyata kubuat lagi kesalahan.
Dia jadikan ini kesempatan.
Dia hancurkan dari dalam.
Yang seharusnya menjadi kurungan.
Malah jadi tempat bersenang-senang.
Duh, Tuhan.
Kekeliruan demi kekeliruan.
Tak ada kepastian.
Kapan, hamba akan berhenti berbuat kelalaian.
Hanya kalimat sakti.
Tuhan, Terima kasih.
Itulah satu-satunya bukti.
Bahwa hamba tak tau kapan harus berhenti.
Ditulis ulang dari akun Line pribadi

