Penjara Pesakitan

source : www.pexels.com | creative commons license

Tuhan, ingin kubakar penjara pesakitan.
Yang kubangun untuk suatu tujuan.
Tahanan dan hukuman.
Ternyata kubuat lagi kesalahan.

Dia jadikan ini kesempatan.
Dia hancurkan dari dalam.
Yang seharusnya menjadi kurungan.
Malah jadi tempat bersenang-senang.

Duh, Tuhan.
Kekeliruan demi kekeliruan.
Tak ada kepastian.
Kapan, hamba akan berhenti berbuat kelalaian.

Hanya kalimat sakti.
Tuhan, Terima kasih.
Itulah satu-satunya bukti.
Bahwa hamba tak tau kapan harus berhenti.

Ditulis ulang dari akun Line pribadi

Tembang Kalbu | IDN

Terima kasih atas gemerlap indahnya bintang di tengah gelapnya hati dan pikiran

Muhammad Iskandar Dzulqornain

Written by

Adaptive Learner since 1996 | http://www.isdzulqor.me | https://www.linkedin.com/in/isdzulqor/

Tembang Kalbu | IDN

Terima kasih atas gemerlap indahnya bintang di tengah gelapnya hati dan pikiran

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade