Masih Relevankah Data Warehouse?

Data Warehouse merupakan sebuah tempat untuk mengumpulkan semua data dari berbagai sumber dan format untuk dianalisis agar dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemakainya. Kenapa data perlu dikumpulkan menjadi satu dalam satu buah tempat dan tidak data pada database yang dianalisis?
Problemnya berasal dari kebutuhan penganalisis untuk memodifikasi data atau melakukan operasi query yang sangat membebani sistem. Jika hal ini dilakukan pada data operasional maka dapat mengganggu operasional sistem. Masalah lainnya adalah tidak semua data dalam kondisi baik. Maka diperlukan penyesuaian terhadap data yang ada. Disitulah masuk peran data warehouse. Pertanyaannya adalah masih relevankah data warehouse di era cloud analytics?
Relevansi? Relevan Aja Sih
Berdasarkan berbagai sumber data warehouse masih relevan. Dan penggunaan platform big data analytics seperti Hadoop dan kawan-kawan hanya sebagai komplementer. Yang benar adalah data warehouse yang dulu perlu disesuaikan untuk kebutuhan era modern.
Dengan meninjau definisi, Big Data berbeda dari Data Warehouse — Big Data adalah serangkaian teknologi untuk menyediakan cara untuk memperoleh, menyimpan, dan memproses sejumlah besar data, sedangkan DW adalah kumpulan kumpulan data yang dibuat untuk suatu tujuan — memungkinkan bisnis untuk menemukan informasi dari data dan membuka wawasan dari informasi itu. Bisakah kita membandingkan teknologi dengan set data yang sengaja dibuat? Tidak. Ini seperti membandingkan apel dengan jeruk atau paku ke pohon — ini adalah hal yang tidak dapat dibandingkan.
Justru dengan adanya Big Data, Data Warehouse dapat berkembang lebih jauh dan melewati batas kemampuan data warehouse.
Informasi lebih lanjut terkait Institut Teknologi Bandung, Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI) ITB, dan Sistem & Teknologi Informasi (STI) ITB dapat diakses melalui link berikut ini.

