Pertengkaran Hati dan Akal
Aug 31, 2018 · 1 min read

Tuhan, ketika hati dan akal bertengkar.
Manakah yang didahulukan.
Manakah yang lebih dibenarkan.
Manakah yang lebih Engkau muliakan.
Terkadang, hati melewati batas iman.
Tak peduli teman atau lawan.
Semua dirasan-rasan.
Hanya akal yang berpengetahuan.
Yang dapat menghentikan.
Tapi, adakalanya akal kebablasan.
Tak tau rasa, kasihan dan batasan.
Hanya kebenaran yang ditonjolkan.
Tanpa dasar kebaikan.
Ah, Tuhan.
Aku mulai kencaduan.
Berputar-putar dalam pikiran.
Berselayar di lautan imajinasi yang liar.
Tuhan, terima kasih.
Kau paling pengasih.
Terima kasih atas akal dan hati.
Yang selalu bersinergi.
Ditulis ulang dari akun Line pribadi

