Teguh Eko Budiarto — Co-founder & CEO of Prosa.ai

Perjalanan Membangun Startup di Bidang AI, Tren Industri AI di Indonesia, dan Solusi AI terkait Penanganan COVID-19

Podcast of Suitmedia
Oct 16 · 12 min read

Ikhtisar Utama

  • Sejauh ini, geliat perkembangan industri Artificial Intelligence (AI) di Indonesia sudah sangat bagus. Hal ini ditandai dengan banyaknya komunitas seperti peneliti AI dan penggiat AI dari berbagai kalangan mulai dari peneliti, industri, dan pemerintah dalam skala nasional.
  • Hal yang mendorong saya untuk membangun sebuah perusahaan startup adalah adanya peluang permintaan solusi teknologi berbasis AI di Indonesia yang tinggi. Hal ini membuat kami percaya bahwa tak ada waktu yang lebih tepat selain memulainya sekarang.
  • Produk-produk dari AI seperti Machine Learning, Natural Language Processing (NLP), Image Processing, dan Speech Recognition memiliki peluang untuk dikembangkan di Indonesia.
  • Dari banyaknya tantangan yang ada, menurut saya tantangan tersulit adalah membuat sebuah produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Jika sebuah produk sudah dapat diterima pasar, maka masalah-masalah yang berkaitan dengan permodalan dan lain sebagainya akan ikut terselesaikan secara otomatis.
  • Prosa.ai ikut berpartisipasi dalam membantu percepatan penanganan COVID-19, yakni dengan mempublikasikan chatbot dan halaman web khusus anti hoaks terkait COVID-19, serta mengembangkan solusi untuk mitigasi pandemi.
Eko Budiarto — Co-founder & CEO of Prosa.ai

Siapakah Teguh Eko Budiarto?

00:00:58–00:02:19

  • Teguh Eko Budiarto adalah seorang alumni S1 Teknik Informatika dan S2 Keamanan Sistem Informasi ITB yang kini menjabat sebagai Co-founder & CEO Prosa.ai, sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Natural Language Processing (NLP) dalam bahasa Indonesia.
  • Prosa.ai menawarkan berbagai solusi AI seperti Customer Engagement, Meeting Transcription, Fraud Detection (Voice Biometrics), NLP & Text Processing, Speech Processing, dan Computer Vision.
  • Teguh Eko Budiarto mengawali karirnya sebagai Staf IT di Conoco-Philips (2002–2003). Ia kemudian menduduki posisi lain seperti Product Manager di Handal Consulting (2003–2005), System Planner di Brastel Jepang (2005–2011), dan Managing Director di Brastel Indonesia (2011–2018), sebelum akhirnya menjadi CEO Prosa.ai sejak Januari 2018.

Perjalanan Membangun Prosa.ai

00:02:40–00:05:10

  • Prosa.ai adalah perusahaan teknologi yang bergerak dalam bidang perangkat lunak berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) atau yang dikenal dengan kecerdasan buatan.
  • “Prosa” sebenarnya singkatan dari “pemrosesan bahasa”. Para pendiri Prosa.ai bermimpi mendirikan sebuah perusahaan yang menghasilkan teknologi pemrosesan berbahasa Indonesia terbaik di dunia.
  • Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional kami. Jadi, kami ingin membuat diri kami mampu untuk mengembangkan teknologi AI yang paling baik, khususnya dalam pemrosesan bahasa Indonesia.
  • Awalnya Prosa.ai hanya berfokus pada kecerdasan buatan untuk memproses teks dan suara dalam bahasa Indonesia. Seiring dengan perkembangannya, Prosa.ai juga mulai dapat memproses gambar dan video atau yang dikenal dengan computer vision AI.
  • Sejak tahun 2019, terjadi peningkatan permintaan di Indonesia yang mendorong kami untuk memberanikan diri mengembangkan teknologi AI yang meliputi data tidak terstruktur dalam bentuk teks, suara, dan gambar atau video dan data terstruktur lainnya.

Rutinitas Kegiatan CEO Prosa.ai

00:05:21–00:09:32

  • Pada masa-masa awal merintis Prosa, saya masih merangkap sebagai Managing Director di Brastel Indonesia. Jadi, selain memimpin perusahaan tersebut, saya aktif melakukan perekrutan karyawan untuk pengembangan produk dan melakukan monitoring tim organisasi perusahaan.
  • Setelah tim Prosa.ai bertumbuh besar dan mendapatkan kepercayaan untuk mengerjakan beberapa proyek, akhirnya saya secara penuh waktu mengembangkan Prosa.ai setelah berjalan selama enam bulan.
  • Sejak fokus mengembangkan Prosa.ai secara penuh, rutinitas saya berubah menjadi melakukan presentasi untuk mengenalkan Prosa, mengenalkan produk dan kapabilitas yang kami miliki, menyiapkan pitch deck untuk menambah modal dari investor, membangun tim manajemen proyek, juga melakukan rekrutmen tim middle management untuk membangun tim bisnis dan marketing.
  • Rutinitas kerja yang saya lakukan mengikuti agenda di kalender saya, seperti pertemuan koordinasi dengan tim internal, klien, atau partner.
  • Jika tidak ada agenda, saya melakukan cek daftar kegiatan dan monitoring alat untuk kegiatan perusahaan mulai dari keuangan, penjualan, human resources, project management tools, dokumen kerja dari masing-masing divisi, serta melakukan pengecekan hasil coding dari tim internal untuk memastikan hasil kerja mereka sudah sesuai dengan standar divisi masing-masing.
  • Sejak adanya pandemi ini, rutinitas pekerjaan saya tidak banyak berubah karena semua pekerjaan dapat dilakukan selama ada koneksi internet dan komunikasi. Perbedaannya hanya terletak pada waktu untuk pertemuan dan bahwa semua dilakukan secara online.

Kebiasaan dan Budaya yang Diterapkan di Prosa.ai

00:09:33–00:14:45

  • Budaya dari tempat saya bekerja dahulu sedikit banyak memengaruhi budaya organisasi yang saya terapkan di Prosai.ai.
  • Namun, saya tetap menyesuaikannya kembali dengan budaya, kebiasaan, dan karakter orang yang kini bekerja dengan saya, terutama karakter generasi Z. Saya juga menyesuaikan budaya kerja dengan tahap perkembangan perusahaan saat ini.
  • Beberapa budaya organisasi yang saya terapkan berkaitan dengan prinsip Kaizen. Kaizen berasal dari Bahasa Jepang yang berarti pengembangan secara berkelanjutan.
  • Jadi, kami dapat berkembang secara berkelanjutan baik secara pribadi, produk yang kami kembangkan, dan sistem yang ada di dalam perusahaan.
  • Budaya kerja seperti kedisiplinan, keseriusan kerja, dan selalu memberikan usaha terbaik seharusnya sudah sesuai dengan identitas kita sebagai bangsa Indonesia.
  • Kami mencoba menanamkan nilai-nilai tersebut melalui berbagai cara, seperti melakukan diskusi antar tim, memberikan teladan dalam setiap tindakan, sosialisasi dari nilai-nilai yang ada, dan mengemas budaya kerja tersebut ke dalam sebuah sistem.
  • Jam kerja yang saya terapkan di Prosa.ai dimulai dari jam delapan pagi sampai jam enam sore.

Motivasi Membangun Sebuah Tech Startup

00:14:47–00:17:26

  • Hal yang mendorong saya untuk membangun sebuah perusahaan startup adalah adanya peluang permintaan solusi teknologi berbasis AI di Indonesia yang tinggi. Hal ini membuat kami percaya bahwa tak ada waktu yang lebih tepat selain memulainya sekarang.
  • Saya mendirikan Prosai.ai bersama istri saya, seorang lulusan Teknik Informatika ITB yang ahli dalam bidang AI, dan sahabat kami, ibu Ayu Purwarianti, yang ahli dalam bidang AI linguistik.

Tantangan Mendirikan Prosa.ai

00:17:27–00:23:25

  • Tantangan dalam mengembangkan teknologi startup cukup banyak, mulai dari hal-hal klasik seperti harus membuat sebuah produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar hingga mengembangkan fitur-fitur dari produk yang sesuai dengan teknologi yang kami miliki.
  • Hal yang kami lakukan untuk menjawab tantangan tersebut adalah mendengarkan kebutuhan dari industri, calon pengguna, dan mengenalkan produk roadmap yang sudah kami miliki atau produk yang akan kami bangun.
  • Kedua, berkaitan dengan kesiapan pasar dan awareness tentang teknologi AI. Saat ini masyarakat sudah mulai mengetahui tentang kapabilitas dan limitasi dari teknologi AI.
  • Ketiga, terkait permasalahan permodalan. Kami harus menyiapkan modal untuk mengembangkan sebuah produk yang belum tentu langsung diserap oleh pasar.
  • Keempat, proyek vs. produk. Dalam proses pengembangan sebuah produk, biasanya produk tersebut belum sepenuhnya siap, namun akibat banyaknya permintaan dari klien, kami harus memiliki sumber daya yang dapat mengerjakan proyek sesuai dengan kebutuhan klien tersebut.
  • Kelima, kurangnya tenaga ahli dalam bidang AI. Meskipun begitu, sejauh ini ketersediaan sumber daya manusia yang ada di Indonesia sudah mengalami perkembangan yang cukup baik berkat dukungan dari pemerintah melalui program “Digital Talent Scholarship”.
  • Keenam, growing pain startup, yakni fase awal mengembangkan sebuah startup untuk dapat menyeimbangkan antara growth dengan sinergi dalam perusahaan seperti membangun sistem organisasi dan pola komunikasi yang ada dalam perusahaan.
  • Dari banyaknya tantangan yang ada, menurut saya tantangan tersulit adalah membuat sebuah produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Jika sebuah produk sudah dapat diterima pasar, maka masalah-masalah yang berkaitan dengan permodalan dan sebagainya akan ikut terselesaikan secara otomatis.

Cara Mencapai Product-Market Fit

00:23:24–00:27:08

  • Setiap produk, pasti memiliki karakteristik pelanggan yang berbeda-beda. Terdapat beberapa pelanggan yang sudah paham mengenai AI dan siap melakukan proyek AI. Namun, ada juga beberapa momen di mana kami perlu adaptasi dan melakukan edukasi terhadap pelanggan terkait teknologi AI agar hasil yang akan kami berikan sesuai dengan ekspektasi.
  • Saat ini, kami masih bergerak dalam pasar B2B. Jadi, kami lebih banyak menawarkan produk yang ada sesuai dengan proyek dari klien.
  • Keuntungan dari perusahaan teknologi AI adalah kita dapat menambah kapabilitas produk yang kita bangun dari hasil proyek yang telah dikerjakan.
  • Kami akan berusaha memenuhi kebutuhan klien selama kebutuhan klien tersebut sesuai dengan produk roadmap dan kapabilitas yang kami miliki. Untungnya, kami memiliki building block yang cukup modular dalam bentuk Application Programming Interface (API) sehingga dapat menyesuaikan ke dalam beberapa proyek atau teknologi lain yang dapat diintegrasikan dengan teknologi kami.

Perkembangan Industri AI di Indonesia

00:27:09–00:29:41

  • Saat ini, ekosistem industri AI di Indonesia berada dalam tahap berkembang. Permintaan- permintaan yang tinggi masih terpusat di kota-kota besar atau institusi besar.
  • Sejauh ini, geliat perkembangan industri Artificial Intelligence (AI) di Indonesia sudah sangat bagus. Hal ini ditandai dengan banyaknya komunitas seperti peneliti AI dan penggiat AI dari berbagai kalangan mulai dari peneliti, industri, dan pemerintah dalam skala nasional.
  • Startup yang bergerak di bidang AI, Chatbot, Voicebot, Computer Vision, bahkan Data Science-as-a-Service juga sudah mulai berkembang di Indonesia.
  • Pemerintah pun mulai mengembangkan strategi AI nasional dengan adanya industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah Indonesia sejak tahun 2018.
  • Adopsi swasta dan industri juga cukup baik karena pada dasarnya produk AI sudah banyak diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, teknologi AI untuk arah industri masih baru dimulai dan sekaramg adalah waktu yang tepat untuk mengembangkannya ke arah industri.

Penerapan Teknologi AI Pada Industri

00:29:42–00:34:29

  • Sejauh ini penerapan teknologi AI cenderung langsung mengarah ke value atau objektivitas bisnis klien, seperti optimasi, pengurangan biaya (cost reduction), hingga peningkatan revenue.
  • Hal yang masih menjadi perhatian adalah bahwa ekosistem AI di Indonesia masih belum sepenuhnya lengkap. Agar dapat berjalan secara optimal, kami membutuhkan chip untuk melakukan pemrosesan dalam ruang network yang jauh lebih cepat.
  • Selain itu, kami juga masih menghadapi beberapa tantangan seperti birokrasi impor produk teknologi dan proses produksi yang masih terbatas yang menyebabkan kami membutuhkan waktu lebih lama jika ingin mengadopsi teknologi terbaru.

Peluang Produk AI yang Akan Berkembang di Indonesia

00:34:31–00:37:41

  • Produk-produk dari AI seperti Machine Learning, Natural Language Processing (NLP), Image Processing, dan Speech Recognition memiliki peluang untuk dikembangkan di Indonesia.
  • Namun, menurut saya produk yang saat ini memiliki permintaan tinggi adalah Image Processing. Image Processing adalah produk AI yang paling mudah untuk diimplementasikan dan masuk ke dalam kategori language agnostik yang berarti bahwa tidak diperlukan ahli linguistik dalam pemrosesannya.
  • Kesulitan yang kami hadapi terletak pada local dataset. Contohnya adalah mengadopsi legacy system pada CCTV yang sudah dipasang bertahun-tahun yang lalu agar dapat mengenali wajah.
  • Prosa.ai sudah melakukan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk mendeteksi kendaraan, kemacetan, dan kepadatan yang ada di ruas jalan.

Metode yang Digunakan Oleh Prosai.ai

00:37:42–00:43:40

  • Seluruh produk yang kami kembangkan menggunakan satu metodologi, yakni deep learning. Deep learning adalah salah satu penemuan yang paling signifikan dalam bidang AI.
  • Sebenarnya, konsep deep learning sudah ada sejak lama, namun baru dimunculkan kembali beberapa waktu ke belakang. Faktanya, pemrosesan menggunakan neural network lebih dimungkinkan dengan adanya kemampuan Graphical Processing Unit (GPU) yang membuat pemrosesan berlangsung secara cepat.
  • Deep learning sangat membutuhkan banyak data. Jadi, metode yang kami gunakan untuk mendapatkan data seperti membuat model atau melabeli sebuah data adalah supervised learning, unsupervised learning, dan reinforcement learning.
  • Melalui deep learning, kami dapat menentukan hasil analisis berdasarkan model yang sudah dibangun terhadap data yang baru.
  • Kami lebih banyak membangun data menggunakan supervised learning agar dapat meniru kemampuan manusia karena kami bekerja untuk data yang tidak terstruktur seperti gambar, suara, dan teks yang memerlukan pemahaman manusia untuk menghasilkan sebuah analisis.
  • Untuk teks dan suara, kami masih menggunakan language dependent karena analisis dari data yang dihasilkan lebih akurat.
  • Setelah mengetahui isi data, kami akan memilah dan membentuknya menjadi data terstruktur. Hasil pemrosesan atau identifikasi dimasukkan dalam sebuah data terstruktur yang dapat disajikan dalam bentuk dashboard atau apapun yang lebih mudah untuk dipahami.

Strategi Mengolah Data yang Terbatas

00:43:41–00:47:35

  • Ketika mengembangkan sebuah model, terdapat minimum threshold, yakni seberapa kuat model tersebut ketika di-deploy di real world.
  • Setelah di-deploy di real world, akan ada masa adaptasi antara tiga sampai delapan bulan untuk monitoring akurasi dari model yang dibangun. Selain itu, kami juga melakukan retraining untuk beberapa data yang salah untuk membuat model baru dan disebarkan kembali. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dari data yang ada.
  • Namun, pada beberapa kasus, ketika data terus ditambah, tingkat akurasi data sudah jenuh dan kami harus mengubah algoritma atau mengubahnya ke dalam sistem automasi.
  • Data dalam bentuk teks memang tidak banyak mengalami distorsi, namun distorsi mungkin terjadi pada data yang berbentuk video atau suara akibat proses transfer data.
  • Ketika membuat sebuah metode atau model deep learning, terdapat beberapa algoritma yang perlu diterapkan untuk setiap nodenya. Untuk mendapatkannya, kami harus melakukan percobaan untuk hingga menemukan algoritma yang paling sesuai.

Keunggulan Produk Prosa.ai

00:47:38–00:49:33

  • Prosa.ai selalu mengedepankan research and development. Jadi, kami selalu berusaha untuk stay up to date dengan teknologi terbaru, khususnya untuk pemrosesan data tidak terstruktur.
  • Secara institusi, kami termasuk perusahaan dengan solusi teknologi berbasis AI yang lengkap. Prosai.ai selalu terbuka untuk memberikan berbagai solusi AI yang sesuai dengan kebutuhan klien.

Produk Fraud Detection Voice Biometric

00:49:34–00:52:30

  • Fraud Detection adalah sebuah teknologi yang dapat membantu customer service untuk mendeteksi kebenaran dari penelepon terkait kepemilikan rekening.
  • Bentuk produk yang kami miliki bernama Prosa Voice ID. Kami menggunakan voice biometric untuk memverifikasi pembicara.
  • Melalui sistem yang kami bangun, ketika ada pengguna yang menelepon dan suaranya belum terdaftar di database, kami akan melakukan voice print, yakni melakukan registrasi suara dari pengguna.
  • Tantangan yang kami hadapi dalam mengembangkan Fraud Detection adalah memastikan bahwa penelepon data pertama adalah benar-benar suara dari pengguna yang sebenarnya. Oleh sebab itu, apabila penelepon belum memiliki voice print, pengecekan data akan dilakukan secara lebih ketat.

Strategi Menghadapi Risiko Keamanan Siber

00:52:32–00:54:10

  • Synthesizer masih sulit digunakan untuk memalsukan suara analog, meskipun tidak seakurat fingerprint. Jika fingerprint masing-masing manusia unik dan tidak dapat disamakan dengan yang lain, beda halnya dengan suara manusia yang masih mungkin memiliki kemiripan dengan suara manusia lainnya.
  • Pada suara synthesizer, justru orang akan lebih sulit mengenali suara yang synthesized dibandingkan dengan mesin yang digunakan untuk mengenali synthesizer. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa mesin lebih sensitif dalam mengenali gelombang suara yang ada.
  • Pada suara manusia terdapat waveform pita suara. Voice Biometric inilah yang menghasilkan fitur-fitur di Prosa.ai dan alasan mengapa suara masih susah untuk diduplikasi ke digital.

Teknologi AI yang dapat Membantu Percepatan Penanganan Covid-19

00:54:11–00:56:52

  • Prosa.ai ikut berpartisipasi dalam membantu percepatan penanganan COVID-19, yakni dengan mempublikasikan chatbot dan halaman web khusus anti hoaks terkait COVID-19, serta mengembangkan solusi untuk mitigasi pandemi.
  • Terdapat tiga hal yang dapat dilakukan oleh teknologi AI dalam rangka membantu percepatan penanganan COVID-19.
  • Pertama, kita dapat menggunakan computer vision dari bidang kedokteran untuk mendeteksi adanya COVID-19 pada tubuh manusia.
  • Kedua, kita dapat menggunakan teknologi AI untuk melakukan monitoring penyebaran virus COVID-19 melalui komunikasi yang ada di media sosial. Jadi, secara otomatis kita dapat monitoring tanpa harus mendapatkan laporan terlebih dahulu.
  • Prosa.ai yang bekerja sama dengan ITB telah meluncurkan “COVID-19 Social Media Monitoring” untuk mendapatkan data persebaran COVID-19 dari Instagram dan Twitter. Hal ini berujuan untuk melihat penanganan yang dilakukan pemerintah serta melihat sentimen dari masyarakat terkait kebijakan pemerintah dalam menanggulangi wabah COVID-19 ini.

Kontribusi Prosa.ai dalam Memerangi Hoax Covid di Indonesia

00:56:53–08:05

  • Prosa.ai bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk meluncurkan chatbot anti-hoaks.
  • Kami juga telah meluncurkan “Apollo Anti Hoax” yang dapat diakses melalui projectapollo.ai bersama dengan komunitas verifikator hoaks dan komunitas peneliti bahasa agar dapat mendeteksi hoaks secara lebih akurat.
  • Saat ini, kami juga sedang dalam proses melakukan kerja sama dengan instansi pemerintah lain seperti Kementerian Kesehatan dalam mengawal berita-berita bohong terkait dengan kesehatan dan COVID-19.

Kontribusi Prosa.ai dalam Membantu Percepatan Penanganan COVID-19

00:58:09–01:01:50

  • Saat ini, kami sudah menyiapkan modul-modul computer vision seperti mask detection, people distance, dan crowd detection bersama beberapa perusahaan yang akan membantu pemasangan CCTV dan membuat sistemnya yang sudah diimplementasikan di beberapa tempat seperti di Kota Batang, Jawa Tengah.
  • Sejauh ini integrasi sistem yang kami lakukan masih terbatas pada memberikan peringatan kepada orang-orang yang terdeteksi tidak memakai masker atau berkerumun dalam satu lokasi tertentu.
  • Kami masih belum mengimplementasikan kamera yang dapat mendeteksi suhu tubuh karena dari segi hardware seperti thermal camera yang memiliki spesifikasi optimal dengan harga terjangkau masih belum ada di Indonesia.

Momen Paling Menantang selama Perjalanan Karir

01:01:51–01:04:04

  • Momen tersulit yang pernah saya alami adalah ketika saya salah memilih rekan bisnis dan akhirnya tertipu ketika mendirikan usaha di Jepang.
  • Dari pengalaman tersebut, saya mengambil pelajaran bahwa siapapun rekan bisnis kita, kita harus tetap menjalankan prosedur bisnis yang jelas dan selalu memastikan keaslian dari keseluruhan dokumen perjanjian yang ada.

Rekomendasi Buku dari Seorang CEO Prosa.ai

01:04:06–01:06:50

  • Buku yang saya rekomendasikan terkait dengan AI adalah “AI for Business” karya Andrew Ng. Buku ini dapat dijadikan referensi untuk membuka wawasan tentang AI dan kapabilitasnya untuk digunakan pada era saat ini.
  • Teknologi dalam bidang AI selalu mengalami perubahan yang cepat. Oleh karena itu, kita harus tetap memantau melalui website atau portal media online yang memberikan informasi seputar perkembangan AI baik dari sisi teknologi maupun bisnis seperti VentureBeat, Emerge AI, dan McKinsey.
  • Dari sisi entrepreneurship dan motivasi tentang kehidupan entrepreneur, saya biasanya membaca Harvard Business Review atau buku-buku karya Tony Robbins.

Teguh Eko Budiarto: “Tingginya permintaan solusi teknologi berbasis AI di Indonesia saat ini membuat saya percaya bahwa tak ada waktu yang lebih tepat untuk memulainya selain sekarang.”

The Spectrum Talks adalah podcast yang membagikan berbagai wawasan tentang bisnis, teknologi, dan kewirausahaan. Podcast ini dipersembahkan oleh Suitmedia, dipandu oleh Anggriawan Sugianto, serta tersedia di Spotify, Apple Podcasts, dan Google Podcasts.

The Spectrum Talks

Spreading a broad range of insights about business, technology, and entrepreneurship

Medium is an open platform where 170 million readers come to find insightful and dynamic thinking. Here, expert and undiscovered voices alike dive into the heart of any topic and bring new ideas to the surface. Learn more

Follow the writers, publications, and topics that matter to you, and you’ll see them on your homepage and in your inbox. Explore

If you have a story to tell, knowledge to share, or a perspective to offer — welcome home. It’s easy and free to post your thinking on any topic. Write on Medium

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store