Google Mobile Hackathon 2017

Handaru
Handaru
Jul 10, 2017 · 4 min read

Rabu pagi, 5 Juli 2017, seorang kolega mengabarkan adanya undangan dari Google untuk mengikuti Mobile Hackathon yang akan diadakan mulai esok hari, 6 dan 7 Juli 2017. Google hanya mengundang beberapa startup dan perusahaan terkemuka di Jakarta untuk mengirimkan tim mereka. Mereka adalah BCA, Bukalapak, Kompas, Tokopedia, Traveloka, Jd.id, Viva, Blibli, Elevenia dan kami, Tiket.com.

Kami sempat mengira kalau hackathon kali ini lebih mengarah pada pembuatan mobile apps, maka tak hayal tim yang hendak dibentuk adalah dari engineer iOS dan Android. Kemudian datanglah pemberitahuan kalau teknologi mobile yang hendak diimplementasikan adalah Progressive Web Apps (PWA) dan Accelerated Mobile Pages (AMP).

PWA adalah aplikasi web namun pengguna bisa merasakan experience seperti menggunakan aplikasi native. Seperti bisa dijalankan offline atau koneksi buruk sekalipun, bisa mengirim notifikasi, bahkan menggunakan animasi yang smooth seperti aplikasi native. Aplikasinya pun tidak perlu diinstall, namun icon-nya bisa di pasang di home screen untuk memudahkan membuka aplikasi.

Sedangkan AMP adalah halaman web yang di desain khusus agar laman tersebut mobile friendly. Salah satu project dari google ini juga dapat memberi pengalaman bagi pengguna internet untuk kenyamanan dan kecepatan berselancar di dunia maya. Dengan didukungnya laman AMP pada sebuah situs, dapat mempercepat akses hingga 4X lebih cepat dari biasanya, Selain itu laman AMP juga dapat menghemat data internet hingga 10X lipat. Dengan mengintegrasikan situs anda agar bisa menampilkan laman AMP tentu saja dapat meningkat SERP pada hasil pencarian gooogle khususnya perangkat mobile.

Rabu siang, kami mulai membentuk tim yang terdiri dari para engineer front-end kami, ada Deni Setyawan, Endy Santoso, Singgih Nur Nugroho, dan Handaru Sakti sebagai team lead merangkap product architect, serta di belakang layar ada Hari Novferdianto yang mempersiapkan infrastruktur dan Rizka Febrian yang menyediakan design assets. Lalu kami pun bergegas merancang aplikasi yang hendak kami buat, tentu dengan spesifikasi teknologi yang Google syaratkan. Akhirnya kami memutuskan hanya menggunakan teknologi PWA untuk membangun aplikasi Flight Reminder yang merupakan aplikasi yang mendampingi kustomer Tiket.com setelah membeli tiket pesawat. Kami memilih ini karena kami memandang sangat pas dengan penggunaan PWA dimana dengannya dimungkinkan adanya fitur yang selama ini hanya bisa kita dapatkan dengan platform mobile apps (native) seperti notifikasi, call to action dari home screen, offline caching yang memungkinkan kita tetap bisa berinteraksi dengan aplikasi walau tanpa koneksi internet sekalipun, serta tentu kecepatan loading dan interaktif dari konten, termasuk Google Maps untuk navigasi ke bandara. Dengan PWA, semua itu dimungkinkan untuk aplikasi mobile web kami, dimana pengguna web dengan perangkat mobile di Tiket.com sangat signifikan jumlahnya. Dengan demikian kami berharap hal ini bisa meningkatkan user experience mereka yang menggunakan layanan Tiket.com via mobile web, seperti halnya mereka yang menggunakan native apps (Android dan iOS). Segeralah kami merancang arsitektur aplikasi ini dengan cepat, fokus pada fitur-fitur utama dan sekali lagi hanya menggunakan PWA dan mengesampingkan AMP.

Keesokan harinya, Kamis pagi, 6 Juli 2017, bertempat di Google Indonesia rangkaian acara hackathon dimulai. Kami yang baru dalam tahapan sekedar tahu teknologi PWA, berhadapan dengan tim-tim lain yang sebagian besar sudah mengimplementasikan bukan saja PWA namun juga AMP. Ada yang sudah di production (sudah di-publish ke umum) dan ada pula yang masih di staging (masih di kalangan internal/terbatas). Tak pelak lagi, kami adalah tim “tersibuk” pada hari itu. Membaca dokumentasi spesifikasi dari teknologi yang hendak kami gunakan, menyiapkan API keys 3rd party (semua dari Google), infrastruktur staging server, coding, hingga UI/UX design.

Jum’at, 7 Juli 2017, selepas sholat Jum’at, pukul 2 siang, semua peserta hackathon diminta melakukan presentasi. Ada semangat persaingan di sana. Kami ingin menunjukkan siapa yang terbaik dari yang terbaik. Seperti yang telah disebutkan di atas, peserta hackathon ini tim-tim dari startup dan perusahaan terbaik Indonesia. Panitia membagi kontes ini menjadi dua kategori, yakni Newcomer Category dan All Category.

Setelah kesepuluh tim selesai melakukan presentasi, tibalah saat pengumuman juara. Kami sendiri hanya bisa berharap mendapatkan tempat di Newcomer Category. Juara pertama di kategori ini adalah Tim Elevania. Hah!…mungkin masih ada harapan juara dua di kategori ini, namun ternyata…Tim Traveloka yang berhak atas posisi itu.

Yah sudahlah, mungkin memang bukan keberuntungan kami. Tak ada pikiran kalau kami punya tempat di All Category yang tentu lebih berat bobot penilaiannya. Benar saja, Tokopedia yang bukan saja telah mengimplementasikan PWA dan APM namun juga mengadakan meetup tentang kedua teknologi ini yang menjadi juaranya.

Namun yang tak kami sangka adalah ketika panitia mengumumkan runner-up kategori bergengsi ini. Ternyata kami berhak atas juara dua untuk semua kategori ini.

Syukur pun terucap dan kami ke stage untuk menerima penghargaan. Sungguh merupakan pencapaian yang baik dimana kami memulai hackathon yang syarat dengan “gengsi” ini dengan semuanya “from the scratch”.

tiket-dev

Share Technique Dev Team; Developer Mindset; Best Practices; DevOps

Handaru

Written by

Handaru

I’m a Product Strategist. I love data and street food. As a Theoretical Physicist, I believe the power of imagination.

tiket-dev

tiket-dev

Share Technique Dev Team; Developer Mindset; Best Practices; DevOps

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade