Memulai Secara Bertahap

Setelah membangun Nyankod selama kurang lebih 2 tahun, walaupun masih turun naik dan masih sangat jauh untuk dibilang sukses, tapi banyak sekali yang saya pelajari. Saya belajar banyak hal tentang membuat produk, saya belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, bisnis dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan menariknya terkadang apa yang membuat saya belajar sering kali adalah sesuatu yang tidak bisa didapatkan di tempat lain selain di posisi saat ini. Saya belajar dan saya mengalaminya. Kali ini saya ingin sedikit sharing tentang bagaimana cara pandang saya berangsur-angsur berubah khususnya dalam bagaimana membangun sebuah produk.

Pada dasarnya saya adalah orang yang sangat random. Orang-orang yang mengenal saya pasti mengerti apa yang saya maksud. Saya tidak terstruktur dan sering kali acak-acakan dalam banyak hal, tapi entah kenapa itu tidak terlalu berlaku dalam hal membangun program. Walaupun tidak bisa dibilang perfectionist, tapi biasanya saat membangun program dan menulis kode program saya selalu membangunnya dengan sesempurna yang saya bisa. Bahkan ada satu hal yang mengganjal saja, yang kalaupun itu hanya saya sendiri yang tahu, saya tidak akan puas dengan itu.

Oh ya, selain membangun Nyankod, saya juga sering menerima project membuat web dari klien-klien saya. Ingin membangun program serapih, selengkap dan sesempurna mungkin sangat berdampak baik untuk project-project saya. Banyak klien saya yang puas dengan karya (saya lebih suka menyebut program buatan saya dengan istilah karya) saya. Dan biasanya karena mereka puas, mereka sering memberitahukan ke teman-temannya ketika ingin membuat web. Hal itu tentu baik buat saya.

Namun, ada satu hal yang menarik di sini. Ternyata rasa ingin membangun program serapih, selengkap dan sesempurna mungkin justru sering kali adalah hambatan ketika saya mengembangkan Nyankod. Ini seperti sebuah paradoks. Ternyata prinsip-prinsip seorang profesional sering kali tidak sejalan dengan prinsip-prinsip seorang entrepreneur. Ketika saya membangun web untuk klien saya maka saat itu saya adalah seorang profesional yang bekerja untuk klien saya. Dan ketika saya membangun Nyankod dan mengembangkan sebuah produk saat itu saya adalah seorang entrepreneur.

Ketika saya membuatkan web untuk klien saya, maka saat saya membuatnya sebagus, serapih, selengkap dan sesempurna mungkin, klien saya akan sangat senang dengan karya saya. Dan ini baik bagi saya. Sebenarnya ini juga berlaku ketika saya membangun produk saya sendiri di Nyankod. Ketika saya membangun produk sebagus, serapih, selengkap dan sesempurna mungkin, user dan visitor saya akan senang dan suka dengan karya saya. Hanya saja, ketika saya membangun produk untuk Nyankod, senang dan suka dari user saja tidaklah cukup. Yang paling penting adalah bermanfaat dan menyelesaikan masalah. Karena produk yang hanya disukai saja tidak akan membuat produk tersebut digunakan. Mungkin kita sering kali melihat suatu produk keren banget, dan kita suka baik itu teknologi dan designnya, hanya saja sampai saat ini kita tidak menggunaknannya. Alasannya karena itu tidak terlalu kita butuhkan, kita hanya suka saja.

Kalau dipikir-pikir semua itu tidak bertentangan sama sekali, dan saling menguatkan. Tapi ternyata kenyataan tidak demikian. Baik, mari buat lebih sederhana. Kamu yang tau perkembangan Nyankod pasti tau bahwa dulu Nyankod ingin membuat produk bernama Devository. Kami sudah mendefiniskan kebutuhan dan kegunaan dari Devository ini sampai pada tahap sempurna. Namun lihat, sampai hingga saat ini kami belum meluncurkan platform ini. Waktu itu kami hanya melihat bagaimana project ini akan keren dan dibutuhkan jika semuanya sudah jadi. Kami fokus pada tujuan akhir. Namun kami lupa mendefinisikan langkah-langkah kecil untuk sampai kesana. Sehingga yang terjadi apa, kami langsung membangun tujuan akhirnya. Dan wow… ternyata effort yang diciptakannya begitu besar, kami kehabisan banyak waktu, tenaga dan biaya untuk mendevelopnya. Dan kemudian di tengah jalan kami menemukan sesuatu kesimpulan baru yang membuat kami harus merombak core sistemnya. Pada akhirnya platform ini tidak pernah kami luncurkan sampai sekarang. Malahan kami kemudian meluncurkan platform lainnya yang justru lebih simple namun tractionnya lebih bagus yaitu CodePolitan.

Lihatlah, waktu, tenaga, biaya habis terbuang. Bahkan setelahnya kami tidak sampai kemana-mana. Dari situ saya belajar dan mulai merubah sedikit demi sedikit cara berpikir saya tentang bagaimana membangun produk. Kita harus tetap fokus pada tujuan akhir kita, namun kita harus mempersiapkan langkah-langkah kecilnya untuk mencapai itu. Kita harus membuatnya menjadi beberapa fase bertahap. Mungkin seperti membaginya menjadi beberapa check point tertentu. Sehingga walaupun tujuan akhir kita adalah sebuah toko cendera mata terbesar dan terlengkap di Bekasi, namun kita bisa memulai langkahnya dengan menjadi toko cendera mata di Cikarang dulu.

Bayangkan jika kita memulainya langsung menjadi toko cendera mata terbesar dan terlengkap di Bekasi, bagaimana effort yang akan kita keluarkan untuk itu? Belum membangun bangunan tokonya yang super besar karena harus menyediakan tempat untuk banyak produk di sana. Bayangkan kita harus langsung bekerja sama dengan banyak UKM di Bekasi? Memangnya sebesar apa jaringan kita saat ini? Belum lagi masalah biaya dan waktunya. Dan apakah sudah ada jaminan itu akan berhasil? Dan benar-benar menjadi toko cendera mata terbesar dan terlengkap di Bekasi yang ramai dikunjungi pembeli? Bisa jadi malah bangkrut bukan? Sekarang bandingkan jika kita memulainya dengan menjadi toko cendera mata sederhana di Cikarang dulu. Bahkan mungkin jika kita hanya mampu bekerja sama dengan beberapa UKP pemasok cendera mata saja dan bangunan toko yang kecil bisnis kita sudah bisa jalan. Mungkin target besar kita adalah kita ingin membangun toko cendera mata untuk semua jenis cendera mata, tapi kita bisa saja memulainya dengan gantungan kunci dulu. Ketika bisnisnya sudah jalan, perlahan kita bisa melihat traction dari pasar. Kita akan belajar mengelola toko, belajar mengamati peluang cendera mata apa saja yang laku. Perlahan kita bisa membesarkan tokonya. Perlahan kita perbanyak jaringan kita agar produknya semakin banyak. Kita juga mungkin bisa mengetes pasar dengan beberapa promo tertentu. Sampe pada akhirnya ketika kita sudah siap kita bisa mulai membangun toko cendera mata terbesar dan terlengkap di Bekasi. Begitulah kira-kira contoh sederhananya.

Ketika kita membangun project untuk klien kita, tentu saja semua effort kita telah diperhitungkan, semuanya telah ditanggung biayanya. Artinya serumit dan sesempurna mungkin project yang akan dikerjakan, selama harganya masuk akal dengan effort yang dikeluarkan itu tidak masalah. Namun ketika kita membangun produk kita sendiri, siapa yang akan menanggung effort kita? Tidak ada. Bahkan jika kita gagal sekali pun tidak akan ada pihak yang bisa kita mintai pertanggung jawaban untuk kerugian kita, waktu, tenaga, biaya.

Saya punya target besar di CodePolitan, tapi biarlah untuk awal, saya mulai dengan portal dulu. Dan mendevelopnya tidak terlalu memakan effort besar. Saya mendevelop CodePolitan hanya butuh waktu 1 hari saja. Saya kepikiran ide CodePolitan pada sore hari tanggal 16 Mei 2014 (Jumat). Kemudian saya rumuskan langkah-langkahnya, saya matangkan rencananya. Tanggal 17 saya develop, dan sore hari sudah live dengan domain codepolitan.com. Dan Minggu tanggal 18-nya saya presentasikan dan demokan ke temen-temen. FYI, bahkan sebelum saya pakai domain codepolitan.com, saya sempat menggunakan domain yang lain terlebih dahulu, namun beberapa menit setelah live di domain tersebut kemudian saya berubah pikiran, dan saya tertarik menggantinya menjadi codepolitan.com. Dan nggak lama setelah berubah pikiran itu, saya langsung beli domain codepolitan dan aktiflah webnya dengan domain codepolitan.com. Hahaha… radikal sekali jika dipikir-pikir.

Lihatlah CodePolitan, perlahan sedikit demi sedikit, kami lengkapi fitur-fiturnya. Tidak hanya artikel saja, tetapi juga sudah ada Nyankomik, Meme, Jobs, Quotes dan KaryaLokal. Bahkan detik ini kami sedang mendevelop layanan lain di CodePolitan mungkin nggak akan lama lagi akan kami launching. Akan seperti apa CodePolitan nantinya? Tunggu saja tanggal mainnya :D

Demikianlah, semoga sharing kali ini bermafaat dan menginspirasi bagi teman-teman, terutama mungkin bagi yang sedang membangun startup juga seperti saya. Terima kasih telah meluangkan waktu membaca :D

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Kresna Galuh D. Herlangga’s story.