Ada Apa Dengan Bisnis Tiket Online?

Inovasi. Satu kata yang tidak pernah terlepas dari ide baru atau cara yang lebih efektif. Misalnya, dulu jika mau berjualan akan membutuhkan modal yang cukup besar. Anda harus mempersiapkan tempat jualan, mungkin butuh pegawai untuk menangai pelanggan, bahkan juga harus mengeluarkan modal lagi untuk pemasaran. Sekarang, untuk mulai berjualan, tinggal persiapkan barang atau jasanya, lalu bikin toko online di media sosial atau website marketplace seperti Tokopedia. Pemasarannya juga tidak harus bermodal besar, bisa dimulai dengan menyebarkan alamat toko online Anda melalui media sosial. As simple as that. Inovasi seperti ini menguntungkan semua pihak, bagi Anda yang mau berjualan tidak harus bermodal besar, bagi pelanggan juga bisa berbelanja kapanpun dimanapun.

Tapi ada juga inovasi yang tidak menguntungkan semua pihak. Misalnya, Gojek yang berinovasi di dalam bidang transportasi umum, namun di sisi lain menerima berbagai dukungan dan protes. Inovasi tersebut termasuk Disruptive Innovation atau Inovasi yang menganggu. Mengapa? Karena inovasi tersebut menganggu pasar yang sudah ada. Pada kasus Gojek di atas, pasar tersebut adalah para Ojek Pangkalan dan pelanggan setianya. Ojek Pangkalan mungkin suatu saat akhirnya harus mengalah dan beralih menjadi Rider Driver Gojek, Grab Bike, atau yang lain.

Disruptive Innovation is an innovation that creates a new market by applying a different set of values, which ultimately (and unexpectedly) overtakes an existing market

Contoh Disruptive Innovation lainnya, Traveloka yang berinovasi dengan mempermudah pemesanan tiket penerbangan melalui website dan aplikasi mobile mereka. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa penjualan tiket penerbangan secara online semakin meningkat setiap tahunnya. Di sisi lain statistik tersebut diikuti dengan penurunan penjualan tiket penerbangan melalui agen tiket konvensional. Hal ini dibenarkan oleh rekan saya yang juga seorang agen tiket dan sudah memulai usahanya sejak tahun 90an.

Jujur saja, setelah mendengar curhatan tersebut saya kemudian menawarkan kerja sama untuk mengembangkan aplikasi yang memungkinkan pemesanan tiket penerbangan secara online. Namun hanya sebatas rencana, karena kerja sama tersebut mengharuskan kedua pihak untuk menanamkan modal dan rekan saya tersebut memang sedang dilanda masalah finansial karena hadirnya agen tiket seperti Traveloka tadi.

Ada beberapa opsi lain untuk tetap bisa berjualan tiket secara online, misalnya dengan menjadi sub agen dari agen-agen besar, seperti Tiket.com, dan lain-lain. Namun, dengan menjadi sub agen tidak menjawab 100% atas permasalahan dari Disruptive Innovation tadi. Para sub agen tidak akan bisa bersaing dengan para agen besar.

We need a more affordable and better solution.

Karena itulah kami mengembangkan Nomad, solusi terjangkau bagi agen tiket konvensional untuk memiliki sistem pemesanan tiket secara online yang lebih sederhana secara penggunaan. Namun memiliki fungsi yang tidak kalah efektif dalam hal pencarian dan pemesanan tiket secara online.

Tunggu apa lagi ? Yuk, daftar sekarang, gratis.