Beratnya Beda Jalan Sama Orang Tua

Aku sayang banget sama keluargaku, dari kecil aku dirawat, dibimbing, dikasi arahan, dan bahkan sampe dikasi hal-hal yang di luar ekspektasiku. Semakin dewasanya aku semakin paham ke arah mana aku mau bergerak, bukan berarti aku udah yakin dengan jalan yang mau aku tuju itu, tapi aku merasa bahwa jalan itulah jalanku untuk berkembang pesat dan melanjutkan hidup. Tertampar rasanya begitu kutahu kalau jalan yang ditunjukkan oleh orang tuaku justru arah sebaliknya, serasa ingin menunjukkan ke mereka jalan yang mau aku tuju, tapi aku takut mereka ga akan menganggapku sebagai anak, aku takut durhaka. Di lubuk hatiku, kayak campur aduk di satu sisi aku tahu jalan yang mereka tunjukin aku ga bakal bisa enjoy, di sisi lainnya aku dari selalu terbiasa nunjukin rasa sayangku ke mereka dengan nuruti setiap perkataan mereka, aku harus gimanaaaaaa?
Ketika kita udah memasuki kepala 2 (re: umur 20an), tiba-tiba kita merasa tahu jalan kita ke arah mana, apa yang kita bisa enjoy, apa yang mau kita bikin, mungkin emang udah naluri manusia kali ya pas udah kepala 2 mulai berpikir lebih panjang dan ngehubungin titik-titik pengalaman masa lalu, sehingga muncul lah sebuah tujuan. Eits, tapi ga gitu aja, jalan yang kita tentukan itu sangat idealis dan sangat berbeda sama apa yang orang tua kita tentuin atau arahin, dan yang paling beratnya kita jadi dilemma ngikutin orang tua atau kekeuh di jalan kita dan ga ngegubris jalan yang ditunjukin orang tua kita?
Sebenernya, selama jalan yang mau kita tuju itu emang berasal dari diri kita sendiri dan kita udah pahami resiko dan segala seluk beluknya, bisa dibilang itu jalan terbaik buat kita kok. — biar makin bingung mimin tambahin ini juga — sebenernya, jalan yang orang tua kita tunjukin ke kita itu juga hasil arahan dari pengalaman mereka yang menurut mereka itu jalan terbaik buat kita, tapi apakah itu jalan terbaik buat kita? Bisa jadi iya, bisa jadi ga. Hidup ke depannya itu kita ga akan pernah tau guys, tapi satu hal yang pasti adalah, kita yang paling paham diri kita, jadi kita harus tau dari 2 jalan yang bertolak belakang itu mana yang terbaik dan gimana berkompromi sama mereka? (Tanda tanya mulu mana jawabannya min), haha sabar, nih paragraf berikutnya.
Jawaban yang pertama, tampung juga jalan yang diaarahkan orang tua kita dan kita telusuri dan pahami bener-bener secara objektif dari jalanmu dan jalan orang tua kita, mana yang paling pas dengan diri kita untuk jangka panjang dalam arti yang kita siap menghadapinya ga peduli seberapa susah jalannya dan juga sesuai dengan value kita. Setelah kita dapetin pilihannya yang mana, entah itu ikut jalan kita 100%, ikut jalan orang tua kita 100%, atau bahkan kombinasi keduanya, siapkan diri kita buat menjalaninya dan bertanggung jawab karena jalan yang kita pilih sepenuhnya adalah sepenuhnya pilihan kita, dan kita harus buang jauh-jauh anggapan bahwa berbeda jalan orang tua kita adalah durhaka, justru kita harus mengkomunikasikannya, kita ajak mereka ngobrol dari hati ke hati tentang pilihan yang mau kita tuju itu gimana, buang jauh-jauh juga anggapan bahwa kalo kita berbeda jalan sama arahan orang tua kita, kita harus menjauhi orang tua kita, justru itu yang durhaka, seharusnya walaupun pada akhirnya kita berbeda pendapat dan jalan, kita tetep harus mencintai dan peduli sama mereka.
Ga ada kok orang tua yang mau anaknya ga bahagia, ga ada kok orang tua yang mau anaknya ga sukses, jadi pasti nanti pada akhirnya kalau kita sukses (AMIIIN) mau pake jalan mereka atau jalan kita sendiri mereka pasti akan tetep bangga kok, dan pastinya ketika kamu udah secara terbuka menerima arahan mereka dan mengkomunikasikan pendapatmu pasti mereka akan mengerti kok karena mereka setidaknya akan melihat bagaimana kita lebih enjoy dan nyaman. Mungkin di awal kita dan orang tua kita sedikit ga enakan karena beda pendapat, tapi kita udah memulai hidup yang lebih bahagia dan membuat orang tua kita bangga nantinya, daripada kalau kita terpaksa ikutin arahan mereka tapi ujung-ujungnya marah dan nyalahin mereka, ya ga?
________________
Kamu merasa cerita ini menemukan sebuah jawaban? Tepuk tanganlah di bawah
Kamu merasa ada tanggapan lain? Utarakan di bawah
Kamu merasa ada yang mau diceritakan? Yuk cerita di IG: thehiddenquestion

