Pertengkaran Hati dan Akal

source : www.pexels.com | creative commons license

Tuhan, ketika hati dan akal bertengkar.
Manakah yang didahulukan.
Manakah yang lebih dibenarkan.
Manakah yang lebih Engkau muliakan.

Terkadang, hati melewati batas iman.
Tak peduli teman atau lawan.
Semua dirasan-rasan.
Hanya akal yang berpengetahuan.
Yang dapat menghentikan.

Tapi, adakalanya akal kebablasan.
Tak tau rasa, kasihan dan batasan.
Hanya kebenaran yang ditonjolkan.
Tanpa dasar kebaikan.

Ah, Tuhan.
Aku mulai kencaduan.
Berputar-putar dalam pikiran.
Berselayar di lautan imajinasi yang liar.

Tuhan, terima kasih.
Kau paling pengasih.
Terima kasih atas akal dan hati.
Yang selalu bersinergi.

Ditulis ulang dari akun Line pribadi

Tembang Kalbu | IDN

Terima kasih atas gemerlap indahnya bintang di tengah gelapnya hati dan pikiran

Muhammad Iskandar Dzulqornain

Written by

Adaptive Learner since 1996 | http://www.isdzulqor.me | https://www.linkedin.com/in/isdzulqor/

Tembang Kalbu | IDN

Terima kasih atas gemerlap indahnya bintang di tengah gelapnya hati dan pikiran

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade